Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 120


__ADS_3

Pemikiran ini baru terlintas di benaknya, Tania sudah langsung menepis nya.


Dalam hati, dia berkata sendiri, Tania, jangan sampai hatimu melunak!!!


Sekali menjadi gigolo, selamanya adalah gigolo.


Dia sudah bertahun-tahun menjadi gigolo, seumur hidup ini tidak mungkin bisa ditebus.


Meskipun dirinya tidak keberatan dengan masa lalunya, bagaimana dengan anak-anak?


Kelak saat kalian berlima berjalan-jalan diluar, apabila ada pelanggan yang mengenalinya, bagaimana dengan anak-anak?


Apabila hal ini tersebar keluar, anak-anak akan jadi bahan tertawaan, seumur hidup tidak akan bisa mendongakkan kepala.


Berpikir sampai disini, Tania merasa takut. Dalam hati, dia berulang kali mengingatkan dirinya sendiri, tidak peduli cara lembut apapun yang digunakan oleh gigolo ini, hatinya tidak boleh melunak.


Tidak boleh!!


"Sudah!"


Daniel mematikan pengering rambut, lalu mengelus-ngelus rambut Tania seperti mengelus seekor anak kucing.


"Jangan sentuh lagi." Tania mendorong tangan Daniel, sengaja menjaga jarak dengannya. "Aku bisa pulang sendiri naik taksi. Kamu tidak perlu mengantarku!"


"Kamu yakin mau seperti itu?" Kali ini Daniel tidak bersikeras menahannya untuk tetap tinggal. Dia hanya mengingatkan dengan ekspresi dingin, "Sekarang jika kamu keluar dari sini, kelak aku tidak akan memperdulikanmu lagi!"


"Itu yang terbaik." Tania langsung menjawab, "Setelah pulang, aku akan langsung mentransfer uang padamu. Kelak kita putus hubungan dan jangan bertemu lagi!"


Daniel menatap Tania sambil mengerutkan kening. Dia terdiam sejenak, lalu mengangguk sambil menjawab, "Baik!"

__ADS_1


"Oh iya, kamu harus menghapus video itu... "


"Tadi pagi aku sudah menghapusnya, apakah kamu tidak melihatnya?" Daniel mengerutkan kening.


"Baguslah, sampai jumpa." Tania langsung pergi bagaikan melarikan diri...


Melihat bayangan diri Tania yang pergi, Daniel merasa sangat marah hingga wajahnya memerah. Kali ini dia sudah meneguhkan hati, harus memberi pelajaran, pada wanita ini dengan baik. Biarkan dia sendiri yang kembali memohon padanya.


Setelah keluar dari lift, dari pintu belakang hotel, Tania pulang kerumah dengan naik taksi.


Saat duduk di taksi, dia menoleh dan melihat Aston Martin yang diparkir tidak jauh dari sana, tiba-tiba hatinya merasa sedikit sedih.


Mengingat kegilaan kemarin malam, lalu mengingat kelembutannya hari ini. Sekarang malah putus hubungan begitu saja.


Segalanya bagaikan badai hujan, datang dan pergi dengan terburu-buru.


Sepanjang perjalanan, Tania terus berpikir sembarangan. Tanpa sadar dia sudah sampai dirumah.


Sekarang sudah siang hari, anak-anak pasti sudah berada disekolah.


Saat melihat Tania, bibi Juli menghampirinya dengan panik, "Nona, pergi kemana kemarin malam? Membuat bibi sangat panik. Bibi menelpon ponselmu, tapi tidak terhubung."


"Kemarin malam pergi minum-minum bersama rekan kerja. Aku minum terlalu banyak, jadi aku menginap dirumah teman."


Tania menjelaskan dengan kelelahan dan tak bertenaga, "Bibi Juli, aku lelah, aku ingin tidur."


"Tidurlah, setelah bangun nanti, bibi akan memasak untukmu."


"Ya!"

__ADS_1


Kembali kekamar, Tania bersiap untuk mentransfer uang ke 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' dengan menggunakan internet banking, tetapi malah menyadari bahwa ia tidak mengetahui nomor rekening pria itu.


Selain itu, jika mentransfer uang ini, ditabungannya hanya tersisa 1,4 juta.


Bagaimana ini?


Tania sedang berpikir keras, tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata itu panggilan dari Stanley.


Melihat nama ini, Tania langsung sakit kepala. Dia langsung menolak panggilan itu.


Kemudian, dia mengirim pesan teks kepada 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' "Beritahu nomor rekeningmu, sekarang aku akan mentransfer uangnya."


Dibaca, tapi tidak ada respon!


Tania sedang berpikir, mungkinkah pria itu tidak menginginkan uang ini?


Meski tidak menginginkannya, tetap harus dikembalikan padanya. Kalau tidak, kelak sungguh tidak akan bisa lepas darinya. Namun hal ini bisa diundur, tunggu sampai menerima gaji...


Saat sedang berpikir, ponselnya menerima sebuah pesan teks.


Tidak disangka 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' mengirimkan nomor rekeningnya.


Bank BCA, XXXXXXXXXX, Budi!


"Hahaha, heuh dasar pria!"


Tania tertawa mengejek, dan memaki dalam hatinya. Ternyata namanya begitu kampungan, pantas saja dia tidak pernah mengungkitnya.


Begini juga bagus, uang dikembalikan, hubunganpun putus sepenuhnya!

__ADS_1


__ADS_2