Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 52


__ADS_3

"Lepaskan Roxy ku__ __"


Bibi Juli datang dengan membawa dengan pisau dapur. Badannya yang gemuk membuat seluruh rumah bergetar saat dia berlari.


Saat Black Tiger ingin menghajarnya, tiba-tiba dia sadar, bahwa mobil milik Daniel sudah datang.


Dia tidak berpikir banyak. Satu kaki menendang bibi Juli, lalu menyingkirkan Carles dan Carla, kemudian dia bersiap mengangkat sangkar burung beo dan kabur, tetapi malah tersandung oleh Carles.


Dia dengan segera bersandar pada tembok dan tidak terjatuh, tetapi sangkar burung beo malah terjatuh ke tanah.


Secara otomatis pintu sangkarnya terbuka, dan Roxy buru-buru terbang keluar.


"Hei!" Black Tiger menjulurkan tangannya hendak menangkapnya, tetapi malah tercabut sehelai bulunya saja.


"Kalian sungguh menghalangiku!!!"


Black Tiger sangat marah, ketika bersiap untuk membantainya, tiba-tiba dia melihat sebuah kotak perak di dalam sangkar, dan itu adalah kotak yang sebelumnya tersimpan chip yang dicari-cari.


Di kotaknya juga diikat dengan simpul kupu-kupu yang berwarna merah muda....


Black Tiger mengambil kotak itu dan menggoyangkan nya. Ternyata, ada barang di dalamnya dan dia sangat gembira. "Tidak disangka, dan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkannya."


"Tidak bisa, itu tidak boleh dibawa pergi." Bibi Juli ingin menghampirinya untuk merebut.

__ADS_1


"Awas, barang ini milikku." Black Tiger mengeluarkan sebuah belati dan mengarahkan padanya.


Bibi Juli ketakutan hingga bergetar, dia tidak berani mendekatinya. Di saat ini, dari luar masuklah segerombolan orang.


Tanpa melihat apa isi di dalam kotak, Black Tiger langsung segera membawa kotaknya dan lompat dari balkon.


"Jangan bergerak!"


Melihat Black Tiger membawa kabur kotak berisi chip, Ryan buru-buru membawa orang untuk mengejarnya.


"Hu.... Hu.... " Carla duduk di lantai balkon dan menangis, wajah merah mudanya memerah, air matanya tidak berhenti mengalir bagaikan manik-manik yang terputus benangnya, "Roxy, Roxy ku."


"Carla, lihat. Roxy kembali." Carles menunjuk atap yang tidak terlalu jauh.


Roxy mengepakkan sayapnya dan terbang kembali, bertengger dibahu Carla, menyeka air mata di wajah kecil Carla dengan kepala kecilnya yang hijau, "Carla, Carla!"


"Karena Roxy menelan sebuah chip yang sangat penting." Carles mengerutkan keningnya dan menjelaskannya dengan serius, "Mereka menerobos kesini untuk chip itu."


"Carlos, Carles, Carla, bibi Juli!"


Tania dengan tergesa-gesa berlari pulang, melihat pintu rumahnya rusak diterobos, berantakan di mana-mana, dia mengira terjadi sesuatu pada keluarganya. Dia ketakutan hingga kedua kakinya lemas.


"Mami__ __"

__ADS_1


Carles dan Carla berlari turun dari balkon, dalam sekejap masuk dalam pelukan Tania.


"Mami, tadi aku sangat ketakutan, ada orang jahat mengikat ku dan Carles." Carla menjelaskan kejadian yang baru saja terjadi dengan gerakan.


Carles menambahkan dengan khawatir, "Mami, orang itu merampas chip."


"Chip apa?" Tania buru-buru bertanya.


"Benda yang ditelan Roxy." Carles menjelaskan padanya, "Orang-orang itu menerobos kesini karena benda itu... "


"Itu tidak penting, yang penting kalian baik-baik saja." Tania merangkul kedua anaknya kedalam pelukannya, "Mana Carlos?"


"Carlos tidak pulang." Tiba-tiba bibi Juli panik, "Gawat, mungkinkah mereka mengikat Carlos?"


"Ah!!" Carles takut hingga wajahnya pucat, dia buru-buru mengingatkan, "Kita lapor Polisi saja."


Mata besar Carla yang seperti anggur ungu mendadak berlinang air mata lagi. Begitu menggerakkan mulut, terlihat jelas bahwa dia akan segera menangis.


"Ya, lapor Polisi. Mami segera lapor Polisi." Tania buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk melapor polisi. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara yang familiar dari belakangnya, "Mami."


"Carlos!!" Tania berbalik dan melihat Carlos, saking senangnya hingga hampir menangis, "Baguslah kamu sudah pulang, membuat Mami takut saja."


"Carlos baik-baik saja." Carlos seperti orang dewasa, menggandeng adik-adiknya dan memeriksa__ __

__ADS_1


"Kalian baik-baik saja, kan? Kata Bu Brenda, kalian diikat. Membuatku takut, aku ingin ikut pengawal Grup Sky Well untuk menolong kalian, tapi mereka tidak mau membawaku. Bu Brenda lah yang mengantarku pulang."


"Apa? Orang Grup Sky Well? Carlos, bagaimana bisa kamu mengenal orang dari Grup Sky Well? Sebenarnya apa yang terjadi?"


__ADS_2