Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 253


__ADS_3

Tuan Besar sudah menjadi pemimpin seumur hidupnya, ini pertama kalinya ia dimarahi.


Oh, Salah, Daniel juga pernah memarahinya seperti itu saat kecil...


Lebih tepatnya, seumur hidup ini, Tuan Besar oleh orang selain cucunya.


Bahkan, oleh seorang anak kecil yang berusia 3 tahun!


Tuan Besar mengerutkan kening dan membelalakkan matanya, segera menepi, tidak berani bicara lagi.


"Apa ucapanku salah?" Carlos bertanya dengan tegas, "Jangan mengira kalian berstatus yang terhormat, bermartabat, dan lebih tinggi dari oran lain, hanya karena mengendarai mobil mewah. Mamiku pernah bilang, setiap manusia itu setara. Orang yang tidak bisa menghormati orang lain, juga tidak akan dihormati orang lain!"


"Ucapanmu benar." Tuan Besar tidak marah, malah tersenyum, "Anak yang baru berusia 3 tahun, ucapannya malah begitu logis dan sistemasis, luar biasa!!!"


"Huh!!" Carlos sangat marah, meletakkan kedua tangan dipinggang, mirip seperti seekor singa kecil yang mengamuk.


"Jangan cemas. Aku sudah bertanya pada dokter, adikmu akan baik-baik saja." Tuan Besar membujuk sambil tersenyum, "Untuk hal ini, aku pasti akan bertanggung jawab penuh. Beri tahu aku nomor telepon ayahmu, aku akan menyuruh orang untuk menghubungi dan memintanya datang, sekalian membahas masalah ganti rugi dengannya."


"Bahas saja denganku!" Carlos berkata dengan ekspresi serius, "Aku pernah meneliti masalah hukum, terutama hukum dan peraturan yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, aku sangat memahaminya, Anda jangan coba-coba membodohiku!"


Saat ini, yang ada dipikiran Carlos adalah ingin melindungi Mami bodohnya yang tidak mengerti hukum. Saat dia datang nanti, bagaimana kalau sampai ditindas oleh Kakek yang licik ini?

__ADS_1


Karena itu, sebaiknya bahas dengannya saja.


"Hahaha, menarik!" Tuan Besar tertawa, "Kalau begitu, coba katakan, bagaimana seharusnya aku membayar ganti rugi?"


"Pertama-tama, aku harus memastikan dulu bahwa adikku baik-baik saja." Carlos memelototinya dengan marah, " Asalkan adikku baik-baik saja, barulah Anda mempunyai kesempatan untuk membahas masalah ganti rugi denganku. Kalau terjadi sesuatu padanya, aku pasti akan menuntut kalian... "


"Pemikiran yang sangat jelas." Tuan Besar memuji sambil mengangguk.


"Sekarang aku tidak punya suasana hati untuk mengobrol dengan Anda, harap Anda tenang sedikit, jangan menggangguku!"


Carlos memalingkan wajah, tidak memedulikan Tuan Besar.


Tuan Besar semakin menyukai Carlos. Dia juga mengeluh didalam hati, tidak tahu kapan bisa menggendong cucu, alangkah baiknya kalau kelak cucunya bisa secerdas ini!


Namun, ponsel Tania tidak aktif.


Dia juga menelpon Bibi Juli, ponselnya juga sama tidak aktif.


Hatinya sangat tidak tenang, tapi hanya bisa menunggu dengan sabar.


.......

__ADS_1


Dan pada saat ini, Tania sedang melapor di kantor polisi. Polisi sudah memproses kasus, memintanya pulang dan menunggu kabar dirumah.


Demi tidak menghalangi polisi bekerja, dia hanya bisa pulang dulu dengan naik taksi.


Saat memasuki rumah, Tania sangat sedih, air matanya mengalir....


Saat menangis, dia melihat foto keluarga yang digantung di dinding, sambil berkata, "Roxy, coba katakan, pergi kemana mereka? Apa mereka diculik orang jahat?"


Setelah mengatakan hal ini, tiba-tiba Tania teringat pada Daniel, jangan-jangan dia yang menangkap anak-anak?


Seharusnya tidak....


Pada saat ini, tiba-tiba ponsel berdering, Tania berlari ke kamar dengan tergesa-gesa, tidak sengaja menabrak dinding, pinggangnya kesakitan hingga hampir terasa patah, tapi dia tidak peduli.


Itu telepon dari Daniel.


"Halo."


"Kamu dimana?" Daniel bertanya.


"Daniel, apa kamu menculik anak-anakku?" Tania bertanya dengan panik.

__ADS_1


"Omong kosong apa yang kamu katakan?" Daniel berkata dengan dingin, "Untuk apa aku menculik anak-anakmu?"


__ADS_2