
"Jangan main-main." Tania menariknya dan bertanya dengan cemas....
"Aku pergi ke ruanganmu. Mereka mengatakan ada yang mati tadi malam. Dan juga, cek yang diberikan wanita itu telah dibatalkan. Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam?"
"Kita pergi dulu dari sini!" Daniel membawanya pergi dari pintu belakang.
Pengawal wanita kaya itu ingin mengejar mereka, tapi Ryan dengan cepat menendangnya.
Berjalan keluar dari gelapnya malam, suara heavy musik metal berangsur memudar, dan ketenangan perlahan kembali.
Tania buru-buru meminta maaf, "Kemarin itu salahku, aku seharusnya tidak menyerahkanmu kepada ketiga wanita itu, apa yang sudah mereka lakukan padamu?"
Daniel tidak berbicara, hanya memberi isyarat pada pengawalnya yang mengikuti dari belakang. Mereka segera mundur!
"Apakah kamu masih marah padaku, aku tidak akan pernah melakukan seperti itu lagi padamu.... "Tania menarik lengan bajunya, "Gigolo, kamu akan memaafkanku, kan?"
"Berhenti memanggilku gigolo!" Daniel mengerutkan keningnya.
"Aku tidak tahu siapa namamu." Tania didorong olehnya, "Kemana kamu akan membawaku?"
Daniel memberi isyarat di belakang punggungnya, dan Ryan segera memberi kunci mobil Aston Martin.
__ADS_1
Daniel menangkap kunci itu dari belakang tanpa melihat, lalu membuka pintu mobil dan mendorong Tania masuk kedalam.
"Apakah ini mobilmu?" Tania terkejut.
"Mobil ini harganya triliunan, bagaimana kamu bisa memiliki mobil yang begitu mahal? Jangan bilang, identitas aslimu adalah anak orang kaya, lalu bekerja paruh waktu sebagai gigolo karena bosan."
"Bisakah otakmu berpikir dengan normal?" Daniel memutar mata kearahnya.
"Apa yang terjdi?" Tania sangat ingin tahu.
"Apa mobil ini milik para tamu?"
"Ya, punya tamu." Daniel tidak punya alasan, jadi dia setuju saja.
Dia hampir mengatakan terakhir kali dia melihatnya di Rolls Royce Phantom tapi untungnya dia tersadar dan berhenti bicara.
Dia bersama tiga anaknya waktu itu, meskipun mungkin dia tidak melihatnya, tapi untuk mencegah mengetahui keberadaan anak-anaknya, lebih baik tidak menyebutkannya.
"Hah?" Daniel menyalakan mobil dan berangkat.
"Kamu dipelihara oleh berapa wanita kaya?" Tania bertanya.
__ADS_1
"Satu saja sudah cukup, mau berapa banyak?" Daniel mengangkat alisnya.
"sepertinya wanita itu sangat kaya, yah?"
Tania menghitung dalam hatinya, ada Rolls Royce dan Aston Martin. Wanita kaya yang memeliharanya ini pasti bukan wanita biasa.
"Ada apa denganmu?" Daniel memandang ekspresi Tania yang penuh arti.
"Huk... Huk... maaf." Tania buru-buru menarik tisu untuk menyeka hidungnya, dan berkata dengan frustasi....
"Hari ini aku kurang beruntung, aku hampir ditabrak mobil ketika berangkat bekerja di pagi hari. Terjatuh dan bokongku memar, tangan pun terluka. Kemudian aku disuruh membersihkan kolam renang, hingga basah kuyup. Kemudian aku hampir di aniaya oleh orang mesum, dan barusan aku berkelahi dengan orang, rambutku ditarik..... huhhh." Kesal Tania.
"Memang jika orang melakukan hal buruk, pasti akan ada karmanya."
Daniel tetawa mendengar kemalangannya, ini adalah hukuman atas perbuatan jahatnya tadi malam.
"Apa?" Tania menjawab dengan marah__ __
"Ini semua karena aku bertemu bis jahat, kamu tidak tahu betapa anehnya dia, sopirnya hampir menabrak ku tapi dia tidak meminta maaf, malah memelototiku dengan kejam.
Kemudian ketika aku sedang membersihkan kolam renang, dia malah melemparkan cincinnya ke dalam kolam dan memintaku untuk mengambilnya, air kolam yang dingin hampir membuatku membeku.
__ADS_1
Intinya, aku tidak menyinggung perasaannya, aku tidak mengerti kenapa dia melakukan ini padaku, aku merasa bahwa dia punya trauma dan memiliki luka psikologis, jadi dia sangat kejam dan aneh...... "
Mendengar kata-kata aneh, wajah Daniel berangsur-angsur menjadi suram, dia tiba-tiba meningkatkan kecepatan, dan memutar stir dengan tajam. Mobil berbelok tajam dan kepala Tania membentur dengan keras.