
Lea tiba-tiba meremas tas yang sedang dia pegang, dan membuat tas bermerek itu berubah bentuk. Ekspresi wajahnya menjadi kaku dan muram.
Tak lama kemudian Lea dan Wina pergi dari ruangan itu.
Di dalam kamar mandi, Tania memukul dada Daniel dengan kesal, "Brengsek, lepaskan aku... "
Tania menggigit pundak Daniel sangat kesal sehingga meninggalkan bekas gigitan yang dalam disana.
..........
Beberapa saat kemudian, Daniel baru melepaskan Tania, lalu membungkus tubuh Tania dengan handuk, dan menggendongnya keluar dari kamar mandi.
Daniel melempar Tania ke kasur dengan kasar, lalu duduk di sofa dan mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kamu benar-benar menjijikkan!" Tania mengambil bantal dan melemparkannya, lalu memaki dengan emosional, "Setiap hari menemani wanita lain dan bertempur dengannya berkali-kali diatas ranjang, sekarang kamu malah kembali menyentuhku!"
Bantal itu mengenai Daniel, lalu terjatuh ke lantai.
Daniel menghentikan gerakannya, lalu mengangkat kepalanya untuk melihat Tania, "Berjuang terus-menerus selama beberapa hari adalah bertempur berkali-kali diatas ranjang?"
"Memangnya bukan?" Tania memelototinya dengan kesal.
"Hem.... " Daniel melanjutkan mengeringkan rambutnya, "Sepertinya kamu sangat mengakui ketahananku!"
"Kamu... " Tania tidak bisa ber kata-kata.
"Istirahatlah dengan baik." Daniel melepaskan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, lalu memakai baju dengan santai.
"Kamu sudah punya tunangan, jangan menyentuhku lagi!" Tania mencoba bernegosiasi, "Lebih baik kamu lepaskan aku saja, aku tidak ingin disalahkan orang lain... "
"Kamu terlalu menganggap penting dirimu, kamu tidak akan memengaruhi apa pun." Daniel memotong kata-kata nya,
Saat berdiri, dia melempar handuk dengan asal keatas ranjang, "Sedangkan mengenai disalahkan, itu karena dirimu yang terlalu bodoh."
"Kamu... "
__ADS_1
"Baik-baik lah disini." Setelah selesai memakai sepatu, Daniel segera pergi.
Tania menatap punggung Daniel dengan perasaan yang sedih. Yang berbeda adalah, Lea bisa diakui dihadapan umum, sedangkan dia bagai selingkuhan yang keberadaannya tidak diketahui orang dan hanya bisa bersembunyi di belakang saja.
Perasaan ini sangat tidak nyaman. Dia sangat ingin mengakhirinya, tetapi dalam hubungan ini, bukan dia yang bisa mengambil keputusan. Jelas-jelas sudah memiliki Lea, tapi kenapa masih tidak ingin melepaskannya?
"Tok tok." Terdengar suara ketukan pintu dari luar, "Tania, aku Wina, apa aku sudah bisa masuk?"
"Ya." Tania segera berpakaian, "Kak Wina!"
"Aku mencari USB, kamu melihatnya?"
"Seharusnya ada didalam kantong dokumen. Aku coba cari."
Wina tidak masuk hanya berdiri didepan pintu.
"Ternyata ada disini." Tania menemukan USB itu didalam tasnya.
"Aku akan memberikannya kepada Bu Lea, kamu istirahat saja."
Wina menjadi kaku, "Dia akan menyulitkanmu."
"Tidak apa-apa, aku akan mengantarkannya bersamamu. Aku sudah pernah melihat tabiat Bu Lea, aku tidak akan membiarkannya mempersulitmu karena aku."
Tania mengikuti Wina ke kamar Lea.
"Bu Lea, ini adalah dokumen yang baru saja disiapkan, juga ada proposal yang disiapkan dan USB berisi rencana pelaksanaannya." Wina menyerahkan benda-benda itu.
"Terima kasih." Mata Lea tertuju pada Tania, "Letakkan saja disana. Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu, aku ingin berbicara sebentar dengan Tania." Lea memberi isyarat kepada Wina.
"Baik." Wina mengerutkan kening sambil menatap Tania, lalu pergi.
"Tania, kenapa masih melamun? Duduklah!" Lea berbicara dengan sungkan.
"Terima kasih." Tania duduk dengan tenang.
__ADS_1
Setelah kepergian Wina, pelayan menuangkan segelas kopi untuk Tania, lalu mengundurkan diri juga.
"Apa yang ingin Bu Lea katakan?" Tania langsung bertanya.
Lea menegakkan tubuhnya, lalu mengambil selembar cek dan menuliskan beberapa angka, dan memberikan itu kepada Tania dengan angkuh.
"Apa maksudmu?" Tania bertanya tidak mengerti.
Lea mengangkat alisnya, wajahnya terlihat meremehkan, "Wanita murahan ada yang dibayar beberapa ratus ribu sekali, yang sedikit lebih cantik, sekali melakukannya ada diharga enam juta. Sedangkan selebgram dan model, sekali melakukannya ada diharga delapan juta hingga dua puluh juta. Artis yang kurang terkenal sekitar beberapa puluh juta... "
"Sebenarnya apa yang ingin kamu coba katakan?" Tania memotong kata-kata nya dengan emosional.
"Jenis sepertimu ini... " Lea menatap Tania dari atas hingga ke bawah, lalu tersenyum dingin dan berkata, "Paling banyak dua puluh juta, tetapi Daniel menyukaimu, jadi aku tidak bisa meremehkan seleranya!"
Lea mendekat dan menampar wajah Tania dengan cek, "Kelak setiap kamu melakukannya dengan Daniel, aku akan memberimu dua milyar, sebagai ucapan terima kasih kamu telah mewakiliku melayani tunanganku!"
"Cukup!" Tania mendorongnya dengan marah, "Kamu benar-benar keterlaluan."
"Ckckck!" Lea tertawa meremehkan dan berkata, "Kamu masih bisa marah? Tadi saat melakukannya dengan Daniel, bukankah kamu sangat menikmatinya? Namun, kamu jangan terlalu senang terlalu cepat, dia hanya menganggapmu sebagai alat untuk melampiaskan napsunya saja!"
"Kamu... " Saat Tania ingin menjawab, pintu segera terbuka, dan Daniel melangkah masuk.
Daniel mengerutkan kening saat melihat wajah Tania yang kesal, "Kenapa kamu bisa ada disini?"
"Dia datang mengantarkan dokumen untukku." Lea menampilkan ekspresi sungkan. "Dan aku ingin memberikannya cek sebagai ganti rugi, karena bajunya basah terkena anggur."
"Tidak perlu." Daniel mengambil cek itu, dan membuangnya ke tong sampah, "Aku sendiri yang akan menyelesaikan urusan stafku."
"Baiklah" Lea mendekat dengan manja dan menyandarkan tubuhnya pada Daniel.
Ekspresi Tania menjadi sangat kesal, dia segera berdiri dan meninggalkan tempat itu.
"Tunggu dulu." Lea kembali memanggilnya.
Tania menghentikan langkahnya tapi tidak menoleh.
__ADS_1
"Nanti malam ada perjamuan, kamu juga ikut serta saja. Nanti aku akan meminta orang untuk mengantarkan gaun untukmu."