
Begitu masuk ke lantai tiga, para pelayan menyambutnya dengan hangat, "Selamat datang!"
"Keluarkan produk terbaru tokomu musim ini, baik pria maupun wanita." Daniel duduk di sofa dengan anggun, menyilangkan kakinya dan menepuk posisi sofa disebelahnya, dan berkata kepada Tania, "Apa yang sedang kamu lakukan? Kemari dan duduk!"
Tania berjalan mendekat dan duduk di sebelahnya. Dua pelayan membawakan kopi dan kue untuk mereka, pelayan membantu mereka mengganti alas kaki yang mereka pakai. Kemudian dua pelayan itu pergi untuk mengganti pakaian.
Tania bergegas ke sisi Daniel dan bertanya dengan pelan, "Apa kamu yakin kamu akan membayarnya?"
Daniel menatapnya dengan dingin.
"Oke, Oke. Aku tidak akan bicara lagi." Tania tahu bahwa kesabarannya akan hilang.
Beberapa pelayan tiba dan mendorong dua baris pakaian, dengan penuh semangat membiarkan Daniel memilih.
Daniel bangkit dan memilih satu set pakaian pria, kemudian dengan santai memilih tujuh set pakaian wanita, "Kemari dan cobalah."
"Aku bilang tidak..."
Tania ingin menolak, tetapi dia tahu temperamen Daniel. Jadi dia hanya pergi dan mencobanya.
Dengan cepat, Daniel mengganti pakaiannya, mengenakan pakaian bersih. Membuatnya jauh merasa lebih nyaman dan terlihat lebih rileks.
Tania terus berganti pakaian, akhirnya, Daniel membeli tujuh set pakaian untuknya.
Ketika kartu digesek, totalnya lebih dari 4,6 milyar.
Melihat itu, hati Tania seolah meneteskan darah.
"Bawa semuanya, kita pergi!"
Tiba-tiba semua kehangatan barusan menghilang...
Mana ada pasangan yang ketika berbelanja, lalu menyuruh wanita itu untuk membawanya.
__ADS_1
Disini, Daniel terang-terangan memintanya membawanya.
Sejak kecil, dia tidak pernah membawa apa pun sendiri, dan di dunianya, ini adalah sebuah hal yang sangat wajar!
Tania tidak bisa berkata-kata, dia terpaksa mengikuti Daniel sambil membawa tas belanja besar dan kecil...
Terlihat Tania seperti asisten kecil....
Pada saat ini ponselnya berdering, Tania hanya bisa meletakkan barang-barang di lantai, "Halo Carlos, kalian sudah sampai di rumah? Mami baik-baik saja, dan akan segera kembali."
Saat berbicara di telepon, pintu lift terbuka, kemudian Tania meletakkan ponselnya diantara wajah dan bahunya, dia sibuk membawa barang-barang.
Daniel hanya menatapnya, tidak sekalipun terpikir untuk membantunya.
Tania kesal sambil mengatupkan giginya, memarahi pria ini dalam hatinya, benar-benar tidak tahu diri!
"Presdir Daniel!" pada saat ini, Ryan dan pengawal bergegas menghampirinya.
"Kalian datang tepat pada waktunya."
"Rumahku." Daniel memutar ponsel ditangannya.
"Aku harus pulang." Tania menjadi cemas, "Anak-anak menungguku di rumah!"
Daniel mengabaikannya, seolah-olah ucapannya barusan sama sekali tidak penting.
Tania menarik napas dalam-dalam, percuma berdebat dengannya. Dia berkata dengan lembut, "Ada banyak hal yang terjadi dirumah, anak-anak merasa tidak aman, jika bibi Juli sudah kembali, aku akan menemani kamu lagi, bagaimana?"
"Berapa lama?" Daniel akhirnya berbicara.
"Seharusnya tidak terlalu lama..." Tania mengamati raut wajahnya, "Aku akan kembali bekerja besok, kita bisa bertemu di kantor."
"Kantor?" Daniel mendekat perlahan, tangannya perlahan masuk ke dalam kemejanya, dan bibirnya dengan lembut menyentuh daun telinganya, "Itu tawaran yang bagus."
__ADS_1
Tania tahu apa yang ia pikirkan, "Maksudku bertemu, bukan itu..."
"Jangan pura-pura." Daniel mengigit daun telinganya, dan napas yang membara menggerakkan hatinya yang bingung, "Tubuhmu tidak bisa berbohong."
"Daniel, uh... "
Sebelum Tania menyelesaikan kata-katanya, bibirnya terhalang oleh Daniel....
Bibir tipisnya dengan paksa membuka bibir Tania dan seakan menyelusurinya, dengan gegabah menyerang setiap inci bibir dan giginya...
Tubuh Tania bergetar di pelukannya.
Didalam mobil, Ryan menyadari aktivitas di belakangnya dan diam-diam menutup tirai.
"Sudahlah, kali ini aku lepaskan!"
Daniel tidak melanjutkan, dengan enggan melepaskan Tania, dahinya menempel di dahinya, memegangi wajahnya dengan satu tangan, Diam-diam menyesuaikan emosinya.
Tania terengah-engah, seperti ikan yang meninggalkan air.
"Kamu harus mendengarkanku, mengerti?" Daniel memerintah dan menggigit telinganya.
"Ya, mengerti." Tania mengangguk pelan. Dia tahu bahwa hanya dengan patuh padanya sekarang, dia dan anak-anak bisa menjalani kehidupan yang damai.
"Pergi ke Jalan Bahagia!" Daniel tiba-tiba memerintah
"Baik." Kedua pria dibaris depan mobil saling memandang dan menghela napas lega.
*******
Hari ini tepatnya hari senin, saatnya Tania kembali untuk bekerja.
Saat tiba diruang kantor presdir, Wina langsung memberi tahu Tania, bahwa dia telah dipindahkan. Yaitu di ruang dokumen sebagaimana Tania bertanggung jawab atas pencetakan dan penyortiran dokumen.
__ADS_1
maaf readers🙏, msh edisi muter2 sampe peang😂😂😆 gk lgsg tau ttg ketiga anaknya, tiap hari encus🤣🤣😝, kawin belakangan😆😆,sebelum menuju kebahagiaan, pasti ada yg namanya pedekate dulu guys mskpn muter ky ikan terbang spt yg ada di indosiar😆😆🤭🤭