
Semua orang menyaksikan kekonyolan keluarga ini. Tidak sedikit orang yang berbisik-bisik mengatakan kenapa Stanley bisa menikahi istri sepertinya, benar-benar memalukan satu keluarga.
Hanya Tania yang tidak bersuara. Akhirnya ia paham, Daniel membantunya meluapkan amarah atas kejadian malam sebelumnya.
10 tamparan selesai.
Wajah Alisia dan tangan Kety bengkak, keduanya berpelukan menangis.
Beberapa lama kemudian, Kety menyeka air matanya, "Nona Garcia, sudah selesai, kan?" Tanya Kety.
"Pergilah dari hadapanku!" Garcia melambaikan tangannya dengan ketus.
Frank maju, bersiap membawa ibu dan anak meninggalkan tempat itu.
"Apakah aku bilang sudah boleh pergi?" Sahut Daniel dengan dingin.
Sekujur tubuh Alisia bergetar, "Apa lagi yang kamu inginkan?" Tanya Alisia sambil menangis.
"Diam." Frank bergumam cepat.
"Aku paham." Kety menghela napas, maju selangkah dan memberi hormat 90 derajat kepada Tania. "Nona Tania, waktu itu aku telah menyinggungmu, aku yang salah. Aku pernah menamparmu sekali, sekarang aku akan mengembalikannya padamu!"
Setelah berbicara, ia menampar wajahnya sendiri dengan sadis, dan terus menampar....
__ADS_1
"Ma.... " Alisia menangis sambil menarik Kety, tetapi malah ditahan Dani, "Nyonya, jika kamu seperti ini, sia-sia Nyonya Kety mengembalikan 10 tamparan itu."
Alisia hanya diam ditempat, melihat ibu kandungnya menampar sendiri wajahnya, Alisia menangis hebat...
Tania mengernyitkan kening melihat Kety, hatinya agak tidak tega. Tetapi teringat akan perbuatan dan perkataan Kety kepadanya dan ketiga anaknya, Tania hanya diam...
"Cukup... " Frank melihat sudut bibir istrinya mengalir darah, ia bergegas memohon, "Tania, demi aku, lepaskanlah bibimu, aku mohon padamu."
Tania melihat sikap memohon Frank. Ia berbisik kepada Daniel, "Lebih baik sudahi saja."
"Saat ia menamparmu, mempermalukanmu. Hatinya tidak sebaik itu." Daniel menatap Tania dengan dingin.
Tania tidak berani berbicara.
"Ah."
"Istriku... " Frank buru-buru maju menggendong Kety.
"Ma... " Alisia menggoyangkan bahu Kety, "Ma, sadarlah. Jangan menakutiku."
"Cepat antar kerumah sakit." Seseorang berbicara ditengah kerumunan.
Frank dengan cepat menggendong Kety meninggalkan tempat itu, sedangkan Alisia menangis mengikuti dari belakang.
__ADS_1
"Presdir Daniel, Nona Tania, maafkan kami!" Dani menyusul mereka setelah meminta maaf kepada Daniel dan Tania.
"Huhh." Tania tidak tahan mencemooh. Setiap kali ia harus berpura-pura pingsan saat tak ada jalan lain. Ini adalah trik lama Kety. Dulu setiap bulan entah pingsan berapa kali...
Tania menunjukkan wajah jengkel. Saat ia menoleh, ia sadar semua orang memandangnya dengan pandangan yang aneh...
Tiba-tiba ia sadar, akting pura-pura Kety sangat bagus. Walaupun semua orang sebal dengan kekasaran Alisia, tapi naluri manusia adalah bersimpati kepada orang yang lemah.
Setelah Kety pingsan, semua orang merasa Tania orang yang agresif. Mengetahui dan mempengaruhi Daniel, agar Daniel menghukum kedua ibu dan anak ini dengan keji.
Benar juga, mereka tidak bisa menyalahkan Daniel. Mereka akan berpikir ini adalah masalah Tania.
Acara pelelangan masih dilanjutkan, semua orang kembali ketempat duduk masing-masing.
Daniel bersiap membawa Tania pergi.
Saat Tania membalikkan badan, ia menyadari cincin berlian merah muda itu berada di bawah kakinya. Ia membungkukkan badan mengambil cincin mengembalikannya kepada Garcia.
"Terima kasih." Garcia menerima cincin itu, tersenyum kepadanya dan kembali ketempat duduknya.
Tania melihat punggungnya, tiba-tiba teringat kejadian beberapa tahun lalu....
Saat itu Garcia juga membuat banyak masalah demi memperebutkan Stanley dari Tania. Hanya saja Garcia orang yang berani berbuat, berani bertanggung jawab. Sekalipun Tania mengusiknya, tapi ia tidak pernah dendam padanya....
__ADS_1
Setelah beberapa tahun, Garcia bertemu dengannya lagi, dan dia tidak mengatakan hal buruk padanya. Sedangkan, Alisia yang memiliki hubungan baik dengannya dulu, malah mencari perhitungan dengannya.
Kurasa.... inilah sifat manusia!