
Lily membawa Tania ke pusat desain pribadi yang disebut 'Permaisuri' di pusat kota.
Hari ini toko ditutup dan ada belasan staf serta tiga perancang busana terkenal level internasional yang melayani Tania seorang diri.
Tania ketakutan sehingga menarik Lily dan berkata, "Jangan berlebihan."
"Tenang saja, aku sudah mengatur semuanya."
Lily menopang Tania untuk duduk di aula dalam, pertama-tama mengobati lukanya dan membalut nya kembali, kemudian perancang busana mulai mendandani nya.
Dulu Tania pernah menerima perlakuan serupa. Ayahnya mendatangkan penata busana profesional untuknya setiap kali ada perjamuan besar, Tania mengundang mereka kerumahnya untuk mendandani nya.
Perancang busana 'Permaisuri' ini sangat sulit untuk disewa, hanya setiap ulang tahunnya sekali bisa ia sewa dan juga harus membuat janji setengah tahun sebelumnya.
Tapi hari ini, Daniel langsung memesan tempat untuknya dan meminta semua orang untuk melayaninya.
Ini cukup untuk menunjukan bahwa kekuasaan Daniel jauh lebih besar daripada yang dia bayangkan...
Tania merasa semakin gelisah ketika memikirkan hal ini. Pria seperti itu jangan di ganggu, jika tidak, maka habislah.
Tania merasa waktu berlalu sangat lambat....
Satu jam telah berlalu dan mereka masih mengelilingi Tania melakukan riasan dan penataan, akhirnya dia tertidur di sofa.....
Mereka saling memandang sambil tersenyum merasa Tania sangat imut.
__ADS_1
"Pelan-pelan ya, karena dia terluka di leher dan bahu kanannya." Bisik Lily.
"Baik." Mereka bergerak pelan.
"Ah, Presdir Daniel!" Tiba-tiba seorang penata rias berseru.
Lily dan penata rias semua menoleh...
Sejak kapan Daniel ada disana, setelan hitam elegan menonjolkan sosoknya yang tegap dan tinggi, wajahnya semakin tampan dan menawan dibawah cahaya, dan sepasang mata hitam legam yang lebih menyilaukan daripada cahaya.
Saat itu, Daniel diam-diam menatap Tania dari cermin....
Di saat seperti ini, wanita ini malah tertidur.
"Halo, Presdir Daniel!" Semua orang menundukkan kepala dan memberi hormat.
Semua orang dengan cepat menjadi tenang, bergerak pelan dan lanjut bekerja.
Daniel mendekat, kemudian duduk di sofa tunggal disampingnya, dengan satu siku bertumpu pada sandaran tangan, meletakkan dagunya dan diam-diam menatap Tania.
Ini sangat aneh, selama ini ada begitu banyak wanita yang berbondong-bondong datang padanya dan memeluknya, tapi hanya wanita ini yang mampu menggetarkan hatinya....
Dia merasa tertarik ketika Tania memperlakukannya jadi seperti Gigolo dan ingin terus bermain dengannya.
Ketika Tania memaksanya untuk menerima wanita kaya, dia sangat marah dan ingin mencekiknya sampai mati.
__ADS_1
Ketika Tania mencoba untuk menipunya, dia sangat membencinya.
Ketika melihat Tania di buli oleh Alex, dia menjadi sangat marah.
Ketika Alex menikam nya, dia ingin membunuh Alex.
Ketika dia mengetahui bahwa Tania dihina oleh keluarga Kety, hanya ada satu pemikiran dibenaknya, yaitu membalas dendam sepuluh kali lipat!!!
Karena itu, dia dengan hati-hati mengatur permainan malam ini.
"Meow~~"
Tiba-tiba terdengar suara kucing dan perlahan kucing putih berjalan keluar dari ruangan, membangunkan Tania dari tidurnya.
Tania membuka matanya dengan linglung, dan bertanya sambil menguap.
"Apakah sudah siang?"
Penata rambut disebelahnya tidak bisa menahan tawa, tapi ketika melihat Daniel, dia langsung menundukkan kepala dan tidak berani mengeluarkan suara.
"Nona Tania, Anda tidur selama setengah jam." Lily berkata sambil tersenyum, "Sudah hampir selesai."
"Oh!" Tania kemudian teringat bahwa dia sedang melakukan penataan di 'Permaisuri'. Dia melihat dirinya di cermin dan hanya bisa menghela napas, "Apakah ini aku? Sangat cantik.... ah!"
Sebelum dia selesai berbicara, dia terkejut karena melihat Daniel di cermin.
__ADS_1
Dia memegang gelas anggur dengan satu tangan dan memegang dagunya dengan tangan yang lain sambil menatapnya dengan santai. Tidak ada ekspresi di wajahnya, tapi ada hal yang mengganggu di matanya.....
Dia benar-benar cantik bukan karena riasan, tapi kecantikannya murni dan alami seperti bidadari yang jatuh ke dunia.....