Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 151


__ADS_3

Singkat cerita, gelang itu telah ditemukan. Dan ternyata Roxy yang mengambil gelang itu, dan disimpan didalam sangkarnya, semua orang yang ada didalam rumah itu terkejut dan marah sekali kepada Roxy.


Saat ingin dikembalikan, dan meminta kalung ruby kepada Alisia. Dia menelpon paman Frank. Ternyata Kety, Alisia dan Kristian anaknya, telah pergi ke prancis, dan tentunya kalung ruby berada ditangan Alisia. Dan itu membuat Tania marah sekaligus frustasi!


Namun, jika dia tidak mendapatkannya kembali, ia pasti akan dipaksa menandatangani surat perjanjian itu.


Jika dibandingkan ini, Daniel lebih menakutkan.


Tania ragu-ragu kemudian menelpon Stanley....


Stanley sedikit terkejut, tidak disangka Tania menelponnya.


Tania secara singkat menjelaskan tujuannya, Stanley berkata tanpa daya, "Waktu itu, saat aku pulang ke rumah, aku meminta Alisia untuk mengembalikan kalung itu padamu dan dia berjanji akan melakukannya. Akhir-akhir ini aku sibuk bekerja, dan sudah lama tidak pulang ke rumah. Ternyata dia membuat masalah lagi... "


"Maaf, seharusnya aku tidak merepotkanmu." Tania mendengar suara Stanley yang begitu tak berdaya.


"Tidak, tidak, aku sangat senang begitu kamu menghubungiku." Stanley berkata dengan lembut, "Tenang saja, aku akan membereskan masalah ini, aku berjanji setelah mereka kembali dari Perancis, aku sendiri yang akan mengembalikan kalung itu kepadamu!"


"Kapan mereka akan kembali?" Tania bertanya.


"Sepuluh hari lagi, dia bilang akan membawa Kristian ke kilang anggur Bordeaux-ku... "


"Sepuluh hari... " Tania ingin menangis, Daniel memberinya waktu tiga hari.

__ADS_1


Bagaimana ini?


"Apakah Presdir Daniel memarahimu?" Stanley bertanya dengan prihatin, "Aku akan menjelaskan padanya... "


"Tidak perlu."


"Tapi... "


"Tidak apa-apa, aku akan menjelaskan situasi sebenarnya padanya, dia tidak akan melakukan apa pun padaku." Tania berpura-pura santai.


"Baiklah." Stanley tersenyum pahit. "Hubunganmu dengannya memang lebih baik dariku... "


"Aku... " Tania ingin menjelaskan, tapi setelah memikirkannya, dia merasa itu tidak perlu. Jadi dia berubah pikiran,


"Tenang saja, aku tidak akan pernah mengingkari janjiku." Stanley meyakinkannya, "Selain itu, lebih baik jangan memberikan barang berharga seperti itu. Bagaimana kalau aku sendiri yang mengambilnya besok?"


"Ini.... " Tania ragu-ragu dan berkata, "Kita bertemu diluar saja."


"Ok, kalau begitu besok malam jam 6, di Berlian Biru saja."


"Ok!"


Setelah menutup telepon, Tania berjalan keluar kamar. Bibi Juli telah mengambil gelang dari sangkar milik Roxy.

__ADS_1


"Milikku, milikku." Roxy dengan cemas mengejar bibi Juli, bahkan mematuk tangannya untuk mengambil gelang itu kembali.


"Roxy, diam. Jangan membuat onar." Carla mengusir Roxy.


"Nenek, cepat masuk." Carlos membuka pintu kamar mandi agar bibi Juli masuk, dan segera menutupnya.


"Mulai hari ini, aku akan mengajarimu setiap hari, harus memperbaiki cara pandanganmu yang menyimpang!" Carlos menunjuk Roxy dengan wajah serius.


"Benar, dia harus diajari. Sekarang seperti ini, setelah tumbuh dewasa nanti akan jadi apa?" Carles belajar berbicara dengan nada seperti orang dewasa.


"Jangan berantem dengan Roxy, cepatlah sarapan, pergi ke sekolah dan berangkat kerja. Kalian akan terlambat jika seperti ini terus." Teriak bibi Juli dikamar mandi.


"Astaga, sudah jam 7:40. Ayo cepat sarapan." Tania melihat jam buru-buru ke dapur untuk mengambil sarapannya.


Ketiga anak itu pergi ke dapur untuk mencuci tangan dan duduk di meja. Menunggu Tania membagikan bubur yang sudah dimasak.


Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara 'Prottt'. Ternyata Roxy buang air besar dan jatuh tepat pada sebuah panci yang berisi bubur tersebut.


Mereka semua tercengang, dan segera terdengar suara teriakan marah__ __


"Ah-- sarapanku!!"


"Roxy, aku putus hubungan denganmu!!"

__ADS_1


"Roxy, aku akan mencabuti bulumu__ __"


__ADS_2