Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 242


__ADS_3

"Pak Ryan, kamu... " Wina menunjuk Ryan dengan serba salah.


"Hahaha.... " Lea tertawa terbahak-bahak dengan gembira, "Ryan, ini pertama kalinya aku melihatmu seperti ini, sungguh jarang."


Ryan segera mengelap mimisannya dan menghindar. Dia sangat panik, untung saja Daniel tidak ada, jika tidak, maka akan sangat gawat.


Mungkin saja matanya akan di cungkil oleh Daniel!


"Mana Daniel?" Lea bertanya sambil tersenyum.


"Presdir Daniel ada urusan, jadi dia pergi lebih dulu." Ryan menundukkan kepala, "Dia memintaku untuk menjemput kalian."


Ryan hanya bisa mempersilahkan Tania dan Wina menaiki mobil Rolls Royce Wraith. Karena Lea sudah pergi duluan menaiki mobilnya sendiri.


Didalam mobil, Wina merasa canggung juga sedikit khawatir. Sebaliknya, Tania sangat tenang. Dia menatap pemandangan diluar jendela. Sekarang dia sangat ingin rencana Lea berhasil, dan yang terbaik adalah jika bisa membuat Daniel mencampakkan nya lebih awal.


Dengan uang yang ditinggalkan ayahnya, kelak tidak perlu mencemaskan kehidupannya dan anak-anak nya.


Mereka sekeluarga akan menjalani kehidupan yang sederhana dan juga bahagia!


Saat Tania sedang mengkhayal, mobil sudah tiba di aula perjamuan lapangan golf Lukehills.


Angin malam ini sangat kuat. Saat Tania turun dari mobil, angin menerbangkan roknya, dan dia segera menahan roknya.


Pose yang memesona itu sangat mirip dengan gaya Marilyn Monroe.


Tiba-tiba sebuah kilatan cahaya berkelebat.


Tania mengangkat pandangannya, dan menemukan seorang pria asing yang tampan dan elegan sedang memotretnya diam-diam dengan ponsel.


Menyadari Tania sedang melihatnya, wajah pria itu memerah dan segera mengarahkan layar ponselnya pada Tania memberi isyarat bahwa dia sudah menghapus poto itu.

__ADS_1


"Tania, banyak pria yang melihatmu." Lea berkata sambil tersenyum usil, "Lihatlah, gaun yang ku pilihkan untukmu sangat bagus, kan? Sekarang kamu menjadi pusat perhatian banyak orang. Hanya saja, riasanmu sedikit tipis."


Tania tidak memedulikannya. Dia terus berjalan mengikuti Wina.


Wina dan Ryan juga tidak bicara. Lea sama sekali tidak peduli, tujuannya sekarang sudah tercapai.


Di dalam aula perjamuan yang megah, cahaya lampu yang indah menerangi aula itu bagaikan siang hari.


Suara musik yang merdu dan romantis terdengar disetiap sudutnya, para tamu yang mengenakan pakaian indah mengangkat sampanye, dan berbincang dengan sikap yang sopan.


Begitu Lea berjalan masuk, dia langsung menjadi pusat perhatian banyak orang, orang-orang menyapanya dengan antusias. Menyadari kehadiran Tania, ada banyak orang menanyakan identitasnya kepada Lea.


Lea langsung menarik Tania mendekat dan memperkenalkannya pada semuanya, "Ini adalah temanku, Tania. Aku membawanya kesini untuk melihat-lihat, tolong kalian jaga dengan baik, ya?"


Tania mengumpat dalam hatinya, wanita licik ini benar-benar tidak tahu malu...


Datang melihat-lihat?


Bahkan dulu saja, saat bersama ayahnya dia sering mengunjungi acara perjamuan seperti ini.


Saat Tania ingin menolak, tiba-tiba terdengar suara seorang pria, "Dia tidak bisa berdansa!"


Lalu, sepasang tangan yang kecil dan putih memakaikan jas hitam pada tubuh Tania.


Tania menoleh dan langsung terkejut.


"Viktor!" Lea berseru kaget, "Kenapa kamu bisa ada disini?"


"Kenapa? Tidak menyambutku?"


Hari ini, Viktor memakai setelan jas sederhana berwarna putih kuam, yang membuatnya semakin tampan dan istimewa.

__ADS_1


Keindahan yang luar biasa ini sudah menarik perhatian banyak gadis yang ada di aula itu.


"Mana mungkin." Lea menatap Viktor dan Tania sambil tersenyum samar, "Kalian saling mengenal?"


"Aku dan Tania adalah teman semasa kuliah, juga teman baik semasa kecil." Viktor berkata terus terang sambil merangkul Tania, "Selain itu, aku juga pelindungnya!"


"Aku mengerti. Sama seperti aku dan Daniel." Lea tersenyum penuh makna.


Pembahasan ini secara tidak sengaja telah mengingatkan Tania, bahwa dia pernah berjanji untuk tidak pernah bertemu lagi dengan Viktor...


Jika ini sampai terlihat oleh Daniel, maka dia akan mengamuk lagi...


Saat memikirkan ini, Tania mengelak setengah langkah. Viktor merasa sedikit terkejut, ada rasa kecewa dalam tatapan matanya.


"Karena ada yang menjaga Tania, maka aku tidak akan mengganggu lagi."


Lea tersenyum, lalu berbalik dan pergi.


Ryan mengikutinya untuk pergi mencari Daniel.


Wina melihat Tania sekilas, lalu mengikuti mereka juga.


Tania buru-buru menyusul, tetapi dia ditarik oleh Viktor, "Tania, kita bicara sebentar."


Tania melepaskan tangan Viktor, "Viktor, kita sudah sepakat untuk menjaga jarak."


"Eh... " tangan Viktor terhenti di udara, ekspresinya terlihat sangat sedih.


"Maaf!"


Tania tidak berani melihatnya, lalu pergi dengan menundukkan kepala. Baru saja berjalan beberapa langkah, tiba-tiba dia menyadari bahwa Daniel sedang menatapnya dari tempat yang tidak jauh darinya.

__ADS_1


Tangannya memegang gelas berkaki dan dia dikelilingi oleh beberapa pebisnis elegan disekitarnya, sepertinya mereka sedang membahas urusan bisnis.


Dia beberapa kali menanggapi mereka, tetapi matanya terus tertuju kearah Tania!


__ADS_2