Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 170


__ADS_3

"Coba ku lihat.... " Daniel menghampiri dan membungkukkan badan memeriksa luka kaki Tania, "Apa berdarah?"


"Sakit sekali.... "


Tania bergegas membalikkan kepala ingin melihat pinggang belakang Daniel. Tapi begitu ia melihat tidak ada sehelai benang pun di tubuh Daniel, ia berteriak sambil menutup mata, "Kamu, kamu, kamu... kenapa tidak memakai baju?"


"Siapa yang memakai baju saat mandi?" Jawab Daniel dingin.


"Dasar hidung belang... " Tania memejamkan mata dengan erat, ia sama sekali tidak berani membuka mata, "Kamu, kamu cepat pakai jubah mandi."


"Sekarang kamu sudah tidak sakit?" Daniel mengangkat alis dan tersenyum.


Dasar, berani-beraninya bermain trik dengannya.


Melakukan begitu banyak trik, bukankah itu karena ingin melihat tato di pinggang belakangnya?


Sekarang di kasih kesempatan untuk melihat, ia malah tidak berani membuka mata?


"Ih, nyebelin!" Wajah Tania memerah karena malu.


Ia berdiri lalu berlari keluar dengan panik.


Melihat wajah malu-malu Tania, Daniel menyunggingkan senyuman bangga. Ingin melawannya? Tania masih kalah jauh...


Tania berlari menuju kamarnya sendiri. Ia bersandar pada pintu dan menghela kan napas lega.


Sebelumnya saat Daniel berendam di dalam kolam berenang. Tania berdiri dengan jarak 3 meter, ia sama sekali tidak melihat jelas tubuh Daniel. Meskipun ia gugup, ia masih bisa berkomunikasi biasa dengan Daniel.

__ADS_1


Tetapi tadi Daniel berdiri di belakangnya dengan tubuh telanjang. Tania sedang berjongkok di lantai, begitu ia menoleh, ia langsung melihat...


Benda perkasa yang besar itu, hampir saja menabrak wajahnya.


Tania benar-benar terkejut setengah mati.


Tidak bisa! Lain kali tidak boleh memeriksa Daniel saat mandi, benar-benar menakutkan...


Daniel mengenakan handuk keluar dari kamar mandi. Ia duduk bersandar di sofa sambil menyesap bir. Ia melihat dinding di sebelah kirinya, teringat wajah Tania yang malu tadi membuat dirinya ingin menggodanya.


Wanita bodoh itu, wajah malunya membuat jantungnya berdebar...


Mengingat kehangatan berkobar-kobar Tania di mobil kala itu. Hasratnya masih belum terpenuhi sepenuhnya, ia ingin mencicipi keindahan Tania sekali lagi.


Tetapi, sekarang Tania sudah mencurigai identitasnya. Jika ia mencari Tania lagi, takutnya akan ketahuan...


Sudahlah....


Daniel minum setengah botol wiski dalam satu tegukan. Ia masih belum mengantuk, akhirnya ia mengacak-ngacak rambutnya yang basah, lalu berdiri menuju balkon melihat pemandangan malam.


Malam ini langit penuh bintang cemerlang, lampu-lampu dari kota jauh saling memantulkan, seolah-olah memperebutkan kegemilangan.


Angin malam bertiup sepoi-sepoi menyejukkan tubuhnya.


"Bibi Juli, kalian sudah tiba? Bagus sekali... "


Suara Tania Terdengar, Daniel menoleh melihat ke arahnya. Wanita itu mengenakan t-shrit berlengan pendek dan berjalan ke balkon menelpon tanpa alas kaki.

__ADS_1


Angin sepoi meniup rambutnya. Ia tampak sederhana dan polos, tapi tetap terpancar keindahan luar biasa...


"Carlos dan... "


Ucapan Tania terhenti. Ia takut pelayan rumah di luar pintu dapat mendengarnya, jadi ia menelpon di balkon. Tetapi kenapa malah bertemu Daniel di balkon?


Ia bertelanjang dada, bagian tubuh bawahnya di bungkus handuk. Ia sedang memegang gelas alkohol, meminumnya di balkon.


Kedua orang ini terpisah hanya berjarak 4-5 meter. Mereka dapat saling melihat dengan jelas. Saat itu, Tania melihat ada tato berwarna hijau di pinggangnya...


Tetapi, belum sempat melihat jelas, Daniel sudah membalikkan badan.


Punggungnya bersandar pada pembatas balkon. Ia tampak santai dan tenang seolah-olah tidak memiliki sesuatu yang di sembunyikan.


Tania menelpon sambil bersandar ke pembatas balkon. Ia menjulurkan leher untuk mengintip, tetapi tetap tidak terlihat punggung belakangnya...


Ia sangat cemas, rasanya ingin sekali kesana untuk memeriksanya langsung...


"Mami, mami... " Terdengar suara Carlos, Carles dan Carla memanggil Tania.


"Tunggu sebentar." Tania memegang telepon masuk ke kamar.


Daniel menghembuskan napas lega. Tadi hampir saja wanita itu melihat tatonya.


Untungnya ia sadar dan langsung membalikkan badan...


Tetapi, ia sedang menelpon dengan siapa? Suaranya begitu lembut dan menggoda.

__ADS_1


Tadi saat sedang berbicara, rasanya dia menyebut nama seseorang 'Carlos', nama seorang pria...


Siapa dia?


__ADS_2