Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 77


__ADS_3

"Astaga, rupanya ini adalah mahkluk liar yang dilahirkan Tania." Kety mencibir ketika melihat ketiga anak itu, "Mereka terlihat cukup tampan, tapi tidak tahu ini dari pria liar yang mana.... "


"Penyihir tua yang tidak sopan." Carles marah setelah mendengar perkataan itu, kemudian mengambil sapu dan mengusir Kety, "Keluar!"


"Keluar, keluar!"


Roxy terbang di sekitar ruangan sambil berteriak dengan nada marah seperti Carles.


"Astaga, bocah kecil itu hebat juga, beraninya kau memukulku dengan sapu!" Kety terus berteriak sambil menghindari sapu Carles, "Tania, wanita ******, keluar kau!"


"Kamu benar-benar tidak berpendidikan." Carlos mengerutkan kening sambil memarahi Kety. "Apakah orang tuamu tidak mengajarimu untuk menghormati orang lain?"


"Aku kenal dia, dia adalah nenek Kristian." Carla menunjuk Kety sambil cemberut dan memarahi, "Cepat keluar atau kita akan panggil polisi."


"Halo, Pak satpam?" Carlos mengambil telepon untuk memberitahu satpam, "Ada penyihir tua yang sangat jahat dirumah kami, tolong bawa dia pergi."


"Kalian tiga bajingan liar kecil tanpa ayah..... "

__ADS_1


"Diam!" Tania akhirnya selesai berganti pakaian, kemudian keluar sambil berteriak dengan marah, "Kety, apakah kamu pikir kamu bisa menindasku? Apakah kamu pikir aku tidak berani melakukan apa pun padamu setelah kamu membuat onar disini?"


Tania berteriak sambil mengambil pisau buah diatas meja kopi....


"Tania, kamu akhirnya keluar." Kety tiba-tiba panik, tapi masih berkeras kepala. "Wanita ******, beraninya kamu bersembunyi dan mengambil uang pamanmu, cepat kembalikan kartu ATMnya!"


Tania berhenti sejenak, waktu itu Frank memberi kartu ATM. Kemudian pergi sebelum sempat bereaksi.


Ternyata Kety datang kerumahnya hanya untuk meminta kartu ATM itu.


"Dengar, aku tidak memintanya, dia lah yang memberikannya." Tania berkata dengan dingin, "Aku sama sekali tidak peduli dengan uang keluargamu."


Kety berteriak dengan arogan, kemudian karena melihat pisau ditangan Tania, dia mundur.


"Aku ambil sekarang." Tania menunjuk dengan pisau buah, "Tunggu diluar!"


"Keluar!" Bibi Juli mendorong Kety keluar, kemudian menutup pintu.

__ADS_1


"Mami... " Ketiga anak itu segera berkumpul, "Siapa penyihir tua itu? Kenapa dia begitu jahat?"


"Orang tuanya tidak becus mengajarinya, jadi dia menjadi jahat." Tania berjongkok sambil berkata kepada anak-anaknya, "Jangan marah karena orang seperti ini, abaikan perkataannya dan menjauhlah jika melihatnya suatu saat."


"Iya, aku tahu." Ketiga anak itu mengangguk patuh.


"Baiklah, ikuti nenek ke dapur."


Tania menepuk kepala kecil mereka sambil mengedip mata pada bibi Juli, memberi isyarat untuk menjaga mereka.


Bibi Juli mengangguk kemudian menjaga mereka di dapur.


Tania mengambil kartu ATM di kamar, kemudian memberikan kepada Kety: "Ambil kartunya dan cepat pergi. Jika kamu berani mengganggu keluargaku lagi, aku tidak akan sungkan."


"Hah!" Kety mengambil kartu itu kemudian mencibir dan mengejek, "Tidak sungkan? Kamu bisa apa? Lihat rumah bobrok ini. Untuk makan dan pakaian saja tidak mampu, berani bicara seperti itu? Apakah kamu pikir, kamu masih seorang Nona konglomerat seperti dulu.... "


"Sudah selesai bicara?" Tania menyela, "Benar, sekarang aku bukan siapa-siapa, justru karena itu aku berani.... "

__ADS_1


Tania tiba-tiba mengeluarkan pisau buah, kemudian menekannya ke jantung Kety sambil mendekat sedikit demi sedikit dan menggertakkan giginya....


"Tapi kamu berbeda. Kamu kaya dan berkuasa sekarang, hidup sangat berharga dan begitupun wajahmu!"


__ADS_2