Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 118


__ADS_3

"Pre... " Manajer hotel hampir saja menyebut Presdir Daniel. Setelah menerima kode dari mata Daniel. Ia langsung mengubah kata-katanya, "Barang yang Anda minta sudah saya siapkan! Selamat beristirahat! Jika membutuhkan sesuatu, silahkan panggil kapanpun."


Setelah berbicara, Manajer keluar menutup pintu....


"Kenapa membawaku kemari?" Tanya Tania panik, "Jangan-jangan kamu masih ingin..... Ah... "


Tania belum selesai bicara, ia sudah dilempar kasar oleh Daniel ke nak mandi bundar yang telah diisi air.


Tania panik, suara 'blebek' 'blebek' terdengar beberapa kali. Ia bergegas duduk, mulutnya tersedak air.


Ia menyeka air diwajahnya dan bernapas dengan terengah-engah. Setelah kesadarannya kembali, ia langsung memaki, "Gigolo sialan, berani-beraninya kamu... "


"Tutup mulutmu!" Daniel menunjuknya. Memerintahnya dengan tatapan kejam, "Mulai sekarang, lebih baik kamu membersihkan dirimu dengan tenang. Kalau kamu berani bicara satu kalimat lagi, aku akan tidur denganmu sekali lagi!!!"


Tatapan mata dan menyeramkan serta bahasa brutalnya diliputi aura dominasi tak terbantahkan.


Tania menutup mulutnya, matanya terbelalak. Ia melihat Daniel ketakutan, tidak berani bernapas.


"Mandi!" Daniel melempar jubah mandi ke samping Tania, dan berbalik badan keluar.


Tania menutup mulutnya, tidak berani bersuara lagi....

__ADS_1


Tetapi, ia memang ingin sekali mandi. Setelah insiden semalam, sekujur tubuhnya lengket dan kotor. Sangat tidak nyaman, sekarang berendam di air memang sangat menyenangkan....


Hanya saja luka dibahu dan di lehernya terbuka. Rasanya perih terkena air.


Daniel mandi dikamar mandi lain. Tubuhnya dibalut oleh handuk, sambil menyeka rambutnya, ia keluar sambil menelpon Lily, "Kirimkan dokter wanita ke hotel Phoenix, sekarang!"


Setelah menutup telepon, baru saja ia ingin mengenakan topeng, Tania berjalan keluar dari kamar mandi. Ia langsung membalikkan badannya.


Dalam hatinya memaki, topengnya ada di tempat tidur, ia harus membalikkan badan lagi untuk mengambilnya.


Tetapi wanita menyebalkan itu, berdiri di belakangnya.


"Iya!" Tania baru saja menjawab, lalu menutup mulutnya. Tidak berani bersuara lagi.


Gigolo sialan ini tadi sangat galak. Jika ia tidak mematuhinya, takutnya Gigolo ini akan menyentuhnya lagi.


Sekarang sekujur tubuhnya lemah, kedua kakinya lemas. Tubuhnya sakit seperti dirobek, ia tidak ingin disiksa lagi.


"Belum bersih, masuk dan mandi lagi." Daniel memerintah.


"Aku.... " Tania hendak memohon, tetapi tiba-tiba teringat peringatannya tadi. Jadi Tania hanya diam-diam kembali ke kamar mandi.

__ADS_1


Daniel buru-buru mengambil topeng dikasur. Tetapi, tangannya belum sempat meraih, lagi-lagi Tania keluar dari kamar mandi....


Ia buru-buru membalikkan badan lagi. Karena gerakannya terlalu cepat, handuk di pinggangnya hampir saja lepas.


"Aku tidak akan mandi lagi." Tania memegang lehernya, dengan ekspresi kesakitan. "Sepertinya luka di leherku bernanah. Sakit sekali, aku ingin pulang... " Setelah berbicara, Tania langsung berjalan keluar.


Daniel segera mengambil topeng secepat kilat, bersiap mengenakannya...


"Oh, ya!" Tania tiba-tiba membalikkan badan sambil menundukkan kepala, mengumpulkan keberanian dan berbicara.... "Aku rasa, kedepannya kita tidak usah bertemu lagi... "


"Hutang kita sebelumnya berhenti sampai disini saja. Kedepannya kamu tidak usah membayar lagi. Kamu hiduplah baik-baik, jaga diri kamu... "


Saat ini, Daniel telah mengenakan topengnya. Tadi, benar-benar hampir ketahuan.


Untung saja Tania menundukkan kepala karena pengecut dan malu.


"Setelah aku pulang nanti, aku akan membakar surat perjanjian itu. Dan juga menghapus nomormu. Kedepannya aku tidak akan merepotkan mu lagi. Kamu juga jangan mencariku lagi!"


Setelah berbicara, Tania bersiap membuka pintu meninggalkan kamar...


"Kamu membuangku setelah meniduriku?" Suara dingin Daniel muncul dari belakangnya, "Dasar wanita jahat!"

__ADS_1


__ADS_2