Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 69


__ADS_3

"Dokter Lily, setelah mobil berhenti, kamu kembali saja. Aku akan masuk sendirian."


Tania tahu bahwa ini adalah perjamuan Hongmen yang sengaja di persiapkan Kety untuk mempermalukan nya.


Dia tidak ingin Lily dan yang lainnya melihat adegan tersebut.


Bahkan tidak ingin mereka tahu tentang masa lalu dan keberadaan anaknya.


"Nona Tania, jangan masuk sendirian.... "


"Tidak apa-apa." Tania bersikeras, "Antar saja aku sampai di depan pintu."


"Baiklah."


Mobil berhenti, Lily dan staf medis turun dari mobil terlebih dahulu, lalu berjalan memutar untuk membuka pintu mobil.


Pada saat ini, Stanley bergegas untuk menyambutnya, "Selamat datang, Presdir Daniel."


"Halo Presdir Daniel, aku adalah istri dari Stanley, nama saya Al..... "


Sebelum Alisia selesai berbicara, pintu mobil terbuka dari dalam, dan wajah Tania yang bersih dan cantik muncul di depannya...


Alisia tercengang, "Tania?"


"Tania? Kenapa kamu disini?" Stanley juga sangat terkejut.


"Bibi mengundangku datang kesini."

__ADS_1


Tania menanggapi dengan santai kemudian mengangkat tangannya, dan kedua staf medis segera membantunya keluar dari mobil.


Disisi lain, Lily telah menurunkan kursi roda kemudian menopang Tania ke kursi roda.


"Bagaimana kamu bisa naik mobil sebagus ini?" Alisia mencibir, "Sewa, kan? Kamu bahkan menyewa beberapa pelayan, bagus sekali aktingmu."


Tania hanya sekilas menatapnya tanpa bicara.


Dani buru-buru berbisik, "Nyonya, ini mobil keluarga Daniel. Aku pernah melihat pengawal yang mengendarai mobil ini dan dia adalah salah satu pengawal pribadi Presdir Daniel."


"Bagaimana mungkin?" Alisia mengungkapkan keraguannya, "Bagaimana mungkin mobil keluarga Daniel mengantar Tania kesini? Dia bukan siapa-siapa sekarang.... "


"Nyonya Alisia." Lily akhirnya tidak bisa menahan diri untuk tidak bicara, "Nona Tania adalah tamu VIPVIP Presdir Daniel.... "


"Dokter Lily." Tania menyela, "Terima kasih telah mengantar saya kesini, kalian kembali saja."


Lily tahu bahwa Tania mungkin tidak ingin membuat kekacauan, jadi dia tidak banyak bicara kemudian masuk ke mobil bersama supir dan staf medis.


"Tania kamu luar biasa, begitu cepat merayu bos... " Alisia menghina, "Kamu tidak memiliki keterampilan lain selain mencari pria."


"Diam!" Stanley berteriak dengan marah.


"Kenapa kamu meneriakiku?" Wajah Alisia memerah karena marah, "Apakah aku telah mengatakan sesuatu yang salah?"


"Jangan sembarangan membicarakan Presdir Daniel." Stanley mengerutkan kening kemudian memperingatkan, "Apakah kamu ingin merugikan keluargaku?"


Setelah Alisia melihat penampilan Stanley yang begitu serius dan pernah mendengar bahwa Daniel tidak suka di ganggu, jadi lebih baik tutup mulut.

__ADS_1


"Saya terluka dan tidak bisa bergerak bebas." Tania menjelaskan, "Karena cedera ini terjadi ketika bekerja, jadi bos meminta dokter untuk mengantar saya kesini, itu saja."


Dia tidak ingin memanfaatkan nama Daniel, lagipula ia tidak memiliki hubungan dengannya.


Jika kelak terungkap, maka masalah akan semakin rumit.


Dia hanya orang biasa yang ingin menjalani kehidupan normal, tidak pernah terpikir untuk bergantung pada siapa pun.


Selain itu, Daniel bukanlah seseorang yang mudah di rayu.


Memprovokasi dia, jauh lebih berbahaya!


"Ternyata begitu... " Alisia merasa lega ketika mendengar penjelasan ini, "Aku kira kamu orang yang luar biasa, tapi ternyata hanya ingin memanfaatkan orang lain untuk meninggikan dirimu sendiri, sunguh sia-sia."


"Jangan banyak bicara." Stanley sangat kesal padanya.


"Kenapa kau terus membicarakanku?" Alisia menghentakkan kakinya dengan marah.


"Astaga, bukankah ini Tania?" Kety menyapanya dengan hangat dan munafik, "Aku belum melihatnya selama beberapa tahun ini, kamu masih sangat cantik. Ah, kenapa kamu duduk di kursi roda? Apa yang terjadi?"


"Dia terluka, antar dia masuk ke dalam." Stanley memberi isyarat.


Dani segera mendorong kursi roda Tania.


Alisia menarik ibunya kesamping dan menegur dengan tidak senang, "Ma, apa-apaan ini. Kenapa Mama mengundangnya? Apakah Mama ingin memalukanku?"


"Anak bodoh, aku ingin membantumu melampiaskan amarah."

__ADS_1


__ADS_2