
Daniel menggendong Tania meninggalkan tempat itu dari pintu belakang.
Billy yang sudah tahu kejadiannya, dengan cemas menunggu dimobil. Ia meminta maaf dengan rasa bersalah. "Maaf, kakak, aku sungguh tidak menduga... "
'Bam- -'
Daniel menendangnya, "Kalau kamu bukan anak bibiku, sekarang juga aku pasti akan mencekikmu hingga mati!" Gumam Daniel tajam.
Wajah Billy memucat, namun tidak berani berteriak. Ia hanya meminta maaf, "Ini salahku, aku akan terima hukuman. Ia baik-baik saja, kan?"
Daniel memelototinya dengan sadis, lalu menggendong Tania masuk ke mobil Aston Martin.
Tania sudah merasakan efek obat sepenuhnya. Ia seperti rumput laut yang mengelilingi tubuh Daniel. Wajah mungilnya menggosok-gosok leher Daniel serta mencium bau familiar dari tubuhnya...
"Kamu_" Gumam Tania. Kedua tangannya melingkari leher Daniel. Menawarkan ciuman hangat kemudian tangan Tania yang satunya lagi menggerayam kebawah celana yang dikenakan Daniel.
Seketika Daniel menegang, dan yang dibawah sana sudah mengeras tegak!
"Sialan!" Daniel mengerutkan alis, "Kamu dalam pengaruh obat."
Pantas saja ia seperti orang bodoh, terbaring didalam ruangan tadi tak bergerak...
Tania masih menggesek-gesek badannya ke Daniel. Ia mengelilinginya bagaikan api, gairah yang menyala-nyala serta rabaan tangan Tania yang tak berhenti dibawah sana memicu hasrat Daniel.
__ADS_1
Satu tangan Daniel menyetir mobil, satu tangan lainnya merangkul Tania. Membiarkan Tania menggeliat ditubuhnya. Daniel masih bisa tahan.
Tetapi semakin lama, Tania semakin lancang, gerakannya semakin liar. Tangan Tania mulai akan membuka resleting celana Daniel.....
Daniel tidak mampu menahan lagi. Ia menghentikan mobilnya dihutan disekitar pesisir pantai Baron. Daniel menyandarkan Tania ke kursi dan menggigit daun telinganya sembari berbisik denga suara serak, "Kamu yang memulainya.... "
Ia membalas ciuman itu dengan tangguh, bagaikan binatang buas yang sedang menggigit mangsa di depannya.
Tania berantusias bagaikan api yang berkobar-kobar. Ia penuh inisiatif dan berkoordinasi agar Daniel enggan melepaskannya.
Cahaya bulan yang menggoda menembus jendela mobil dan menyinari mereka berdua . Mereka terjalin begitu erat, seperti tanaman yang merambat dan dengan tubuh yang polos mereka melakukan penyatuan yang sangat luar biasa.
Hembusan angin yang begitu dingin. Membuat mereka melakukan penyatuan yang lebih, dan malam itu adalah malam yang panas bagi mereka berdua.
Di pagi hari, cahaya matahari menyilaukan mata Tania. Ia perlahan-lahan terbangun dari tidurnya, membuka mata dan melihat punggung yang familiar...
Tania menatapnya lurus, lalu melihat dirinya sendiri. Tak ada sehelai baju yang tersisa ditubuhnya, hanya ada mantel hitam yang menutupi tubuh nya. Bagian sensitif nya....... ada rasa nyeri seperti dirobek.
Ia terkejut dalam beberapa saat, barulah kesadarannya kembali. Hatinya berdegup kencang lalu berteriak dengan keras....
"Ahhh.... "
Dibelakangnya, suara teriakan ketakutan wanita memecahkan kesunyian pagi hari.
__ADS_1
Daniel sedikit mengernyit, mematikan puntung rokok,lalu berdiri dan berjalan menuju bagasi. Ia mengambil dua botol air minum, lalu duduk dimobil. Membuka tutup botol dan memberikannya kepada Tania.
"Apa yang terjadi?" Tania memegang tangan Daniel, "Apa yang terjadi semalam? Kita..., kamu..., aku...., apa yang kamu lakukan kepadaku?" Tanya Tania penuh kekacauan.
"Apa yang aku lakukan kepadamu? Kamu sendiri yang menggeliat kepadaku tiada henti."
"Aku terpaksa melakukan hal yang enggan ku lakukan, bersikap murah hati kepadamu. Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku."
"Bohong, dasar hidung belang!" Tania mengangkat tangan ingin menampar nya, tetapi lengannya malah dicekal oleh Daniel.
"Setelah memanfaatkan ku, kamu malah main tangan? Benar-benar tidak beretika."
"Jangan coba-coba memfitnahku, aku bukan orang seperti itu... "
Tania melaung dengan menggebu-gebu. Napasnya tidak teratur memperlihatkan dadanya yang naik turun, benar-benar indah dan menggoda!
Daniel memandang kedua puncak gunung putih yang lembut dan montok itu. Tubuhnya, bereaksi tapi tidak menyentuh Tania. Malahan ia membuka rekaman video dikamera dashboard....
"Kamu lihat sendiri!"
"Mau aku... "
Walaupun video itu agak buram, tetapi Tania dapat mengenali orang didalam video adalah dirinya sendiri. Tania sedang duduk diatas tubuh Daniel. Memeluk wajahnya dan menciumnya penuh gairah. Aksi itu bahkan lebih seru dari pada yang di film....
__ADS_1
"Aku... "
Tania tercengang, tidak dapat percaya dengan apa yang dilihat matanya....