Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 126


__ADS_3

Tania langsung mengambil ponselnya, bermaksud menelpon 'GIGOLO PELUNAS HUTANG', namun ia menyadari bahwa dia sendiri telah menghapus nomornya.


Ia mencari nomornya melalui pesan pendek, namun saat ia menemukannya, mobil tersebut sudah melesat pergi dengan cepat...


Tania menghela nafas panjang, meyakinkan dirinya sendiri. Lupakan saja, sekarang ia dan orang itu sudah tida ada hubungan apa-apa, untuk apa peduli sama dia.


Semalaman ini, Tania banyak bermimpi yang aneh-aneh, sesekali memimpikan Daniel, sesekali memimpikan 'GIGOLO PELUNAS HUTANG', sesekali memimpikan pria muda itu...


Sebenarnya siapa adalah siapa, kenapa dia tidak dapat membedakannya...


.......


Karena kelelahan, walau hari sudah siang, Tania masih juga belum bangun. Bibi Juli berteriak beberapa kali, "Anak-anak sudah naik bus sekolah, jika Nona tidak bangun sekarang, bisa terlambat."


Tania buru-buru bangun dari ranjang, menggosok giginya, berlari keluar tanpa mencuci wajahnya.


Ia berlari ke pintu, lalu kembali lagi memberikan semua uang yang ada didalam tas ke bibi Juli. "Bibi Juli, ini uang yang kuhasilkan kemarin malam.... "


"Bagaimana Nona menghasilkan uang sebanyak ini dalam semalam? Nona, untuk apa berlari, sarapan dulu baru pergi, Nona.... "


Bibi Juli berkata sambil mengambil onigiri pergi mengejar Tania, namun Tania sudah masuk ke lift...


Ia melihat uang digenggaman tangannya, hatinya sangat tidak tenang.


Tania berusaha agar ia bisa masuk berdesakkan kedalam gerbong MRT, keluar dari situ ia masih harus berlari, akhirnya sampai kantor tepat waktu.

__ADS_1


Saat ia keluar dari lift, sekujur tubuhnya basah dengan keringat.


"Apa yang kamu lakukan? Presdir Daniel sangat benci karyawan yang tidak memperhatikan penampilan." Wina memperingati, "Cepat pergi ketoilet, rapikan dirimu."


"Baik." Tania pergi ketoilet membersihkan wajahnya, saat ia selesai merapikan penampilannya dan bersiap pergi, tiba-tiba ia mendengar dua karyawan perempuan sedang mengobrol dengan suara kecil__ __


"Kamu tahu tidak? Tania, karyawan baru yang dipindahkan ke lantai 68, dengar-dengar dia ada main belakang."


"Main belakang apa?"


"Tidak tahu, aku dengar dari orang dilantai 13, dia terjebak masalah di bar, Presdir Daniel yang menyelamatkannya. Aku rasa hubungan dia dan Presdir Daniel bukan hubungan biasa."


"Tidak mungkin, Presdir Daniel sungguh berwibawa, bagaimana mungkin dia menyukai karyawan biasa?"


"Itu aku tidak tahu.... "


..........


Saat mendengar gerakan dari dalam toilet, Tania buru-buru pergi. Dia bingung, apakah yang menyelamatkannya waktu itu benar-benar Daniel?


Ketika Tania sedang berpikir, ia merasa ada aura kuat dari sisi yang berlawanan.


Ia mendongakkan kepalanya, Daniel sedang berjalan kearahnya, alisnya berkerut dan wajahnya muram.


Ia buru-buru menundukkan kepalanya, dan berdiri disamping. Daniel sama sekali tidak melihatnya, ia berjalan lurus melewatinya.

__ADS_1


Ketika suara pintu terbuka dan terdengar tertutup lagi, mengetahui bahwa ia sudah masuk ruangan. Tania baru bisa bernapas lega, dengan langkah kecil ia kembali ke posisinya.


"Presdir Daniel hari ini sedang marah, kamu harus hati-hati, jangan membuat kesalahan."


Wina mengingatkan dengan suara kecil.


"Baik." Tania menganggukkan kepala.


"Hari ini akan ada beberapa tamu perusahaan yang akan berkunjung, data-datanya ada disini, kamu perhatikan waktunya.... "


"Baik." Tania memeriksa dokumen tersebut, tidak disangka tamu pertama adalah Stanley.


Ia masih termenung saat pintu lift terbuka, sosok yang sangat ia kenal, putih dan elegan. Saat mengangkat kepalanya, tatapannya langsung jatuh ke wajah Tania, ia sangat terkejut.


"Presdir Stanley!" Dani mengingatkan dengan suara pelan.


Stanley kembali sadar, ia menyapa dengan senyum. "Halo, aku datang untuk mengunjungi Presdir Daniel, aku sudah buat janji sebelumnya."


"Selamat pagi, Presdir Stanley. Silahkan ikuti saya!"


Tania menyambutnya dengan sangat profesional, membawanya masuk, hingga menyerahkannya ke sekretaris senior.


Stanley melirik nya dengan tatapan tajam, lalu masuk ke ruangan.


Tania kembali ke tempatnya, dan melanjutkan pekerjaannya. Ia teringat akan wajah muram Daniel barusan, tidak tahu apakah Daniel akan menyulitkan Stanley.

__ADS_1


Saat itu juga, seorang sekretaris berlari terburu-buru, berkata kepada Wina, "Wina cepat masuk kedalam, Presdir marah dan membanting barang-barang mengenai Presdir Stanley!"


__ADS_2