
'Dorrr!'
Terdengar suara tembakan, lengan Black tiger terkena tembakan, kotak perak di lengannya terjatuh ke dalam laut.
Dia berteriak kesakitan, sebelum dia merasa baik, sekumpulan pengawal berpakaian hitam sudah melompat kelaut untuk menangkap 'chip'.
Black tiger terbengong sejenak, kemudian dia tersenyum dan muncul pikiran jahat, "Daniel, kamu mau chip nya? Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami, carilah pelan-pelan.. "
"Sungguh tidak masuk akal." Ryan sungguh amat sangat marah, "Black tiger, kamu rela membuang chip nya kelaut dan tidak memberikannya kepada kami, awas kamu!"
"Para penyelam, kalian harus mendapatkan chip nya."
"Baik."
******
Sekeluarga 5 orang membelalakkan matanya, dengan wajah penuh penasaran mengelilingi Roxy dan mengamatinya dengan cermat.
"Nenek, kata nenek... Roxy mengeluarkan 1 butir telur?" Carles membuka matanya yang bersemangat, dan dengan penasaran memandangi pantat Roxy, "Bagaimana dia bisa bertelur? Dia ini burung beo, bukan ayam."
__ADS_1
"Bukan hanya ayam yang bisa bertelur." Carlos memakai kacamatanya dan mencari informasi dengan komputernya, "Semua jenis burung bisa bertelur."
"Namun, bukankah untuk bertelur harus 1 jantan 1 betina? Keluarga kita hanya ada seekor beo saja, si Roxy." Carles merasa tidak terbayangkan, "Dia adalah seekor burung beo tanpa pasangan, bagaimana bisa bertelur?"
"Apakah mungkin Roxy mencari burung beo jantan tanpa sepengetahuan kita?" Carla memegangi kepala kecil Roxy, dengan galak bertanya kepadanya, "Roxy, jelaskan dengan jujur, apakah kamu sembunyi-sembunyi dari kami untuk mencari pacar?"
"Pacar, pacar!" Roxy mengulang kata ini.
"Saya ingat, penghuni gedung seberang juga memelihara seekor burung beo, Roxy sering terbang kesana untuk bermain dengannya." Bibi Juli sudah mengerti.
"Bibi Juli, kapan bibi Juli sadar kalau Roxy bertelur?" Tania bertanya.
"Saya nonton di TV, katanya, jika tidak menyimpan telurnya dengan baik, dia akan memakan telurnya sendiri, maka saya mengambil telurnya, membersihkan dan menyimpannya dengan baik."
"Kemudian, saya pun ingin memberikan kalian sebuah kejutan, lalu saya tempatkan telurnya di sebuah kotak yang cantik, saya juga mengikat dengan simpul kupu-kupu berwarna merah muda. Tidak disangka, orang jahat itu mengira itu chip dan merebutnya..."
"Kotak itu sebelumnya untuk menyimpan chip." Carles mengangkat tangan kecilnya yang gemuk dan dengan emosional berkata, "Sebelumnya aku menaruh di meja kamarku, hari ini melihatnya di dalam sangkar, aku kira itu adalah chip."
"Ini juga bisa dikatakan, hal yang kebetulan membuahkan hasil yang baik." Tania berkata sambil mengelus dada, "Jika bukan karena orang itu salah mengira bahwa isi kotak itu adalah chip dan ingin segera merebut pergi, khawatir dia akan melakukan sesuatu pada kalian."
__ADS_1
"Jika begitu, kita harus berterima kasih kepada Nenek dan Roxy." Carla memegangi kepala Roxy dengan manja.
"Bibi Juli, apakah Roxy mengeluarkan chip nya?" Tania menanyakan pertanyaan kunci.
"Tidak, saya setiap hari memperhatikannya, tapi dia tidak mengeluarkan chip nya." Bibi Juli mengerutkan alis, dan menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu gawat!" Wajah Tania berubah jadi serius.
"Mami, apanya yang gawat?" Carla memiringkan kepalanya dan bertanya dengan penasaran.
"Apakah kalian masih tidak mengerti?"
Wajah Carlos menjadi serius, dia menggoyangkan jarinya dan berkata dengan serius__ __
"Orang jahat itu mengira isi kotak itu adalah chip, setelah itu orang Grup Sky Well juga mengira orang jahat itu merebut chip nya, lalu mengejarnya. Namun, kemudian mereka pasti akan mendapati isi kotak itu bukan chip, jadi..... "
"Jadi, mereka akan kembali lagi mencari kita?" Carles dan Carla berteriak bersamaan.
Detik berikutnya, Carla buru-buru mendekat ke pelukan Tania, menarik baju ibunya untuk menutupi wajahnya, tubuh kecil yang gemuk itu ketakutan hingga gemetar.
__ADS_1