Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 90


__ADS_3

"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Presdir Daniel, biarkan aku lewat!"


Suara itu merusak suasana romantis yang indah ini.


Tania mendongakkan kepala dari dalam pelukan Daniel. Ia melihat sebuah wajah familiar.


Bukankah ini Lena, istri Marshel??


Dalam sekejap Tania membeku. Kedua suami istri ini tidak berotak dan mudah dihasut orang lain. Kurasa ia mendapat perintah dari Kety, untuk membeberkan identitasnya....


"Ada urusan apa, buat janji dulu dengan sekretaris." Pengawal menghalangi Lena dengan dingin, "Sekarang silahkan pergi."


"Aku bukan ingin berdiskusi bisnis dengan Presdir Daniel, aku hanya ingin memberitahu sebuah rahasia besar kepadanya.... " Lena panik, ia berteriak di tengah keramaian. "Presdir Daniel, Presdir Daniel, kamu telah di perdaya. Tania bukanlah wanita baik. Dia banyak melakukan perbuatan buruk dan juga punya tiga..... "


"Seret dia pergi." Perintah Daniel dengan dingin.


"Baik." Pengawal langsung menutup mulut Lena dan menyeretnya pergi.


"Uh, uh.... "


Lena meronta ingin mengatakan sesuatu. Pengawal langsung membuatnya pingsan dan menyeretnya pergi bagaikan anji**.

__ADS_1


Saat itu semua orang membeku.


Mereka terperangah, menutup erat mulut dan tidak bersuara sedikitpun.


Marshel segera masuk kedalam begitu mendengar suara dari dalam ruangan. Begitu melihat pemandangan di depannya, ia pun tercengang.


Ia baru saja maju ingin bertanya, tetapi langsung ditarik oleh Frank, "Lebih baik kamu berpura-pura tidak tahu, jika tidak, ini akan melibatkan perusahaanmu."


"Tapi, istriku.... "


"Dia tidak akan kenapa-kenapa." Frank bergumam, "Nanti kamu jemput istrimu dan katakan padanya kamu tidak tahu apa pun. Lalu marahi istrimu! Mereka paling-paling memberi istrimu pelajaran, tidak akan berbuat apa-apa padanya."


"Baiklah... " Marshel nampak tidak senang, "Apa yang terjadi, kenapa istriku bisa membuat Presdir Daniel marah?"


"Aduh, sekarang Tania punya backingan hebat. Sudah sulit dihadapi, Kasihan sekali istrimu dicelakai oleh wanita jala** seperti dia!" Tambahnya lagi.


"Jangan banyak bicara." Gumam Frank.


Kety memelototi nya, menggunakan sapu tangan mengipas-ngipas, lalu menghela nafas sembari kembali ketempat duduknya.


"Ma, bagaimana? Apakah bibi Lena mengatakannya?" Tanya Alisia.

__ADS_1


"Belum sempat bicara sudah diseret pergi." Kety menutup dadanya, dalam sekejap ia takut: "Tampanya si wanita jala** ini sudah menempati posisi tinggi di dalam hati Presdir Daniel. Aku terlalu meremehkannya. Untung saja aku tidak bertindak sendiri, kalau tidak, akan menjadi masalah besar."


"Wanita jala** itu cukup beruntung. Mentang-mentang disukai Presdir Daniel, aku ingin lihat dia bisa sombong sampai kapan."


Amarah Alisia meledak-ledak, "Cepat atau lambat, Presdir Daniel pasti akan bosan padanya!"


"Sudahlah, kita pulang dulu. Situasi malam ini entah kenapa memberiku firasat tidak enak... "


Saat Kety menarik Alisia untuk meninggalkan tempat itu, pembawa acara tiba-tiba mengumumkan, penawaran lelang kedua akan segera dilanjutkan.


Lelang kali ini adalah sebuah cincin berlian merah muda. Walaupun hanya 12 karat, tetapi berlian merah muda ini langka dan alami, serta teknik inlay disekeliling cincinnya, sangat menakjubkan.


Terlebih lagi cincin ini memiliki makna spesial. Cincin ini telah beredar dari tahun 99.Telah disepakati oleh tiga orang pemilik, setiap pemiliknya pasti memiliki kisah cinta yang sangat indah!


Oleh karena itu, cincin ini melambangkan cinta yang indah. Cincin ini dinamakan detak jantung!


"Aku ingin ini." Alisia tidak menggerakkan kakinya begitu melihat cincin merah muda itu. Dia bergegas kedepan Stanley, "Stanley, berikan aku cincin itu." Ungkapnya dengan manja.


"Kamu rebut sendiri saja." Stanley sudah tidak tertarik, ia berencana pulang lebih awal, "Dani, kamu tinggal disini, nanti bayar cincin itu. Dengan satu syarat, jangan menyinggung Presdir Daniel!"


"Paham, paham." Alisia menganggukkan kepala, "Kamu tenang saja."

__ADS_1


Setelah Stanley mempercayakan beberapa hal kepada Dani, ia bangkit dari kursi dan pergi.


"Alisia, dengarkan Mama. Jangan menawar." Kety membujuk Alisia, "Malam ini banyak hal yang terjadi, jika kita terus berdiam di sini, itu akan menjadi mimpi buruk yang panjang...


__ADS_2