
"Presdir, Anda salah paham... Ah..."
Ucapan Kety belum selesai, ia sudah diseret pergi oleh bawahannya.
Ia ingin meminta bantuan, tetapi mulutnya sudah dibungkam terlebih dahulu.
Staf itu dan pria muda yang mendaftar nikah terperangah.
"Tidak usah cemas, kami tidak pernah melakukan pelanggaran hukum." Daniel tersenyum, "Kami tidak akan mengganggu semuanya, kami akan menanganinya diluar."
Saat berbicara, tangannya memberi intruksi.
Para pengawal langsung membawa pergi Kety, Mario dan kedua pengawal Kety.
"Halo!" Daniel mengetuk meja, menyadarkan staf itu yang sedang bengong, staf itu seorang wanita kisaran usia 40-50 tahunan.
"Ha, halo!" akhirnya staf itu tersadar kembali, "Ada....ada perintah apa?" tanya dia dengan bingung.
"Tolong musnahkan seluruh data pendaftaran nikahnya tadi, termasuk foto bersama, data elektronik dan data versi fisik, terima kasih!" Daniel mengintruksikannya dengan sopan.
"Baik, baik, aku akan menanganinya sekarang juga." staf atau bisa dibilang seorang bibi itu segera melaksanakannya.
Setelah selesai diatasi, Daniel baru mulai menangani Tania.
Ia menarik Tania dari kursi dengan kasar dan mendorongnya ke meja. Sosok tinggi bagaikan binatang buas menutupi Tania. Satu tangannya diletakkan disamping tubuh Tania, satu tangannya lagi mencubit pipi Tania agar ia melihat matanya.
Di saat ini, mata seperti lautan dalam, memancarkan kobaran api seolah hampir membakar Tania menjadi abu...
__ADS_1
Tania terkejut oleh tatapannya, ia lekas menundukkan kepala, tidak berani menatapnya.
Kedua tangannya memelintir ujung lengan kemejanya. Matanya penuh kebingungan, apalagi pikirannya, lebih kacau lagi...
Bagaimana ini?
Bagaimana aku menjelaskan ini kepadanya?
Jangan-jangan ia sudah menyelidiki masalah anaknya?
Lalu, merebut anaknya pergi...
"Bicara!" teriak Daniel dingin.
Tania bergidik, ia mendongak melihatnya dengan bingung, lalu tersenyum terpaksa, "Presdir, Anda, kenapa Anda sudah kembali?"
"Bukan, aku, aku... " Tania tidak berhenti gemetar, kalimatnya tidak diucapkan dengan jelas.
Daniel kesal melihat Tania yang linglung. Ia lalu menarik kuncir rambut kudanya dan menyeretnya keluar.
Tania terhuyung-huyung sepanjang perjalanan, ia hampir jatuh beberapa kali. Orang-orang disamping bergegas memberi jalan, takut ditabrak olehnya.
Bagaimanapun, disamping Tania ada seorang pria kejam! Suasana disana membuat semua orang ketakutan!
"Lepaskan aku, Daniel. Sakit, sakit... " Tania mencoba menarik kembali kuncir rambutnya, tapi tidak berhasil.
Hingga Daniel mendorongnya ke dalam mobil dengan kasar, ia baru melepaskannya. Kepalanya kesakitan, "Apa yang ingin kamu lakukan?" teriak Tania dengan lantang.
__ADS_1
"Bagus sekali!" Daniel mencibir nya, "Berani berteriak kepadaku, tetapi dihadapan orang lain kamu menciut!"
Tania mengerutkan bibir, ia menundukkan kepala karena malu.
Benar juga, diantara semua orang tidak ada yang berani bersikap seperti ini kepada Daniel, hanya ia seorang yang berani!
Selain itu, ia keras kepala dan berani adu mulut dengannya, tetapi ia diperlakukan seperti sampah oleh orang lain.
Ini adalah fakta, fakta memalukan!
"Beritahu aku... " Daniel meremas pipi Tania dan bertanya dengan dingin. "Kelemahanmu yang mereka tahu. Apa itu?"
Tania panik, ia tidak bisa membiarkan Daniel tahu masalah anaknya. Tetapi, apa masih bisa disembunyikan?
Apalagi ia sudah puluhan menit tidak melihat berita, tidak tahu berita itu telah tersebar hingga seperti apa.
Meskipun masalah anaknya masih belum terungkap, tetapi ia tetap berada diambang bahaya.
Dan bawahan Daniel telah menangkap suami istri itu, ia pasti akan menginterogasi mereka. Sedangkan demi melindungi diri sendiri, mereka pasti akan mengungkapkan rahasia itu, 'kan?
Maaf 🙏telat up, biasalah kalau punya bocil baduta (bayi dua tahun) agak repot,,,
Jangan lupa setelah baca sawerannya😁selalu tinggalkan jejak like dan komen plus vote, follow juga authornya.
\-Readers yang bernama MBOKE HAFIZ 👈👈 selamat ya kamu dapat gift dari author berupa pulsa, chat author yah ditunggu!
__ADS_1