Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 203


__ADS_3

"Bukan.... "


"Lebih baik kamu diam." Daniel meremas dagunya dan memperingatkan dengan dingin, "Sekarang jika kamu memohon untuknya lagi, ia akan mati lebih tragis!"


Daniel semakin tidak segan terhadap Stanley, lebih baik tidak mengungkit masalah Stanley.


Tetapi, Daniel akan menginterogasi Kety, apakah identitas anaknya akan terungkap? Tania sangat khawatir.


Tania resah, tiba-tiba ponselnya berdering. Sebuah nomor baru dari negara M, nomor belakangnya 7777.


Sejenak, Tania langsung tahu bahwa ini adalah nomor telepon Viktor.


"Halo!"


"Tania, kamu baik-baik saja, 'kan?" suara Viktor terdengar lemah dan gelagapan.


"Aku baru tahu masalahmu tadi, para media itu menjijikan sekali, bisa-bisanya mereka memfitnahmu... "


"Aku baik-baik saja. Viktor, jangan cemas, semua masalah sudah ditangani... "


Tania belum selesai bicara, ponselnya tiba-tiba diambil Daniel dan mode pengeras suara dinyalakan...


Tania ingin mengambil kembali ponselnya, tetapi lengannya malah dicekal Daniel.

__ADS_1


"Sudah ditangani? Bagaimana caranya?" terdengar suara Viktor, "Aku baru saja meminta pamanku menghubungi media. Kalau memang perlu, aku bisa bersaksi untukmu. Semalam kamu bersamaku, sama sekali tidak... "


"Tuan Viktor tidak perlu repot-repot."


Daniel menyela ucapan Viktor, terlihat sopan tapi sebenarnya arogan.


"Kamu, kamu... " Viktor bertanya dengan ragu-ragu, "Daniel?"


"Ayahmu saja menghormatiku dengan memanggilku Tuan Daniel, kamu malah berani menyebut namaku langsung. Ternyata anak muda memang berani!" Daniel mencibir, "Dengar-dengar tubuh Anda lemah dan berpenyakit. Banyak-banyak istirahat, semoga lekas sembuh."


"Kamu... "


Daniel langsung menutup telepon, tanpa mendengar ucapan Viktor lagi.


Tania tercengang ditempat, "Bagaimana bisa kamu... "


"Itu bukan kencan... " Tania kalang kabut, "Kenapa kamu langsung marah? Bukankah tadi kamu bilang Presdir arogan tak berotak hanya ada di novel... "


"Berita itu palsu, jadi aku tidak beragumen denganmu. Tetapi kencanmu dengan Viktor adalah fakta... " Daniel melonggarkan dasinya dan mendekatinya, "Tampaknya aku harus menaruh jejak di tubuhmu, agar kamu ingat selamanya!"


"Apa yang ingin kamu lakukan? Kita sedang dimobil, jangan sembarangan.... " Tania mundur ketakutan.


"Iya, biar kamu rasakan bagaimana hubungan intim dimobil yang sesungguhnya... "

__ADS_1


Daniel menekannya bagaikan binatang buas, menahan Tania dibawah badannya. Tania baru saja ingin meronta, namun Daniel telah meraih pergelangan tangannya dan menaruhnya diatas kepala.


Bibir tipis dingin itu menyapu mata, pipi, bibir Tania, lalu menggigit daun telinganya dengan ringan...


"Katakan, apa yang kalian lakukan semalam?"


"Tidak ada... " Tania menghindari bibirnya dengan panik, napas panas itu menggoda dirinya. Membuat dirinya mati rasa, seolah disengat listrik hingga sekujur tubuhnya gemetar.


"Apa hubunganmu dengan Viktor itu?"


Bibir Daniel pelan-pelan menurun, dengan ringan menggigit leher indahnya, lalu tulang selangkanya...


"Hanya teman kuliah, tidak ada hubungan apa-apa." Tania gemetaran, kedua tangannya tidak sanggup mendorongnya, "Jangan berulah lagi, cepat lepaskan aku... "


Walaupun ini mobil MPV, ada sekat pembatas dengan bagian pengemudi, dan jendelanya memiliki pengaturan privasi.


Tetapi, Tania merasa ada banyak mata yang sedang melihatnya. Ia takut, malu dan gugup...


Di saat ini, Daniel tiba-tiba menggigit pundaknya. Rasa sakit itu untuk mengingatkannya, bahwa ia adalah miliknya...


"Ah~~" Tania berteriak kesakitan, ia mendorong Daniel dengan spontan.


Dan disaat ini lagi-lagi ponselnya berdering, ia menoleh dan melihat nama Alisia.

__ADS_1


Nama ini seperti sedang mengingatkannya...


Benar sekali, seharusnya ia menahan Daniel untuk tidak pergi menginterogasi Kety dan Frank...


__ADS_2