Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 26


__ADS_3

"Aww__ __" Tania memegang kepalanya, dan air mata mengalir keluar karena kesakitan.


Bibir Daniel melengkung dan mengejeknya, "Lanjutkan, kenapa dengan bosmu?"


"Sakit, sakit sekali, uuhh... " Tania menutup mulutnya dan meringis.


"Apakah kamu mencoba membalas dendam padaku, atas kejadian waktu malam? Aku tahu, aku salah... ?"


"Salah dimana?" Tanya Daniel.


"Aku seharusnya, tidak menjualmu kepada ketiga wanita kaya itu..... " Tania menyesal.


"Untungnya kamu melarikan diri, Jika tidak, kamu mungkin sudah muntah darah dan mati."


"Tidak mungkin!" Daniel menjawab dengan dingin.


"Kenapa tidak mungkin? Ketiga wanita kaya itu berat totalnya 350 kilogram, mereka bisa membunuhmu." Tania menunjukan hati nuraninya.


"Jika kamu mati, siapa yang akan memberiku uang? Aku tidak akan memaksamu lagi, mari kita pelan-pelan saja...... "


"Akhirnya ada sedikit hati nurani." Daniel sangat puas.


"Lalu, wanita kaya yang memeliharamu memberi berapa sebulan?" Tania bertanya dengan nada penasaran.


"Dia memberikan mobil mewah yang mahal untukmu, tentunya dia sangat murah hati padamu, kan?"


"Mengapa kamu menanyakan ini?" Daniel memiliki firasat yang tidak enak.


"Aku hanya penasaran saja." Tania bertanya dengan ragu.

__ADS_1


"Apakah ada 2 milyar?"


Daniel mengabaikannya.


"1,6 milyar?" Tania menebaknya lagi.


Daniel mengerutkan kening.


" 1 milyar?" Tania menjadi cemas.


"Kau tidak sepelit itu, kan?"


"Sebenarnya apa maumu....? " Daniel geram.


"Apakah kamu ingat isi perjanjian kita?" Tania mendekatinya dan berkata sambil tersenyum


Daniel menyipitkan matanya dengan penuh arti, "Aku tahu itu! Dan kamu adalah wanita yang serakah akan uang dan materialistis, kamu tidak akan berubah.... "


Daniel seharusnya tidak bersikap lunak padanya.


Dia menjualnya kepada ketiga wanita kaya itu, membuatnya sangat marah. Jadi dia sedikit memberi pelajaran tadi pagi!


Tetapi pada malam ini dia mengirimnya pesan bahwa dia sungguh menyesal, dan dia mengatakan dengan tulus. Saat itu juga Daniel mengetahuinya dari manajer bar, bahwa dia menunggunya hingga larut malam.......


Sehingga memaksanya untuk pergi ke bar itu untuk melihat situasinya, kemudian melihat berkelahi dengan beberapa wanita untuk memperebutkan 'dirinya' kembali memaksanya untuk menyelamatkannya lagi.


Daniel berpikir dia benar-benar menyesali perbuatannya, tetapi ternyata dia ingin menjadikannya 'gigolo'-asli, yang menghasilkan uang untuk dirinya sendiri.


"Ini adalah kesepakatan diantara kita berdua."

__ADS_1


Tania takut dia akan memalingkan wajahnya, dan buru-buru menarik lengan untuk membujuknya....


"Sebenarnya, ada baiknya juga memiliki seorang wanita kaya yang bisa memeliharamu. Sumber penghasilan jauh akan lebih baik dari pada melayani para tamu tiap malam. Tapi jauh akan lebih baik lagi jika kamu melakukan keduanya bersama-sama, kamu bisa menghasilkan lebih banyak uang.... "


Tania terus dan terus melanjutkan kata-kata nya dan dia tidak menyadari bahwa raut wajah Daniel semakin suram.


"Kamu bisa mencari lebih banyak wanita kaya untuk memeliharamu. Seorang wanita kaya akan memberimu 1 milyar, jika ada 10 wanita, maka kamu akan mendapatkan 10 milyar. Ahh, kalau begitu aku bisa mendapatkan uang setengahnya dari 10 milyar.... "


Sebelum dia menyelesaikan kata-kata nya, Daniel tiba-tiba mengulurkan tangan dan meraih bagian kepalanya, menariknya ke hadapannya, dan bertanya dengan dingin. "Apa sudah tidak sakit?"


"Hah?" Tania tertegun sejenak, kemudian menjadi gugup. Jarak mereka kurang dari satu inci, dan dia bisa merasakan napasnya dan merasakan aura mengerikan dari dalam dirinya......


Suasana tegang, situasi terlihat berbahaya......


Tania merasa tidak enak, dan buru-buru meminta maaf. "Jangan marah, aku hanya memberimu masukkan. Jika menurutmu permintaanku terlalu berlebihan, kamu boleh membaginya. Empat banding enam, aku empat dan kamu enam.... "


"Sepertinya kamu hari ini belum cukup sial!" Daniel mencubit dagunya dan menyentuh bibirnya dengan ibu jarinya, seolah sedang berpikir bagaimana cara memakan mangsanya.


"Tiga banding tujuh?" Tania buru-buru berkata dengan cemas, "Tidak, mungkin dua banding delapan!"


"Turun!!" Daniel tiba-tiba menghentikan mobil disisi jalan.


"Tuan gigolo, jangan marah..... "


"Turun!!!" Perintah Daniel dengan tegas.


Tania sangat ketakutan, dia buru-buru membuka sabuk pengamannya.


Daniel tidak sabar dan segera mendorongnya keluar dari mobil.

__ADS_1


__ADS_2