Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 107


__ADS_3

Secara singkat, akhirnya chip sudah ditemukan dan dikembalikan dengan lancar dan dilengkapi dengan kebohongan.


Beban Tania selama ini akhirnya lepas. Selanjutnya, ia harus memutuskan niat Daniel. Yaitu memutuskan hubungan mereka berdua...


Dengan begitu, jika identitas anak-anak terungkap, tidak akan ada hubungannya dengan Daniel.


Melihat Daniel membawa anak buahnya berjalan kemari, Tania segera merogoh ponselnya dan bergegas untuk menelpon 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'. Ia bersiap pamer kemesraan mereka didepan Daniel.


Tetapi, begitu telepon tersambung, bunyi dering itu malah berasal dari arah Daniel!


Tania seketika membeku, melihatnya dengan heran. Apakah ini kebetulan atau.....


Daniel tidak berekspresi, ia tetap tenang dan menutup telepon disaku celananya secara diam-diam.


Batinnya malah memaki, ini adalah nomor identitas pribadinya untuk 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' kenapa Tania malah menelpon dihadapannya?


Apakah ia sedang mengujinya?


"Hei!" Ryan yang memahami segala seluk beluk mulai bertindak cerdik. Ia mengeluarkan ponsel menerima telepon, "Ada apa?"


"Benar, benar, chip sudah ditemukan... "


Tania mendengar nada indikator telepon dimatikan dari teleponnya, sedangkan disana, Ryan sedang berbicara ditelepon. Kecurigaannya berkurang...


Tampaknya hanya kebetulan. Saat Tania menelpon, ponsel Ryan juga berdering. Bukan, kenapa nada dering ponselnya sama dengan nada dering 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'?

__ADS_1


Jangan-jangan.... Ryan adalah 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'?


Tania menatap Ryan dengan cermat, ia langsung menggelengkan kepala.


Tinggi Ryan agak pendek satu kepala dari 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'. Keseluruhan fisiknya juga berbeda, ini bukan dia....


Tetapi, berbeda dengan Daniel. Semakin lama melihat, ia merasa Daniel lebih mirip dengan 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' bentuk fisiknya mirip, bahkan sepasang mata itu pun sangat mirip.


Tania menjatuhkan pandangan ke Daniel. Ia sudah berjalan masuk ke lift, diikuti Ryan dan dua pengawal lainnya.


Tania menelpon 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' lagi dan juga mendekati lift untuk mendengar nada dering nya. Jika nada dering ini berdering bersamaan, berarti ada sesuatu yang salah dengan Daniel!


Di dalam lift, Daniel baru saja menyetel ponselnya dengan mode hening, telepon langsung masuk.


Ia tidak tergesa-gesa untuk mengangkat telepon. Ia menunggu lift turun beberapa lantai, baru ia mengangkat telepon, "Halo!"


Tania tidak mendengar nada dering dari lift, kurasa ia sendiri yang terlalu berprasangka.


"Ada apa, katakanlah!" Daniel menyadari jika Tania mulai mencurigainya.


"Apa kamu lupa, kita sudah sepakat, kan? Kamu berpura-pura menjadi pacarku."


"Kamu ingin aku bagaimana?" Tanya Daniel balik.


"Kamu harus bawa mobil untuk menjemput aku setelah selesai kerja." Tania berpikir keras, "Lalu beli lah seikat bunga mawar, nanti aku ganti uangnya!"

__ADS_1


Jika ia tidak berani datang, berarti memang ada yang salah.


"Bagaimana jika bos mu menghajar ku nanti?" Tanya Daniel balik dengan sengaja.


"Tidak akan. Bos ku orang yang beretika, tidak akan sembarangan memukul orang." Jawab Tania balik dengan sengaja.


"Hari ini aku menyuruhmu kemari untuk membuktikan kalau aku punya pacar. Biar bos ku itu menyerah. Orang sombong sepertinya, bertemu sekali denganmu saja, pasti langsung menyerah."


"Ok, Nanti aku kesana. Kirimkan alamat perusahaanmu."


"Baiklah!"


Setelah menutup telepon, Tania sedikit antusias, 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' malah setuju. Ini berarti ia bukan Daniel. Bukan, bisa saja Daniel sengaja melakukan ini agar Tania tidak curiga?


Jika nanti kedua orang ini tidak saling berpapasan, itu belum membuktikan apa-apa.


Tetapi, jika kedua orang ini berpapasan. Berarti dapat dibuktikan mereka bukan satu orang yang sama.


"Presdir, sepertinya Nona Tania sudah mulai mencurigaimu." Ryan mengingatkan dengan lembut.


"Bukankah Billy sudah kembali ke kota Bunaken?" Daniel tiba-tiba bertanya, "Panggil dia untuk menemuiku."


"Baik... " Ryan mengeluarkan ponsel, tetapi dia ada sedikit ke khawatiran dalam benaknya. Dengan lembut ia berkata, "Tuan Billy memang mirip Anda, tidak masalah memintanya untuk berpura-pura menjadi Anda. Tetapi, Billy itu seorang playboy, apakah dia akan..... "


"Dia berani??" Daniel mengernyitkan kening.

__ADS_1


"Oh baik!"


__ADS_2