Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 243


__ADS_3

Tania menundukkan kepala, seharusnya dia sudah melihat kejadian barusan. Dia bergegas melangkahkan kakinya menuju ruang belakang.


Sekarang dia hanya ingin mencari tempat yang tenang, orang-orang yang ada diruang belakang sangat sedikit, disana dia menemukan ruang tunggu yang kosong.


Lantunan piano yang indah menggema diseluruh aula perjamuan, suara musik indah yang membuat semua orang lupa akan kecemasan yang ada, membawa mereka terbang diatas awan.


Dalam sekejap, sebuah lagu selesai dimainkan, tepuk tangan meriah pun terdengar dari para penonton.


Saat Tania beranjak pergi dari tempat ruang kosong itu, tiba-tiba terdengar suara tidak asing yang tak lain adalah Viktor, "Tania!"


Tania menoleh, "Viktor, bagaimana kamu bisa disini?" Tania melihat sekeliling, ia takut terlihat oleh orang lain.


"Aku mencarimu kemana-mana." Viktor berjalan cepat menghampiri Tania, "Aku ingin bicara sebentar denganmu."


"Ada masalah apa?" Tania menjaga jarak.


"Ikut aku." Viktor menariknya masuk ke sebuah ruang ganti kecil, lalu mengunci pintunya.


"Untuk apa menarikku masuk kesini? Bagaimana jika dilihat orang lain... "


"Kamu takut siapa yang melihat? Daniel?" Viktor mengerutkan kening, ia melihat Tania dari atas kebawah, "Apa dia yang menyuruhmu mengenakan pakaian ini?"


"Tidak perlu ikut campur." Tania berusaha sebaik mungkin untuk menghindarinya, "Aku harus pergi."


"Untuk apa kamu keluar? Diluar tidak ada orang yang membutuhkanmu."


Viktor mendorongnya duduk diatas singel sofa, sepasang tangannya memegangi kedua sandaran tangan sofa, persis seperti postur yang biasa dilakukan Daniel, memaksa Tania terdekam dibawah tubuhnya.


Hanya saja, aura yang dipancarkan Daniel menyerupai seekor singa, sedangkan Viktor menyerupai seekor rubah putih anggun!


"Viktor, apa yang kau lakukan?"


Tania sangat terkejut, ia tidak menyangka Viktor juga memiliki sisi yang suka menguasai seperti ini.


"Tania, aku menghargai pilihanmu, namun aku tidak ingin melihatmu jatuh sendirian!" Viktor sedikit bersemangat, "Aku tidak mengerti, kenapa kamu harus diperdaya olehnya? Apa dia memegang rahasiamu? Beritahu aku, aku akan membantumu."

__ADS_1


"Bukan... " Tania tidak tahu harus bagaimana menjelaskan.


"Lalu kenapa??" Viktor menarik roknya, "Lihat bajumu, kamu seperti.... "


Ia menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata-kata hinaan, ia berkata dengan cemas, "Kamu dulu tidak seperti ini... "


"Aku tahu apa yang aku lakukan, kamu tenang saja." Tania berbisik, "Aku akan segera bebas... "


Tania belum menyelesaikan perkataannya, dari luar terdengar suara Lea...


"Daniel, aku sedikit lelah, kita istirahat sebentar disini, kamu mau menemaniku?"


"Aku masih ada urusan!"


"Temani aku 10 menit, 5 menit, 3 menit. Emm... 3 menit saja, bagaimana? Aku mohon."


"Baiklah, 3 menit saja."


Saat Daniel berkata, pintu ruangan terbuka.


Tania terburu-buru mendorong Viktor, namun sudah terlambat.


Rupanya, saat Viktor mengunci tadi, karena terburu-buru, akhirnya pintu tidak terkunci sama sekali.


Tania duduk di sofa dengan pakaian terbuka, sedangkan Viktor memegangi kedua sandaran tangan sofa, tubuhnya membentuk seperti busur menyelimuti Tania.


Postur ini, gerakan ini, sungguh ambigu!


Terlebih lagi, saat pintu terbuka, hembusan angin bertiup masuk, rok Tania terangkat, memperlihatkan seluruh pahanya.


Dan bagian atas buah dadanya terlihat dengan jelas. Dalam sekejap, suasana seolah membeku seperti es...


Jantung Tania hampir meledak, ia buru-buru merapikan roknya...


"Aduh, aku tidak tahu kalian ada disini, maaf aku mengganggu, kalian lanjutkan, lanjutkan!"

__ADS_1


Disaat krisis seperti ini, Lea berbicara seperti itu. Seperti sentuhan terakhir yang dalam sekejap membakar kembali suasana.


Api dimata Daniel seolah akan menyembur keluar...


"Daniel, mari kita keluar, jangan ganggu mereka berdua!" Lea menarik tangan Daniel sambil terkikik.


Daniel dengan dingin melepaskan tangan Lea, ia berjalan masuk.


Tania merasa seperti ada seekor binatang buas yang akan memangsa manusia, ia berjalan menghampirinya. Tania buru-buru berdiri dari sofa, namun sepatu hak tingginya patah, ia hampir terjatuh.


"Hati-hati." Viktor langsung menahannya.


Tania lekas menarik tangannya, mundur selangkah, lalu dengan terbata-bata menjelaskan, "Kami, aku... "


"Jangan salah paham, aku dan Tania hanya mengobrol disini."


Viktor yang melihat kepanikan Tania, meskipun hatinya tidak nyaman, namun ia tetap membantu menjelaskan.


"Benarkah?" Daniel menatap Tania dengan dingin, mengulurkan tangan, mengelus gaun satinnya, sudut bibirnya tersenyum mencibir, "Bajunya sampai seperti ini, mengobrol katamu?"


"Baju ini... "


"Aula perjamuan diluar sangat luas, apa tidak bisa mengobrol disana?" Lea memotong perkataan Tania, melangkah masuk dengan anggun, "Menurutku, kalian tidak hanya mengobrol, kan?"


"Bukankah kamu yang menyiapkan baju ini?" Tania mentapanya marah.


"Iya, aku yang siapkan, tapi kamu tidak harus mengenakannya!" Lea mengangkat alisnya dan tersenyum sinis, "Apa aku mengancammu dengan pisau di leher, memaksamu untuk mengenakannya?"


"Kau... "


"Yang dia katakan benar." Daniel memotong perkataan Tania, ia mengulurkan tangan dan mencubit pipi Tania dengan keras, "Perilaku buruk yang dibuat sendiri, jangan menyalahkan orang lain!"


Tania membelalakkan matanya takjub, ia tidak pernah menyangka bahwa Daniel akan berkata seperti itu.


"Lepaskan dia!"

__ADS_1


Viktor mengulurkan tangan hendak mendorong Daniel, namun Daniel meninju nya hingga ia jatuh ke lantai.


"Aaaa! Viktor... "


__ADS_2