
Tania mengernyitkan kening, apakah benar informasi identitasnya terungkap di internet?
"Kamu Tania, 'kan? Apakah kamu dengan suka rela mendaftar pernikahan dengan Tuan Mario?" tanya staf itu yang melihat Tania.
Tania mengambil balik dokumen tersebut dan menarik tangan Kety pergi.
"Bahkan staf di biro catatan sipil pun mengenaliku, berita ini masih bergejolak. Kamu sama sekali tidak berniat menarik kembali berita itu?" tanya Tania.
"Tadi pagi aku bersama Alisia sudah membayar media 600 juta untuk menurunkan berita terpanas itu. Hal ini butuh proses... " ujar Kety.
Dalam sekejap, Tania mendengar petunjuk, "600 juta? Kety, kamu pikir aku bodoh?"
"Jika kamu menunda pernikahan ini, maka seluruh dunia akan tahu ketiga anak haram mu itu. Di cabut pun tidak ada gunanya."
"Kamu... "
Tania tidak bisa membalasnya, penyebaran internet lebih mengerikan daripada virus.
"Tidak bisa bicara, 'kan?" Kety menggertakkan giginya, "Jangan bermain-main denganku, sekarang juga aku akan menyuruh Alisia mengungkapkan tiga anak haram mu itu jika terus melawanku."
Tangannya sudah terlihat ingin menelepon...
Belum sempat telepon, sudah ada orang yang menelepon dulu, ternyata Stanley!
__ADS_1
Kety menyalakan mode pengeras suara, "Halo, Stanley!"
"Pencarian terpanas sudah diturunkan, aku juga telah menghubungi media lain. Sekarang masalah ini benar-benar gawat, ayahku sangat marah. Grup sudah mulai rapat direksi ingin menurunkan jabatan ku sebagai Presdir... "
"Hah? Kenapa jadi begini? Kenapa harus menurunkan jabatanmu... "
"Dengarkan aku dulu." Stanley menyela ucapan Kety, melanjutkan ucapannya setelah menekan emosinya, "Masalah ini jika dibesar-besarkan pun tidak akan menguntungkan siapa pun. Keluargaku dirugikan, keluarga kalian juga. Sekarang aku mencoba mengatasi kekacauan, aku mohon pada kalian jangan menambah-nambah masalah lagi. Tolong bujuk putrimu itu, jangan mengekspos hal pribadi Tania di media. Ketika ia mencelakai Tania, secara bersamaan ia juga mencelakai ku... "
"Aku tahu, Stanley, dengarkan penjelasanku."
"Begitu saja, anggap saja aku memohon pada kalian. Aku tidak akan mengungkit masalah perceraian lagi, aku hanya minta tolong pada kalian jangan menambah masalah lagi. Jangan mencari masalah dengan Tania, berhentilah!" setelah bicara, Stanley langsung menutup telepon.
Wajah Kety dongkol dan marah, "Ini semua gara-gara wanita jalan* sepertimu!!"
"Kamu sudah dengar... " Kety menarik Tania dan berbicara dengan keji, "Keluarga Stanley sudah mencoba mencabut berita itu. Kamu tinggal segera mendaftar nikah, maka masalah selesai sampai disini. Jika tidak, kami akan mengekspos tiga anak haram itu. Karena kamu berhubungan dengan Stanley, maka keluarganya mau tidak mau ikut campur mengatasi masalah ini. Tetapi, tiga anak haram itu bukan milik Stanley... "
"Cepat masuk!!" Kety mendorong Tania kedalam.
Mario yang menunggu didalam, melihat Tania datang ia agak senang.
Tania duduk patuh dan mengeluarkan dokumen itu kembali. Staf itu tidak banyak komentar lagi, ia mulai melakukan prosedur untuk mereka.
Prosedur nikah sangat mudah, keduanya hanya perlu foto bersama dan tanda tangan.
__ADS_1
Kemudian, staf itu bersiap untuk membubuhkan cap...
Tepat di momen ini, sekelompok orang berjas hitam menerobos masuk, mengambil alih tempat dan mengosongkan jalan...
Kemudian, sesosok tubuh tinggi tegap yang ramping berjalan masuk dari luar. Matahari dibelakangnya memanjangkan bayangannya. Aura dingin, arogan dan mendominasi!!
"Wah, tampan sekali!"
Staf itu membelalak ketika melihat pria tampan ini masuk. Ia terpesona, sehingga lupa untuk membubuhkan cap.
"Kenapa dia bisa kemari?" Kety panik, tapi ia bereaksi cepat. Ia bergegas menekan tangan staf itu, "Cepat bubuhkan cap!"
Sehelai kartu terbang dengan pesat, menyapu rambut Tania, menggores punggung tangan Kety dan menghalangi cap!
Cap itu tersegel di atas kartu itu, sama sekali tidak mendarat di atas dokumen pernikahan.
Awalnya Tania menundukkan kepala dengan lesu, ia bahkan tidak tahu ada orang yang datang dibelakangnya.
Hingga Kety berteriak sembari menarik kembali tangannya dan staf itu terkejut...
Cap itu jatuh dari atas meja dan mendarat ditangan Tania. Kesadarannya baru kembali, ia menoleh secara spontan...
Tania tercengang, kenapa dia bisa kemari?
__ADS_1
Sebuah telapak tangan besar menekan bahu Tania, matanya sedalam laut memelototi Kety dengan suara rendah membawa aura pembunuh....
"Besar sekali nyalimu, berkali-kali menyentuh orang ku. Tampaknya kau benar-benar sudah bosan hidup!!!"