Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 35


__ADS_3

"Kris, kenapa kamu tidak patuh?" Alisia panik. "Ada begitu banyak teman di sekolah ini, dan banyak gadis cantik lainnya, bukan dia satu-satunya... "


"Aku tidak peduli, pokoknya harus ada Carla!" Setelah dia meneriakkan ini semua, dia berlari keluar.


"Kris__" Alisia dan para pengawalnya mengejarnya.


Bu Lucy, Bu Anita, Tania serta anak-anaknya semua tercengang.


"Uh... "Bu Lucy berkata kepada Tania dengan malu, "Bu Tania, sebaiknya Anda membawa anak-anak dulu beristirahat sebentar. Setelah saya selesai mendiskusikan masalah ini dengan Pak Stanley, akan saya telpon."


"Baik, tapi tolong Anda simpan video cctv ini." Tania tersenyum, "Jika video ini hilang, kita tidak akan tahu jelas permasalahannya."


"Tidak perlu, Bu Tania. Jika tuan muda Kris bersikeras ingin Carla bersekolah disini, maka masalah ini dapat di diskusikan__"


"Bu Lucy." Tania menyela Bu Lucy dan berkata dengan serius__ __


"Tolong perhatikan baik-baik perkataan putra Pak Stanley tadi, yang membuli dan merusak jendela mobil adalah dia sendiri.


Anak saya tidak melakukan kesalahan apa pun, malah di kritik, dihina, di fitnah oleh Anda, dan orangtua lainnya, dan dipaksa putus sekolah!!!

__ADS_1


Sekarang bukan lagi mereka yang menuntut, tapi saya. Jika Anda menolak untuk menyerahkan video cctv itu, maka saya harus menelpon polisi, biar mereka yang bertindak!"


"Bu.... " Bu Lucy tiba-tiba panik, dia berpikir bahwa semua orang bisa tunduk pada kuasa Pak Stanley, tapi tidak dengan Tania.


"Ibu Tania, tenanglah." Bu Anita buru-buru menenangkan, "Jika ada masalah, kita diskusikan baik-baik, cari jalan tengah.... "


"Benar, cari jalan tengah saja." Bu Lucy segera tersenyum, "Ini semua konflik antara anak-anak, hanya masalah sepele. Kita bisa menanganinya secara internal, kenapa harus memanggil polisi?"


Tania mencibir, "Ini memang masalah sepele, jika sekolah bisa menanganinya, maka semua ini tidak akan terjadi.


Alisia berbicara kasar kepada anak-anak saya, Anda malah menghukum anak saya.


Karena Anda tidak dapat menanganinya dengan adil, maka saya pakai cara lainnya. Saya harus menegakkan keadilan untuk anak-anak saya."


"Apa yang Anda inginkan?" Bu Lucy bertanya dengan tidak sabar.


"Mudah!" Tania mengatakan kata demi kata__


"Pertama, simpan video cctv untuk membuktikan bahwa anak-anak saya tidak bersalah;

__ADS_1


Kedua, minta Alisia dan anaknya untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada anak-anak saya;


Ketiga, tolong umumkan permintaan maaf Anda dan Bu Anita kepada anak-anak saya di sekolah!"


"Saya dan Bu Anita dapat meminta maaf kepada Anda, tapi tidak mungkin untuk meminta Nyonya Alisia dan Anaknya untuk meminta maaf..... " Bu Lucy berkata dengan sepenuh hati__


"Jika keluargamu ingin tetap tinggal di kota Bunaken, tidak baik jika mengganggu keluarga Pak Stanley. Pak Stanley dapat menghalangimu untuk mendapat pekerjaan, dan anak-anak mu untuk sekolah. Nanti kalian bagaimana?"


"Jika Anda bahkan tidak bisa melindungi anakmu sendiri, Anda tidak pantas menjadi seorang Ibu." Tania bahkan lebih marah ketika mendengar itu, "Karena Anda bicara seperti itu, kita panggil polisi saja, kita lihat saja."


Setelah mengatakannya, dia mengambil ponsel dan bersiap untuk memanggil polisi.


"Ibu Tania, tolong jangan gegabah." Bu Lucy buru-buru mengambil ponsel Tania.


"Apa yang Anda lakukan..... "


"Hentikan!"


Tiba-tiba terdengar teriakan dan sepasang tangan putih mendorong Bu Lucy, dan menarik Tania ke dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2