Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 191


__ADS_3

"Semua salahku." Viktor sangat bersalah. "Waktu itu, jika aku tidak emosional dan langsung meninggalkan Kota Bunaken, serta memutus hubungan dengan semua orang. Kurasa tidak akan terjadi hal seperti ini."


"Bukan urusanmu." Tania menghela napas, "Ini semua sudah takdir."


"Dulu kamu tidak mengatakan hal seperti ini." Viktor merasa kasihan, "Beberapa tahun ini kamu pasti menderita, kan?"


"Bukan menderita, hanya saja... " Tania mengendalikan keinginan mengeluarkan unek-unek dalam hatinya. Ia mengubah topik pembicaraan, "Viktor, apakah kali ini kamu kembali untuk menjenguk Garcia dan pamanmu?"


"Aku kembali demi kamu." Viktor menatapnya dalam-dalam, "Begitu tahu masalahmu dan tahu kamu hidup tidak baik, makanya aku kembali melihatmu dan ingin melakukan sesuatu untukmu."


"Jangan terlalu baik padaku... " Tania tidak bisa menahan tangis, "Jika kamu terlalu baik padaku, aku akan semakin merasa bersalah."


Tania melihat tangannya yang memegang setir mobil. Tangan kirinya memakai sarung tangan hitam untuk menutupi cacat dijari manisnya...


Jari itu seharusnya jari untuk memakai cincin pernikahan, tetapi jari itu putus deminya.


"Bodoh!" Hati Viktor terenyuh melihat Tania yang ingin menangis. Ia lekas memeluknya, "Aku bersedia baik kepadamu. Dengan begitu, aku baru bisa merasa bahagia. Kau ingin aku bahagia, kan?"

__ADS_1


Tania tidak bicara, hanya mengerucutkan mulutnya dan mengendus dalam pelukannya.


Tania orang yang optimis dan ceria. Jika menghadapi kesulitan, ia akan menemukan cara untuk menyelesaikannya, tidak pernah menangis ataupun emosional...


Tetapi, ia juga bisa mengalami tekanan, depresi dan kelelahan.


Ia tidak berani menunjukkannya di depan bibi Juli dan anak-anak. Sedangkan sekarang, dada yang hangat dan bahu yang kuat, membuatnya ingin mengandalkan nya sementara...


"Ada aku disini, kau jangan takut." Viktor mencium rambutnya, "Beritahu aku, apa yang terjadi?"


"Aku... " Tania membuka mulutnya, tetapi ia tidak berani bilang. Saat itu ia menyewa gigolo dan ia melahirkan 3 anak dari gigolo itu. Karena hal ini, ia diancam Alisia dan Kety.


Tania juga tidak berani bilang, ia dipaksa tandatangan oleh Daniel. Meskipun Viktor mengeluarkan 200 Miliyar untuk membayar utangnya, Daniel tetap tidak akan menerimanya.


Ia banyak berhutang kepada Viktor, ia tidak ingin melibatkannya lagi...


Ia juga tidak ingin memberikan musuh kepadanya, terutama musuh seperti Daniel yang menakutkan ini!

__ADS_1


Ia tidak boleh membiarkan Viktor terlibat...


"Aku sudah lihat berita." Viktor mulai membuka pembicaraan, "Aku percaya itu bukan berita asli. Berdasarkan karaktermu ini, kamu tidak mungkin kembali pada Stanley. Empat tahun yang lalu, Stanley meninggalkanmu di momen terpenting itu!"


"Memang hanya kamu yang paling memahami ku." Tania menarik napas dalam-dalam. Ia bicara dengan tak berdaya, "Aku sama sekali tidak ingin berhubungan dengan masa lalu. Aku tidak mencari perhitungan dengan orang yang mencelakai ku dulu. Tapi, sekarang malah mereka ingin mencelakai ku lagi."


"Tidak usah takut. Sekarang aku sudah kembali, tidak ada yang berani menyakitimu lagi."


Alis Viktor merendah, aura dominasinya muncul.


"Tidak, ini masalah pribadiku. Kamu tidak boleh ikut campur." Sahut Tania dengan cepat. "Viktor, kamu berbeda dengan orang lain. Sejak kecil kamu tidak suka pertarungan dunia bisnis. Kamu tidak suka saling menipu. Kamu hanya suka menggambar. Jangan ikut campur."


"Sudahlah, jangan bahas ini lagi." Viktor tersenyum lembut, "Sudah lama kita tidak bertemu, seharusnya kita bersenang-senang."


"Iya." Tania mengangguk-angguk kepala, "Hari ini aku yang traktir, mari kita minum sepuasnya."


"Boleh, kalau begitu aku tidak akan sungkan, ya!"

__ADS_1


Senyuman Viktor lebih indah daripada terang bulan di langit malam itu.


__ADS_2