
Tania memperhatikan 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' dihadapannya. Ia merasa aneh, tapi tidak tahu apa itu.
Dia benar, Tania yang memintanya kemari untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Tentu saja ia harus berakting sedikit. Sekarang ia sudah berakting begitu nyata, Tania malah menyalahkannya?
Sekarang sudah dipastikan, Daniel bukanlah 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' nya. Kenapa sekarang dia berharap Daniel lah si 'GIGOLO' itu?
Tidak, tidak, ini tidak benar!
Tadi ia menyaksikan langsung Daniel naik mobil. Sekarang 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' berada di sisinya. Entah apa pun rencananya, tidak mungkin ia punya ilmu membelah diri, kan!
Tetapi, walaupun mereka berdua muncul bersama, ia masih merasa mereka berdua sangat mirip....
Tetapi mungkin cuma mirip, tampaknya ia terlalu banyak berpikir sebelumnya.
"Kenapa bengong?" GIGOLO PELUNAS HUTANG membuyarkan lamunan Tania. Ia membuka pintu mobil, menggunakan tangan melindungi kepalanya. "Ayo naik!"
"Pacar Tania benar-benar perhatian dan lemah lembut."
Tania masuk mobil ditengah-tengah kekaguman rekan kerjanya.
Ponsel 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' bergetar. Ia melihat sekilas layar ponselnya, sudut bibirnya menyunggingkan senyuman tanpa arti. Tetapi dia tidak mengangkat teleponnya.
"Tania, bolehkah kami menumpang?" Tanya Yuni.
"Tentu saja boleh. Di belakang bisa duduk tiga orang." Tania mengundang mereka dengan ramah, "Cepat naik mobil!"
__ADS_1
"Ok, terima kasih." Yuni menarik dia rekan kerja perempuan lainnya untuk naik mobil. Tak lupa mengingatkan rekan kerja lainnya, "Kalian bawa satu mobil lagi, kita kumpul di bar."
"Ok!"
Aston Martin melesat bagaikan angin.
Hari ini 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' menyetir dengan kencang. Memanfaatkan setiap kesempatan, tidak berhenti menyalip mobil.
"Pelan sedikit!" Tegur Tania.
"Ini tidak cepat, kok." GIGOLO PELUNAS HUTANG menggodanya, "Kamu sungguh cantik sekali."
"Kamu baru sadar?" Tania melirik nya, berbisik disamping telinganya, "Teman kerjaku ingin kamu traktir. Nanti kamu bersikap lebih ramah sedikit, uangnya di reimburse."
"Reimburse?" GIGOLO PELUNAS HUTANG tampaknya baru mengenal kata ini.
"Hahaha, menarik." GIGOLO PELUNAS HUTANG terkekeh.
"Kenapa hari ini kamu aneh?" Tania mengerutkan alis melihatnya, "Biasanya aku tidak pernah melihatmu tertawa, hari ini kamu tampak begitu bahagia."
"Dapat menjadi pacarmu, tentu saja aku bahagia." GIGOLO PELUNAS HUTANG menggodanya. Bibir tipis seksinya menanyakan Tania dengan genit. "Memangnya kamu tidak bahagia, hemm?"
"Jangan usil!" Wajah Tania memerah.
"Ckck, jangan pamerkan kemesraan kalian didepan kami. Apakah kita harus turun dari mobil?" Rekan kerja wanita bercanda dikursi belakang.
__ADS_1
"Tahu begini, tidak jadi numpang. Kita jadi ratu nyamuk disini, hahaha."
"Cepat pejamkan mata kita, anggap saja tidak melihat apa pun." Yuni ikut bercanda.
"Biasanya ia tidak seperti ini." Tania terkekeh canggung.
Disaat ini, ponsel GIGOLO PELUNAS HUTANG berdering lagi. Ia melirik Tania sekilas, kemudian menggunakan earphone bluetooth mengangkat telepon. "Hallo."
"Tampaknya kamu terlalu terbawa suasana!" Terdengar suara dingin Daniel.
"Benar, aku menjemput pacarku pulang kerja." Jawab GIGOLO PELUNAS HUTANG yang tak nyambung.
"Jika kamu berani menyentuhnya, tamatlah riwayatmu!" Suara Daniel tersirat nada marah.
"Hehe.... " GIGOLO PELUNAS HUTANG tertawa usil. Ia berbicara dihadapan Tania. "Cepat sekali gelisahnya? Bukankah kamu bilang ini hanyalah permainan?"
Tania bingung mendengarnya, ia sedang berbicara dengan siapa?
Jangan-jangan tante girang yang memberinya mobil ini?
"Billy!!!" Amarah Daniel sudah tidak bisa disembunyikan lagi.
"Ok, ok, aku tahu. Kamu tenang saja.... "
Sebelum amarah Daniel meledak, Billy segera menghentikannya.
__ADS_1
"Setelah selesai akting, cepat pergi dari sana!!" Daniel memperingatkan.
"Paham!" Jawab Billy sambil menutup telepon lalu mengedipkan mata kearah Tania.