
"Uh.... "
Tania paham, mereka semua memperlakukannya sebagai wanita Daniel.
"Jika ada kesulitan dalam pekerjaan, boleh mencariku kapan pun." Ujar Ryan. "Tetapi, lebih baik jangan sampai rekan kerja lain tahu hubungan Anda dengan Presdir Daniel!"
"Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya... "
Tania bergegas pergi, suasana hatinya semakin rumit.
Gawat, sekarang orang-orang Daniel mengira dirinya adalah wanita Daniel. Tidak, kurasa semua orang yang datang ke acara lelang juga berpikir demikian.
Reputasi Daniel telah jatuh, begitu masalah ketiga anaknya terungkap, reputasi Daniel tidak bisa diselamatkan. Ini akan menjadi bahan tertawaan seluruh dunia.
Dan lagi, jika ia tahu hilangnya chip itu berhubungan dengan Tania dan anaknya...
Maka, kurasa ia tidak akan membereskan Tania semudah itu...
Benar-benar akan menjadi sebuah bencana dan kebencian yang mendalam.
Akankah ketiga anaknya akan ikut menderita? Semakin Tania memikirkannya, hatinya semakin cemas.
Baru saja ingin masuk ke ruang Presdir, tapi sudah ketahuan, dan tidak mungkin bisa menyelinap masuk kedalam. Tania harus memikirkan cara mengembalikan chip itu.
Tetapi, menggunakan cara apa?
__ADS_1
"Hei, yang ada disana!" Tiba-tiba ada orang yang berteriak kearah Tania.
Tania menoleh tanpa sadar, "Memanggilku?"
"Benar, kamu. Kemarilah!" Kepala sekretaris senior berumur 50 tahun melambaikan tangan kepadanya.
Tania berjalan kearahnya dengan takut. Ia melihat papan nama 'Yuli' didadanya. Seorang kepala sekretaris senior!
"Antar kopi ini ke Presdir di ruang rapat." Yuli menyerahkan nampan berisi cangkir kopi kepada Tania.
"Aku?" Tania sedikit terkejut. Dibawah bimbingan Wina, seharusnya sekretaris level rendah seperti ia tidak boleh sesuka hati keluar masuk ruang rapat. Kenapa Yuli menyuruhnya melakukan hal sepenting ini?
"Benar, kamu. Cepat masuk!" Gumam Yuli.
"Oh." Tania membawa cangkir kopi kedalam ruang rapat.
"Presdir sedang mengamuk. Jika aku masuk, bukankah itu cari mati?" Yuli menutup dadanya, wajahnya ketakutan, "Dulu Presdir mengamuk, ia melempar gelas. Pecahan gelas melukai bagian kepala Wina, dijahit hingga 7 jahitan. Aku tidak ingin wajahku rusak!"
"Pendatang baru ini... "
"Tadi pagi ia memecahkan gelas, kerjaannya tidak becus. Cepat atau lambat, dia akan segera dipecat. Sebelum ia pergi, kita manfaatkan saja."
"..... "
Tania berjalan ke sebuah sudut, memeriksa ke sekeliling tidak ada orang. Ia buru-buru meletakkan chip itu kedalam cangkir kopi.
__ADS_1
Sudah tidak ada waktu lagi, inilah satu-satunya cara yang ia bisa gunakan saat ini untuk menyerahkan chip itu.
Toh kopi bukan dibuat olehnya, sekalipun nanti diperiksa hingga akarnya, tetap tidak akan ada yang mencurigainya.
Setelah itu, ia mengetuk pintu ruang rapat, mengantarkan kopi masuk ke dalam.
"Konferensi peluncuran produk teknologi baru akan diluncurkan Jumat ini. Dilaksanakan tepat waktu, tidak boleh telat." Daniel dengan bangga mengumumkan, "Siapa yang keberatan?"
"Presdir Daniel... " Seorang direktur beruban yang duduk di kursi pertama sebelah kanan meja rapat berbicara, "Lebih baik kita tunggu chip nya kembali dulu. Jika kabar ini diumumkan, seluruh dunia akan mengetahuinya. Akan memalukan jika kita harus mengubah waktu lagi!"
"Direktur Toni, Anda tidak mempercayaiku?" Walaupun bibir Daniel tersenyum, tetapi pandangannya sangat tajam.
"Bukan begitu." Direktur Toni berbicara secara pelan, ada senyuman diwajahnya. Namun ia sangat bersikeras, "Aku hanya memberikan saran saja!"
Daniel tidak berbicara. Ujung bibirnya tetap terangkat, tetapi pandangannya mulai dingin.
Dewan direksi tegang, tak berani berbicara.
Disaat ini, Tania mengantarkan kopi, meletakkan kopi dengan gemetar didepan Daniel.
"Berikan kopi itu kepada Direktur Toni!" Daniel tidak melihat Tania, ia terus menatap Direktur Toni dan berbicara dengan penuh arti, "Sudah terbiasa minum teh, waktunya mencoba rasa yang baru!"
"Oh... " Tania memaki dalam hati, ia gemetar dan terpaksa mengantarkan kopi kepada Direktur Toni.
Hai readers👋👋maaf yah othor telat up, akhir2 ini sedikit sibuk. Tapi demi kalian, othor menyempatkan diri tuk menulis😁.
__ADS_1
Oyah, bagi kalian yang selalu bertanya2 kapan Daniel mengetahui keberadaan anak2nya dan kapan terungkapnya. Sebenarnya othor juga lagi berusaha untuk cepat2 mengungkapkan tapi tergantung alur nya juga, jadi belum pasti di part berapa nya.
So pasti nanti dipantau aja dan jangan bosan2 tuk membacanya😁othor bukan berbelit2 tapi othor berusaha belajar bikin konplik dulu dicerita ini😁😁🙏