Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 46


__ADS_3

"Sepertinya kamu tidak memahami kekuatan Presdir Daniel." Stanley menatap Tania dengan berkata, "Hubungan kamu dan dia hanya sebatas pekerjaan?"


"Memangnya apa lagi selain pekerjaan?" Tania mengerutkan keningnya.


Stanley terdiam sesaat, kemudian berkata dengan penuh arti, "Dia adalah orang yang berbahaya, kamu lebih baik menjauhinya!"


"Bagaimana mungkin orang seperti dia bisa dekat dengan orang sepertiku?" Tania tidak setuju dan berkata, "Kamu terlalu banyak berpikir."


"Baguslah kalau begitu.... "Stanley menghela nafas lega, "Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk tidak bekerja? Kenapa malah jadi satpam lagi?"


"Kamu tidak perlu ikut campur masalah ini." Tania paham betul apa yang dia lakukan, "Hari ini kalau bukan karena kamu telah menolongku, aku juga tidak mau pergi dengamu."


"Baiklah, jangan membahas hal ini." Stanley mengubah topik pembicaraan, "Beberapa hari ini, anakku tidak mau pergi kesekolah, dia tidak mau pindah sekolah. Dia masih sangat muda, tapi sangat pemarah, sampai berani mogok makan!"


"Hah?" Tania terkejut dan berkata, "Jangan sampai anak-anak tersakiti.... "

__ADS_1


"Biarkan saja, kalau sudah tidak tahan, dia pasti akan makan." Stanley menghela nafas, "Beberapa tahun ini aku sibuk bekerja, tidak punya waktu untuk menemaninya.


Semua orang dirumah memanjakannya, membuatnya tumbuh menjadi seperti sekarang ini. Aku mengambil kesempatan ini untuk mengajarkannya dengan baik."


"Mengajarkan anak itu harus pelan-pelan, tidak bisa dalam sekejap mereka langsung mengerti. Masalah pindah sekolah jangan terlalu memaksa, kamu harus memberitahunya dengan lembut. Kalau memang tidak bisa, tidak perlu pindah sekolah juga tidak masalah, tapi.... "


"Dia bilang asalkan tidak pindah sekolah, dia bersedia melakukan apa saja." Sahut Stanley, "Aku tahu apa yang kamu khawatirkan, aku sudah bicara dengan Alisia, kelak dia tidak perlu lagi datang ke sekolah, jadi kalian tidak akan bertemu lagi."


"Oke, kalau begitu tidak ada masalah lagi."


Sebenarnya, tujuan utama Tania adalah tidak ingin bertemu Alisia. Tidak ada maksud lain, lagi pula anak 3 tahun bisa melakukan hal keji apa.


"Sudah sampai." Tania mengubah topik pembicaraan, "Ini kan, rumah sakit pribadi keluargamu?"


"Benar, Presdir Stanley selalu datang kesini untuk berobat." Dani mengantarkan mereka ke depan pintu, satpam segera datang menyambutnya. "Halo, Presdir Stanley."

__ADS_1


Tania turun dari mobil, kemudian memapah Stanley keluar dari mobil, "Hati-hati lenganmu."


"Sayang!" Tiba-tiba datang suara familiar dari belakang......


Tania melihat kebelakang tanpa sadar, menatap mata Alisia dengan heran, dan dengan cepat menarik kembali tangannya, yang sedang memapah Stanley.


"Tania, Lagi-lagi kamu!!!" Alisia menghampiri Tania dengan penuh emosi, "Dasar wanita ******, jelas-jelas kamu tahu Stanley sudah menikah, tapi masih saja menggodanya, apa kamu tidak malu?"


"Alisia, kamu salah paham.... " Tania mengerutkan keningnya dan menjelaskan situasi yang terjadi, "Dia terluka di perusahaan kami, jadi..... "


"Salah paham apa?" Alisia sangat bergebu-gebu, "Aku tahu, kalau kamu kembali pasti akan ada masalah buruk yang terjadi. Kamu pasti sengaja, menyekolahkan anakmu di sekolah TK yang sama dengan putraku. Sekarang kamu mencoba merayu suamiku, kenapa kamu begitu murahan? Mencuri barang milik orang lain!!!"


"Alisia, cukup!" Stanley berteriak dengan marah, "Apa yang kamu lakukan ini adalah di depan umum, apa kamu tidak malu?"


"Sayang, kamu berteriak kepadaku?" Alisia kesal sampai seluruh tubuhnya gemetar, "Apa kamu sudah lupa, apa yang dia lakukan dulu? Memesan gigolo di hari pertunanganmu dan membuatmu malu, sekarang memiliki tiga anak dari pria lain, dia memang wanita luar biasa..... "

__ADS_1


"Diam!" Stanley menampar nya.


Alisia terkejut dan memegang wajahnya, dan menatapnya tidak percaya. "Kamu menamparku demi wanita ****** ini?"


__ADS_2