Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 116


__ADS_3

"Belum ingat?" Daniel menyadarkannya, "Berarti, kamu sama sekali tidak ingat hal yang terjadi di bar?"


"Kenapa dengan bar... " Kepala Tania sakit, ia memegangi kepalanya yang memikirkan kejadian semalam. "Aku hanya ingat waktu kamu datang menjemputku dikantor. Rekan kerja memintamu mentraktir mereka, lalu kita minum-minum di bar... "


"Mereka bersulang denganku. Setelah minum dua gelas, aku merasa agak mabuk. Jadi aku membilas wajahku ditoilet. Yuni memberiku air mineral..... Setelah itu, aku tidak ingat lagi."


Setelah itu Tania tiba-tiba teringat sesuatu, amarahnya meledak, "Dasar keparat, kamu memanfaatkan ku saat aku lagi mabuk!"


"Coba kamu lihat ini... " Daniel layar kamera dashboard, "Siapa yang memanfaatkan siapa?"


Dalam video, Tania sudah melucui baju Daniel dan tidak berhenti menciumnya...


"Jangan putar lagi, cepat matikan!" Tania memejamkan matanya tidak berani melihat. "Kenapa aku bisa seperti itu? Ini seperti bukan diriku... "


"Dasar idiot, kamu telah diberi obat!" Daniel mematikan rekaman video, sekaligus menghapusnya.


"Apa? Diberi obat?"


Tiba-tiba Tania teringat kejadian kemarin. Memang rasanya ada yang aneh.


Walaupun ia tidak mahir minum alkohol, tetapi tidak seharusnya minum dua gelas langsung gerah, bahkan kesadarannya pun hilang...


Bukan, sebenarnya sejak kemarin sore ia sudah mulai gerah. Malam hari minum alkohol semakin parah.

__ADS_1


Dan perasaan itu, mirip dengan malam itu kejadian empat tahun lalu...


"Kamu sudah ingat?" Daniel lanjut menyadarkannya, "Semalam perilaku tak terkendalimu lebih parah dari pada empat tahun yang lalu. Ini karena kamu telah diberi obat dua kali."


"Apa? Siapa yang mencelakaiku?" Tania merasa ketakutan, "Aku tidak menyinggung siapapun."


"Dengarlah sendiri!"


Daniel memutar suara rekaman yang dikirimkan Ryan semalam. Rekaman itu berisi percakapan Yuni dengan tiga orang pria.


"Aku bayar puluhan juta, bantu aku untuk perkosa wanita."


"Hanya diberi puluhan juta saja? Kalau kami tertangkap bagaimana? Ini adalah kejahatan besar."


"Hehe, wanita itu pasti sangat jelek, makanya kamu mengeluarkan uang segitu dan menyuruh orang menidurinya."


"Tidak, kecantikannya seperti dewi peri. Kalian akan tahu begitu melihatnya... "


"Astaga, ini Yuni?" Tania tercengang karena terkejut.


Suara Yuni memeiliki ciri khas, lebih lembut dan pelan. Sekalipun ia mengatakan ucapan kejam, nada bicaranya tetap tidak berubah.


"Akhirnya kamu paham juga." Daniel menggelengkan kepala dengan pasrah, "Jus yang kamu minum kemarin saat makan siang di perusahaan, sudah diberi obat. Air mineral yang semalam juga sudah diberi obat lagi. Dia ingin mencelakaimu. Kamu, yang di otak udang malah menganggapnya sebagai teman. Kalau aku tidak tiba tepat waktu.... "

__ADS_1


Ia tidak melanjutkan ucapannya. Jika tidak pria itu sungguh menyentuh Tania, takutnya ia akan sangat membenci dirinya sendiri.


Jangan meminta Billy, manusia tidak berguna itu jangan menyamar menjadi dirinya lagi!


Padahal ini semua untuk menghilangkan kecurigaannya. Siapa sangka orang itu malah keasyikan bermain. Hampir saja terjadi masalah besar!


Untung saja, ia datang tepat waktu!


"Mengerikan sekali." Mengingat kejadian tadi malam, Tania merasa ngeri. "Kalau begitu, tiga pria itu.... ada... ada... "


"Tentu saja tidak." Daniel mengulurkan tangan menarik Tania kedalam pelukannya, "Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu!"


Tania mendengar jantungnya yang berdetak dengan cepat dan kuat. Ia merasa nyaman dan lega.


Ia seperti seorang dewa pelindung, selalu melindunginya.


Ada yang salah....


Tiba-tiba Tania teringat satu pertanyaan, ia mendorongnya dengan keras dan bertanya. "Gigolo sialan, jangan bilang kamu semalam tidak memakai pengaman lagi."


".... "


Daniel terkesiap seketika, tiba-tiba ia teringat semalam yang naik mobil, ia langsung buru-buru mengenakan topeng 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'.

__ADS_1


Jadi, ia sekarang adalah 'GIGOLO PELUNAS HUTANGNYA', bukan Daniel!


__ADS_2