
"Hei!" Daniel menepis tangannya. "Jangan sembarangan!" Gumam Daniel.
"Kenapa?" Kecurigaan Tania semakin besar, "Kenapa tidak mengizinkanku untuk melihat?"
"Perlu dijawab?!" Jawab Daniel dingin. "Jika kamu melihat wajahku, bukankah aku akan diperas olehmu selamanya? Pemerasan ini tidak akan berakhir."
"Uh... " Tania tidak bisa membalas perkataannya.
Karena Tania mengenali tato di pinggangnya, memaksanya menandatangani perjanjian pelunasan hutang. Makanya, setiap hari ia harus mengirim setengah gaji nya untuk Tania.
Akhirnya setengah dari tenggat waktu telah berlalu. Beberapa saat lagi, ia akan terlepas dari semua ini.
Toh Tania juga tidak tahu wajahnya seperti apa, jadi sekalipun bertemu dijalan pun tidak akan mengenalinya.
Tetapi, jika Tania mengenali wajahnya, mungkin hubungan ini tidak akan berakhir....
Ini tampaknya lebih masuk akal!
Memangnya Tania ingin mengenalnya lebih dalam?
"Kalau bukan aku menyentuhmu empat tahun lalu dan membuatmu keguguran, aku pasti tidak akan bermain denganmu!"
Daniel menambahkan kalimat, perkataan ini jujur dari dalam hatinya.
Malam itu ia di beri obat oleh orang lain. Ia menyentuhnya dengan lingkung, bahkan buas bagai binatang buas, sedikit kelonggaran pun tidak ada....
Hingga hari ini ia masih ingat wajah menyedihkannya yang menangis memohon dibawah kakinya. Setiap kali ia mengingat itu, darahnya mendidih dan merasa bersalah...
__ADS_1
"Ada hati juga."
Kecurigaan Tania mengecil. Ia merenung lagi, seorang Daniel yang berstatus tinggi, bagaimana mungkin berpura-pura menjadi Gigolo bar dan bermain peran bersamanya?
Lagi pula, Daniel baru saja mengusirnya dari mobil, tidak mungkin langsung mengganti mobil dan pakaian memjemputnya kembali.
Sekalipun waktu mengizinkan itu terjadi, namun tidak dengan temperamennya!
"Kedepannya, kalau ada apa-apa, jangan panggil aku." Daniel mengalihkan topik, "Aku bukan pengawalmu, kenapa aku harus tiba kapan pun saat kamu memanggilku?"
"Aku tidak ingin merepotkanmu, tetapi selain kamu, tidak ada orang yang bisa kumintai tolong." Tania tak berdaya.
"Mana pacarmu?" Tanya Daniel dingin.
"Aku tidak punya pacar." Tania melirik nya.
"Kamu malah mengingatkanku... "
Tania teringat malam ini bilang kepada Daniel bahwa ia punya pacar. Jika Daniel tahu bahwa ia berbohong, maka tamatlah riwayatnya. Jadi tetap saja harus akting sedikit....
Memikirkan hal ini, Tania menarik Daniel. "Gigolo ku, jadilah pacarku!"
"..... "
Daniel terdiam dan membeku, apa yang terjadi?
Satu jam lalu, wanita menyebalkan ini telah menolak orang yang berstatus tinggi dan tak tertandingi di dunia dengan kejam!
__ADS_1
Sekarang ia malah meminta seorang Gigolo menjadi pacarnya?
Wanita ini gila atau bodoh?
"Kamu jangan grogi, maksudku adalah berpura-pura." Tania menjelaskan, "Akhir-akhir ini ada yang mengejarku. Demi menyingkirkannya, aku sengaja bilang padanya bahwa aku punya pacar... "
Daniel memicingkan matanya. Bagus, wanita menyebalkan, berani mempermainkanku?
"Gigolo ku, bantulah aku sekali ini." Tania menarik lengan bajunya dengan manja, "Aku akan membeli suplemen vitalitas untukmu... "
"Tidak perlu!" Daniel memotong ucapannya, "Siapa yang mengejarmu?"
"Kamu tidak usah tahu, deh." Tania mengatakannya dengan santai, "Kamu hanya berpura-pura, bukan beneran."
"Bagaimana bisa?" Daniel mengalir pembicaraan begitu saja, "Bagaimana jika ia ternyata adalah orang yang keji, bagaimana jika ia balas dendam padaku nanti?"
"Bos ku!" Tania menjawab dengan jujur.
"Yang benar saja, bos mu menyukaimu?" Daniel melirik nya dengan hina, "Wanita abnormal sepertimu? Matanya buta?"
"..... "
Tania merasa ia terlalu banyak berpikir, seorang Daniel tidak akan mengatakan itu kepada dirinya.
"Lagi pula, bos mu begitu hebat. Kamu disukai olehnya, bukankah seharusnya kamu bersyukur? Kenapa malah menolaknya?" Daniel sengaja bertanya.
"Orang besar sepertinya, aku tidak boleh mencari masalah dengannya... " Tania menghela napas, "Sekarang ia mencari kesegaran. Begitu ia bosan, pasti akan menyingkirkan ku. Kemudian saat aku menangis, aku harus mencari siapa?
__ADS_1
Terlebih lagi, temperamennya tidak stabil, suka berubah-ubah, benar-benar gila. Siapa yang tahu ia punya hobi aneh lainnya? Lebih baik aku menghindarinya. Aku ingin hidup!"