
Di dalam mobil Aston Martin, Daniel mengemudi dengan satu tangan dan tangan lainnya di jendela mobil dengan rokok di antara jari-jarinya. Suasana hati Tania rumit dan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Berada satu mobil bersama pria seperti Daniel, persis seperti kata pepatah, menemani seorang raja sama seperti menemani seekor harimau.
Ketika Tania berpikir tentang ini, tiba-tiba ponsel berdering, panggilan masuk dari bibi Juli.
Tania melirik Daniel, lalu mengangkat telepon, "Halo, bibi Juli."
"Nona, ini sudah sangat larut, kenapa belum pulang? Apa terjadi sesuatu?" Bibi Juli bertanya dengan khawatir.
"Tidak apa-apa, nanti aku akan pulang, bibi tidur saja dulu... "
"Mami, Mami, Mami!"
Sebelum Tania selesai bicara, ada tiga anak yang bicara di ujung telepon sana.
Tania terkejut, lalu dia melirik Daniel tanpa sadar, berbalik dan berbisik sambil menutup mulutnya, "Kenapa kalian belum tidur?"
"Mami, Carla ingin mendengar ceritamu, Mami kapan pulang?"
Terdengar suara cempreng Carla dari ujung telepon dan membuat hati Tania meleleh.
"Nanti Mami akan pulang, kalian cepatlah tidur, ini sudah jam sebelas... "
Tania melirik Daniel lagi, takut dia akan marah.
Daniel melihat lurus ke depan tanpa ekspresi, tapi aura penuh tekanan tetap membuat suasana di dalam mobil menjadi tegang.
"Cepat berikan padaku... " terdengar suara Carlos dan merebut ponsel dari Carla lalu bertanya dengan serius, "Mami, dimana sekarang? Apa Mami aman-aman saja?"
__ADS_1
"Mami sangat aman." Tania melihat wajah Daniel mulai terlihat tidak beres, lalu buru-buru berkata, "Carlos dengarkan Mami, bawa Carles dan Carla ke kamar. Mami harus lanjut bekerja."
"Iya Mami, tenang saja... "
"Carlos, Mami tutup teleponnya ya, kita bicara lagi setelah Mami pulang. Anak baik!"
Tania langsung menutup telepon, lalu berbalik dan menatap Daniel dengan takut.
Daniel hanya terdiam dan mematikan puntung rokok, lalu menutup jendela mobil.
Suasana hening dan mencekam.
Pada hari spesial ini, dengan suasana hatinya yang buruk, Tania merasa tercekik dan jantungnya berdetak kencang. Dia seharusnya tidak membuatnya marah...
Sebelumnya dia sudah bersusah payah mencairkan suasana, dan sekarang...
Tania menjadi gugup, tubuhnya tidak berani bergerak, dan bahkan bernapas dengan hati-hati.
"Ini mau kemana?" Akhirnya Tania tidak bisa menahan diri untuk bertanya.
Daniel masih terdiam.
"Jangan marah." Tania menatapnya dengan takut-takut, "Tadi aku mengangkat telepon... "
"Anakmu berusia tiga tahun, kan?" Daniel akhirnya bicara.
"Iya." Tania tanpa sadar menjawab.
"Sebelum atau sesudah bersamaku?" Daniel bertanya lagi.
__ADS_1
"Hah?" Tania bingung dan tidak tahu harus bagaimana menjawab.
"Seharusnya setelah bersama ku..." Daniel menjawab pertanyaannya sendiri, "Malam itu empat tahun yang lalu, itu adalah pertama kalinya bagimu, seharusnya kamu tidak berbohong."
Dia menumpahkan banyak darah keperawanan malam itu. Meskipun dia dibius dan hasratnya membara seperti api, tapi kemurnian seorang gadis tidak dapat dipalsukan.
"Kenapa kamu tiba-tiba membahas hal ini?" Tania ketakutan dan merasakan nada dingin Daniel.
"Artinya.... " Mata Daniel menyipit berbahaya, "Setelah kamu tidur denganku empat tahun lalu, kamu segera berpacaran dengan Viktor."
Hati Tania menegang, gawat, dia mengabaikan hal ini.
Sekarang, setiap kali Daniel mendengar tentang anaknya, dia langsung memikirkan hubungan dekat Tania dengan Viktor...
Suasana menjadi sangat tegang dan ruang interior mobil yang semula luas, tiba-tiba menjadi sempit.
Tania gugup, tapi dia tidak tahu bagaimana cara mencairkan suasana berbahaya ini.
"Katakanlah!" Daniel berteriak dengan marah.
"Aku... " Tania tidak tahu harus berkata apa, "Semuanya sudah berlalu, aku secara tidak resmi berpacaran denganmu waktu itu, kamu jangan marah terus karena hal ini... "
"Benarkah?" Daniel mengulurkan tangan dan memegang kepala Tania, lalu menariknya ke hadapannya dengan marah, "Tapi bagiku, kamu adalah wanita satu-satunya!"
Tania tercengang, dan membelalak tidak percaya. Dia tidak pernah berpikir akan hal ini. Pria seperti dia, begitu dihormati dan diagungkan, seharusnya ada banyak wanita yang mengejarnya.
Namun, dia malah berkata...
"Meskipun itu kecelakaan, aku tetap menganggapnya serius." Daniel mengangkat alis dan tatapannya sedingin es, "Aku tidak mencari mu selama bertahun-tahun, tapi aku tidak menyentuh wanita lain, inilah perbedaan aku dengan kamu!"
__ADS_1