
Alisia memberi instruksi tangan, pengawal melepaskan Tania dan berdiri di depan pintu.
"Apa yang kamu inginkan?" Tania menatap Alisia dingin.
"Lepaskan ayah dan ibuku dulu."
Tampaknya Alisia sudah tidak tidur beberapa hari, ada lingkaran hitam dimatanya, mentalnya seperti terguncang dan kelelahan.
"Bukan aku yang menangkap mereka... "
"Berhenti omong kosong." Alisia melempar kasar gelas alkohol yang ada ditangannya ke lantai, pecahannya tersebar ke mana-mana, "Kalau bukan karenamu, memangnya Daniel akan menangkap mereka?"
"Kamu juga tahu Daniel yang menangkapnya?" tanya Tania dingin, "Kalau begitu kamu cari dia saja, untuk apa mencariku?"
"Kamu masih ingin bermain-main denganku?"
Alisia mengeluarkan ponsel untuk menelepon.
Musik metal yang diputar didalam Bar itu tiba-tiba berhenti...
Kemudian terdengar suara teriakan menggemaskan Carla, "Kak Carlos, Kak Carles, tunggu aku!"
"Carla, cepat sedikit!" terdengar suara Carles.
"Carla, pelan sedikit, jangan sampai jatuh." terdengar suara Carlos.
...........
Mata Tania membelalak, ia bergegas maju untuk menghentikannya, "Apa yang kamu lakukan? Cepat hentikan!"
"Ini hanya permulaan." Alisia menggoyangkan ponselnya dengan bangga, "Aku telah membayar 20 Milyar untuk menyuap DJ bar ini. Menghubungkan ponselku ke pemutar media mereka!
Aku tahu, dengan adanya perintah Daniel, maka semua media tidak diijinkan mengekspos masalahmu. Aku tidak bisa menjatuhkanmu di internet. Tetapi bar ini, seharusnya Daniel tidak bisa mengaturnya, 'kan?
__ADS_1
Setiap malam ada ribuan orang di bar, mereka semua dapat melihat beritamu secara langsung disini. Bukankah akan seru sekali? Ya, 'kan?"
"Kamu... " Tania gemetaran.
"Aku masih punya banyak video." Alisia memperlihatkan layar ponselnya kepada Tania, "Aku masih menemukan video aktivitasmu dengan anak-anakmu di sekolah, kamu ingin melihatnya?"
Setelah berbicara, ia hendak memutar video itu...
"Tunggu." Tania segera menahannya, "Kamu matikan dulu video itu. Aku segera telepon Daniel, untuk memintanya melepaskan orang tuamu."
"Begini dong dari tadi." Alisia keluar dari tampilan pemutar media, lalu memberi isyarat dengan mempersilahkan.
Tania segera mengeluarkan ponsel menelepon Daniel.
"Nyalakan mode pengeras suara." perintah Alisia.
Tania mematuhinya.
.......
Di ruangan VIP lainnya.
Daniel yang sedang berbicara dengan seseorang tiba-tiba berhenti setelah mendengar suara anak kecil dari spiker. Ia mendongak, lalu memicingkan matanya dengan dingin dan melihat keluar dengan serius...
Panggilan ini, rasanya seperti pernah mendengarnya di suatu tempat?
'Kring kring'
Tiba-tiba ponselnya berdering.
Daniel melihat nama di ponselnya. Ia berunding beberapa kata kepada orang misterius disampingnya. Lalu ia ke sisi lainnya untuk mengangkat telepon, "Halo!"
"Presdir Daniel, aku mohon padamu lepaskan paman keduaku dan bibi."
__ADS_1
Suara Tania agak gemetar.
Begitu mendengarnya, Daniel tahu lagi-lagi ia diancam. Selain itu, melalui suara latar belakang samar-samar dari telepon, ia mengetahui jika Tania juga berada di bar.
"Baik!" Daniel menyetujuinya, lalu membuat instruksi tangan.
Ryan langsung paham, ia segera membawa dua orang bawahannya pergi.
"Panggil Alisia ke bar untuk menjemput mereka." ujar Daniel.
"Hah?" Tania belum sempat bereaksi, Daniel langsung mematikan telepon.
Hati Tania tidak tenang, Jangan-jangan ia tahu dirinya sedang berada di bar?
"Apa maksudnya? Jangan-jangan ibu dan ayahku dikurung di bar?" ucap Alisia secara spontan.
Tania mendesah didalam hatinya, kamu lebih bodoh dariku!
"Bukan..." Alisia cepat bereaksi, "Jangan-jangan dia tahu kalau kita sedang berada di bar?"
Alisia menjadi lebih gugup setelah mengatakan kalimat itu. Ia bergegas memerintah dua orang pengawal, "Jaga pintu baik-baik, jangan biarkan Daniel masuk... "
Belum selesai bicara, pintu ruangan VIP sudah ditendang hingga terbuka.
Bahkan pengawalnya juga sudah diinjak.
"Dasar lemah!" seru Ryan dingin.
Alisia segera mengeluarkan sebuah belati tajam dan menodong ke leher Tania, "Jangan mendekat, atau aku akan membunuhnya!"
Adegan ini bukan terjadi untuk pertama kali, sangat familiar sekali bagi Ryan.
Yang tidak sama adalah, kali ini Tania sangat berkoordinasi dengan Alisia.
__ADS_1
Ia mengangkat kepalanya dan berkata, "Ryan, ia hanya ingin menyelamatkan ayah dan ibunya. Kamu minta Presdir Daniel untuk melepaskan mereka."
"Benar, selama kamu melepaskan mereka, aku tidak akan mengganggu dia lagi. Atau, semuanya mati bersama!"