Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 272


__ADS_3

Wajah Tuan Besar langsung merekah begitu teringat ketiga anak itu, "Barusan aku menelpon mereka, mengajak mereka keluar makan."


"....." Daniel mengernyitkan kening, "Yang benar saja? Anak yang baru kenal beberapa hari, kenapa sudah seperti cicit kandung sendiri?" Daniel merasa cemburu.


"Tiga anak ini berjodoh denganku." Tuan Besar tertawa, "Pertama kali aku melihatnya, aku merasa sangat dekat dengannya. Selain itu, aku juga merasa mereka sedikit mirip denganmu. Kepribadiannya juga mirip terutama Carlos...."


"Tunggu!" Daniel menyela ucapan Tuan Besar, dan berkata dengan tidak senang, "Tiga anak ha...."


Tiba-tiba ucapannya berhenti, dan mengubah cara bicara, "Jangan sembarang mengaitkannya padaku, aku tidak punya banyak hubungan sembarangan seperti itu!"


"Sudah kuduga kamu ini sangat berhati-hati dalam hal itu, kalau tidak, aku sungguh mencurigai ketiga anak itu milikmu." Tuan Besar meliriknya dan mendesah.....


"Dulu aku selalu mengatur mu, tidak membiarkanmu bertindak sembarangan diluar. Sekarang ketika melihat ketiga anak itu, aku sungguh berharap kamu pernah bertindak sembarangan diluar, walaupun itu hanya sekali juga baik."


"Apa kamu sudah pikun?" Wajah Daniel suram, "Kekacauan macam apa ini?"


"Sudah, sudah. Malas bicara denganmu." Tuan Besar berdiri dan berjalan keluar, "Bocah busuk sepertimu sangat kolot, tidak asyik. Lebih baik aku bertemu cucu kecilku itu, mereka lebih menggemaskan."


Daniel kehilangan kata-katanya, teringat hubungan Tuan Besar dengan anak dari Viktor begitu baik. Hatinya langsung tidak nyaman. Ia mengambil gelas alkohol disamping dan meminumnya dalam tegukan besar...


"Tuan Daniel...." Ryan mengingatkan sembari berbisik, "Apa Tuan Besar akan menyadari identitas ketiga anak itu? Apa kita perlu mengingatkan Nona Tania?"

__ADS_1


"Ia bukan wanita tak berotak." jawab Daniel kesal, "Ia sendiri tidak bisa berpikir?"


"Baik, baik, baik!"


******


Kaki pendek dan gemuk Carla berlari mendekat, "Mami, Mami, nanti malam kami ingin keluar makan bersama kakek. Aku ingin memakai rok putri berwarna merah muda itu. Dimana Mami menaruhnya?" ucapnya penuh semangat.


Tania tercengang dan bertanya dengan ragu, "Kakek? Kakek yang mana?"


"Kakek yang menjaga kami di rumah sakit." Carla mengangkat mengangkat kepala kecilnya dan berbicara dengan polos, "Ia bilang akan mentraktir kami makan makanan barat di Istana Anak-anak."


Dalam seketika, wajah Tania berubah dan langsung bertanya, "Kakek siapa yang dimaksud Carla, apakah kalian Tahu?"


"Tuan Besar dari Grup Sky Well." jawab dokter spesialis anak dengan tersenyum. "Ia juga merupakan bos besar kami."


Tania panik, dan segera mencari Carlos dan Carles. "Carlos, Carles..."


"Mami, kami disini." jawab Carlos yang sedang bermain lego bersama Carles didalam kamar.


"Carlos, Carles, Mami ingin bicara dengan kalian."

__ADS_1


"Mami kenapa?" Carla ikut kedalam kamar mengikuti Tania, "Apa Mami tidak ingin kami makan bersama kakek?"


"Bukan..."


Tania menutup pintu memeluk Carla duduk diatas karpet, lalu bertanya...


"Bagaimana kalian bisa mengenal kakek itu? Dan juga apa yang terjadi dengan kaki Carles? Bu Desy dan Bu Brenda sudah menjelaskan garis besarnya. Tetapi, Mami ingin memahami beberapa situasi lainnya dari kalian."


"Mami, kakek sangat baik pada kami.... kakek bilang, dia akan menjadi pelindung kami. Jika ada yang menindas kami, dia akan membantu kami memberi pelajaran kepada orang itu..... "


"Benar, benar. Kakek berkata demikian."


"Berhenti." Carlos memotong ucapan Carles dan Carla. "Lebih baik, aku yang bicara saja."


Tania yang mendengar itu, menganggukkan kepala.


Carlos menceritakan insiden kejadian setelah pulang sekolah, kemudian menjelaskan detil selanjutnya dalam rumah sakit kepada Tania. Pada akhirnya juga menceritakan kemunculan Daniel...


Maaf geys🙏dua bab dulu, lg nggak enak badan. jd isi cerita kurang pjg🤧🤧


inshaAllah besok lnjt... up

__ADS_1


__ADS_2