
Sepanjang perjalanan, mereka berdua tidak berkata sepatah kata pun sampai mobil berhenti....
Tania melihat vila mewah melalui jendela mobil dan di pintu masuk, mobil-mobil mewah berbaris. Baru saat itulah dia menyadari betapa megahnya perjamuan itu, kemudian bertanya: "Perjamuan apa ini?"
"Lelang amal sederhana." Daniel menjawab dengan santai, "Jangan gugup, ikuti saja aku."
"Kenapa Anda memilihku?" Tania bertanya dengan bingung, "Aku hanya seorang satpam ingusan yang tidak memiliki spesialisasi apa pun.... "
"Jangan banyak bicara!" Daniel menyela kemudian bersiap keluar dari mobil.
Tania cemberut kemudian mengikutinya dari belakang, tapi ketika hampir tersandung, Lily segera memegangnya.
"Presdir Daniel, semua tamu sudah hadir!" Seorang pria paru baya dengan setelan jas dan sepatu kulit datang bersama rombongan untuk menyambut mereka. Setelah melihat Tania, dia dengan cepat menundukkan kepala dan memberi salam hormat, "Halo!"
"Halo." Tania menjawab dengan sopan. Dia terkejut karena semua orang di sekitar Daniel sangat menghormatinya.
Daniel melangkahkan kakinya menuju vila.
Tania dengan sepatu hak tingginya mengikuti perlahan, matanya menatap mobil Bentley putih tidak jauh darinya.
Itu mobil Stanley, dia juga ada disini!
__ADS_1
Setelah berjalan beberapa langkah, dia melihat sebuah porsche milik Frank.
Tania mengerutkan alisnya, malam ini benar-benar meriah. Di setiap perjamuan yang di hadiri Frank, maka Kety akan hadir juga.
Habislah! Akankah Kety mengungkapkan keberadaan anaknya di hadapan Daniel?
Apakah akan mempermalukan Daniel di perjamuan seramai ini?
Ia akan mendapat masalah....
Ketika Tania sedang berpikir, tiba-tiba dia menabrak sesuatu yang keras.
Dia terkejut, memegang dahi dan melihat keatas, Daniel berhenti dan menunggunya, tapi karena dia sedang linglung, sehingga menabrak dadanya yang kuat....
"Tidak, tidak apa-apa... " Tania sedikit bingung, "Aku, aku tiba-tiba merasa tidak enak badan, lebih baik aku pulang saja.... "
Sebelum dia selesai bicara, Daniel meraih tangannya dan menariknya kedepan.
Dia beberapa kali berjuang melepaskan diri, tapi gagal, hanya bisa membiarkan dia menggandeng tangannya.
Dia merasakan telapak tangannya yang panas, jantungnya berdetak kencang dan wajahnya menjadi panas.
__ADS_1
Langkah kaki Daniel sangat cepat, jadi Tania harus berlari kecil agar bisa mengikutinya. Tapi dia melambatkan langkah kakinya demi Tania.....
Cahaya bulan menampilkan bayangan mereka berdua, sungguh adegan yang menyenangkan dan romatis!
Ketika tiba di aula utama, pintu berwarna sampanye terbuka, musik waltz yang romantis dan merdu terdengar.
Lampu berkedip-kedip menyilaukan mata Tania, sehingga tanpa sadar dia menutup matanya kemudian terdengar ditelingnya suara tepuk tangan yang meriah.
Daniel menyelipkan tangan Tania ke lengannya sambil berjalan maju.
Setelah Tania beradaptasi dengan cahaya dan perlahan-lahan membuka matanya, yang dia lihat hanyalah senyum hangat dan tatapan hormat.
Semua ini tampak seperti keabadian.
Tania sepertinya kembali ke beberapa tahun yang lalu, ketika ayahnya masih hidup. Setiap kali keluarganya mengadakan perjamuan, dia juga merasakan sambutan yang hangat seperti ini.
Selama empat tahun ini dia jatuh dari surga, mengalami berbagai kesulitan di dunia, merasakan kehangatan dan dinginnya dunia. Ia mengira tidak akan pernah kembali ke masa lalu....
Tapi sekarang, pria disampingnya telah membawa kembali kemuliaan untuknya.
"Bukankah wanita disamping Presdir Daniel itu adalah Tania?" Kety yang berada ditengah kerumunan menggosok matanya sambil berbisik kepada Alisia, "Apakah penglihatanku kabur?"
__ADS_1
"Ku kira penglihatanku juga kabur." Alisia mencondongkan tubuh kedepan melihat lebih dekat untuk memastikan bahwa orang yang berjalan masuk dengan Daniel adalah Tania. Kemudian dia menjadi pucat karena terkejut, "Ma, benar itu adalah dia, si wanita jala** itu.... "
"Shhhtt~" Kety buru-buru menutup mulut Alisia, "Hari ini kamu tidak boleh bicara sembarangan, jika orang lain mendengarnya, maka kamu akan mendapat masalah besar."