
"Ku sarankan kau menyerahlah, selera Pak Presdir terlalu tinggi, tidak akan menyukai barang bekas sepertimu."
"Orang gila!" Tania sama sekali tidak ingin meladeni orang gila seperti dia. "Keluar!"
"Kamu hanyalah perempuan bekas Stanley yang sudah bosan denganmu, masih pura-pura jual mahal?" Alex membuka kancing bajunya sambil mendekatinya dengan licik.
"Mendapatkan Pak Presdir itu mustahil bagimu, lebih baik denganku saja, aku sekarang punya jabatan tinggi di Sky Well, dengan gaji tahunan milyaran. Aku bisa tertarik padamu saja, itu sudah berkah bagimu."
"Kamu menjijikkan!" Tania menatapnya dengan jijik.
"Jika kamu mendekat lagi, aku akan bwrteriak!"
"Teriaklah!!" Alex tersenyum penuh kemenangan.
"Apa kamu tidak tahu, ini sudah jam pulang kerja? Orang-orang di lantai 13 semuanya sudah pulang. Bahkan jika aku melakukannya disini, kau tidak akan bisa melawan!"
Setelah mengatakan itu, dia melepas bajunya dan mendekati Tania.
"Keluar...... " Tania berteriak sambil mendorong Alex agar ia tidak mendekat.
Tapi Alex justru lebih mendorongnya ke wastafel, siap untuk menarik handuknya.
Tiba-tiba telepon berdering di saku Tania.
Kemudian, pintu di ruang ganti ditendang terbuka dengan suara yang keras.
__ADS_1
Alex di tendang dan terlempar, menabrak dinding dan jatuh ke lantai.
"Awwww!" Dia memegangi perutnya dan menyeringai kesakitan.
Sebelum Tania sempat bereaksi, pipinya dicubit, ia mengangkat kepalanya, lalu melihat sebuah wajah muram yang angkuh, dan dia langsung terkejut. "Pak Presdir.... "
"Di kantor ingin berhubungan ****, apa kau sudah tidak mau lagi bekerja disini?" Daniel menatapnya dengan tajam.
"Tidak, bukan...... " Tania buru-buru menjelaskan. "Saya hanya ingin mengeringkan pakaian saya, tapi manajer Alex memaksa masuk dan merayuku.... ! Jika anda tidak percaya, anda bisa cek CCTV diluar."
"Bukan, Pak, wanita ini yang merayuku... " Alex buru-buru bangkit dan menjelaskan.
"Pak, anda mungkin belum tahu, Tania adalah wanita tidak bermoral. Empat tahun lalu, tunangannya memutuskan hubungannya, lalu dia ke bar bermain dengan gigolo membuat ayahnya marah hingga lompat dari gedung, semua orang tahu peristiwa ini..... "
"Ahhhh"
Sebelum Alex selesai berbicara, dia ditendang oleh Daniel dan memuntahkan sedikit darah.
Daniel menggosok alas sepatunya di karpet, seakan merasa bahwa menendang Alex telah mengotori sepatunya.
"Pak, tolong dengarkan penjelasan saya... " Alex berkata dengan susah payah.
"Saya dan Tania sudah saling kenal selama lima tahun, dan dia selalu merayu saya.... "
"Ucapkan satu kali lagi, potong lidahnya!" Perintah Daniel dengan aura membunuh.
__ADS_1
"Siap!" Ryan menyeret Alex ke dinding dan mencengkram lehernya.
Alex merasakan ancaman yang begitu mengerikan, matanya melebar ngeri, gemetar ketakutan.
Tania juga tertegun, dia tidak menyangka bahwa Daniel bisa begitu kejam, dia juga tidak menyangka bahwa Daniel akan mempercayainya......
Tiba-tiba Daniel mendekati Tania, dengan tubuh tinggi dan tegapnya, ia menyelimuti tubuh Tania dalam pelukannya.
Seperti seekor singa yang menyandera mangsanya di bawah cakarnya.
Mata Tania membelalak, menatapnya dengan takjub, jantungnya berdebar kencang seakan ingin keluar dari dadanya.
Tidak berani bergerak sama sekali!
Dia perlahan mendekat, bibir dinginnya yang tipis akan menyentuh dahinya. Tania tanpa sadar menutup matanya, gemetar karena gugup.
Tapi......
Alih-alih menyentuhnya, dia malah mengambil sesuatu dari saku handuknya.
Dia membuka matanya, tercengang melihat ponsel yang digenggam ditangannya......
Ternyata dia datang untuk mengambil ponselnya!
Ponselnya ada di saku handuknya dan dia tidak sengaja membawanya turun, lalu nada dering telepon barusan juga berasal dari ponselnya......
__ADS_1