Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 211


__ADS_3

Tania menghela napas dalam. Sekarang akhirnya kebenaran terungkap, keluhan lama telah dibersihkan!


Kedepannya tidak perlu diancam oleh mereka lagi...


"Ma.... " Alisia menarik Kety kebingungan dan berbisik di telinganya, "Jadi, tiga anak haram itu... "


"Tutup mulutmu!" Kety segera menamparnya dan bergumam, "Masih ingin keluar hidup-hidup dari sini?"


Alisia menggunakan tangannya yang terluka, memegang wajahnya dan menangis sedih...


Kali ini, dia tahu, dia sudah kalah. Dia benar-benar kalah hingga akhir.


"Meskipun Presdir Daniel memiliki hubungan dengannya empat tahun lalu, tapi ia menggoda menantuku adalah fakta." Kety berusaha meneteskan air mata dan bicara dengan pilu, "Menantuku dan putriku saling mencintai. Karena kemunculan wanita ini, sekarang mereka akan bercerai."


"Benar, benar." Frank ikut nimbrung. "Awalnya kami tidak tahu kebenaran, kami mengira Mario adalah pria itu, jadi kami meminta Tania menikah dengan Mario. Dengan begini, akan baik bagi kedua keluarga. Selain itu dari awal hingga akhir, kami tidak pernah melukai Tania."


Mendengar ucapan ini, Tania kehilangan kata-kata. Mereka berbicara seolah mereka dirugikan...


Selain itu, kenapa mereka begitu bersikeras percaya bahwa orang yang selingkuh dengan Stanley adalah dirinya?


Wajah orang di dalam video dan foto itu tidak jelas. Kenapa mereka berpikir itu adalah dia, dan bukan orang lain?


Tania melihat Daniel. Ia tampak tidak berencana mengatakan kebenarannya. Ia hanya menatap mereka sekeluarga dengan hina, seolah melihat beberapa badut.


Kety menyeka air mata dan bicara dengan sedih, "Presdir Daniel, pengetahuan kami sempit. Kami salah paham pada Anda dan melakukan kesalahan bodoh. Kami sudah mendapatkan ganjarannya. Anda sebagai orang besar tolong maafkan kesalahan manusia rendahan seperti kami. Lepaskanlah kami!"


"Tidak seharusnya kalian mohon padaku." Daniel menunjuk Tania, "Seharusnya memohonlah padanya!"

__ADS_1


"Tania... " Frank bergegas mendekat dan memohon dengan pilu, "Ini kesalahan paman, tidak seharusnya aku salah paham padamu. Demi ayahmu, tolong bujuk Presdir Daniel agar membiarkan kami keluar."


Tania mencibir dalam hati, sebelumnya saat mereka sekeluarga memperlakukan dirinya dengan buruk, kenapa mereka tidak merasa bersalah dengan ayahnya?


Kenapa sekarang baru mengungkit masalah ayahnya?


"Benar, Tania. Bibi minta maaf padamu, aku mohon padamu... "


Kety juga menurunkan harga dirinya dan memohon pada Tania, hanya Alisia yang menatapnya dengan murka dari awal hingga sekarang.


"Tidak usah buru-buru ingin keluar dulu." Daniel memotong ucapan mereka, "Ada satu hal lagi yang belum kalian jelaskan."


Sekeluarga langsung terdiam, melihat Daniel dengan ketakutan.


"Aku, aku sudah menjelaskan semuanya." ucap Mario lemas, "Tidak ada yang ku sembunyikan..."


Mario ketakutan hingga jatuh berlutut ke tanah. Ia berbicara dengan panik, "Ok aku bilang, aku bilang. Saat aku melarikan diri, aku mencuri uang di dompetnya. Itu saja!"


"Pantas saja, saat aku terbangun, aku tidak punya uang untuk naik taksi." bisik Tania pelan.


"Kamu tidak mengambil keuntungan darinya saat ia dalam keadaan tak sadar?"


Ponsel ultra tipis tipis berputar-putar di telapak tangan Daniel, aura pembunuh terpancar dari matanya.


"Tidak, sungguh tidak." Mario bergegas menjelaskan, "Sebenarnya aku bukanlah pria normal, bagaimana mungkin aku mengambil keuntungan darinya?"


"Hah?" mata Tania membelalak, "Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Aku, aku adalah waria!" Mario menundukkan kepala dengan malu, "Aku sama sekali tidak menyukai wanita... "


"Puff"


Tania hampir melampiaskan amarahnya keluar.


Di dalam berita itu menuliskan bahwa ia tidur dengan gigolo waria, ternyata berita itu bukan rumor sembarangan.


Hanya saja, tidak ada yang tahu bahwa Daniel masuk di tengah-tengah....


"Waria, bagus sekali!" aura pembunuh di mata Daniel mereda sedikit. Tadi ia tampak ingin mencabik-cabik Mario, sekarang berubah menjadi ramah, "Lepaskan dia!"


"Baik!" pengawal maju membawa Mario pergi.


"Terima kasih, terima kasih... " Mario terus mengucapkan terima kasih.


"Tolong lepaskan kami juga." Kety bergegas memohon.


"Kalian belum menjelaskan seluruhnya padaku, sudah ingin pergi?" Daniel menaikkan alisnya.


"Kami, sama sekali tidak ada yang perlu dijelaskan lagi."


Frank bingung. Karena pria empat tahun itu adalah Daniel, maka sudah tidak ada rahasia apa pun lagi. Apa lagi yang perlu dijelaskan?


"Jangan, jangan... "


Kety berpikir dengan cepat, tampaknya Daniel masih belum tahu masalah tiga anak itu.

__ADS_1


__ADS_2