Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 178


__ADS_3

Hari semakin gelap saat tiba di bila Daniel. Langit seperti tertutup oleh lapisan tulle hitam, tampak misterius dan dingin.


Sejak turun dari mobil, Tania memiliki banyak pemikiran. Berbagai pertanyaan berputar di benaknya, pertanyaan tersebut seolah menunggu ia menjawab...


"Halo, Nona Tania!"


Para pengawal dan pelayan menyapanya dengan hormat.


Tania sedikit bingung, ia merasa diri sendiri seolah nyonya di vila ini...


Ia menggeleng-gelengkan kepala meminta dirinya jangan berpikir, "Mana Presdir Daniel?" Tanya Tania.


"Tuan Daniel berada di kolamy renang, saya antar kesana!" Sahut seorang pelayan.


"Baik, terima kasih."


Tania mengikuti pelayan wanita menelusuri hutan bambu dan taman bunga, kemudian tiba di sebuah kolam renang. Dari kejauhan, ia dapat melihat lampu biru menerangi kolam renang besar.


Kolam renang itu jernih, ada sesosok manusia sedang berenang.


Sosok tinggi dan tegap bertubuh atletis di bawah pantulan cahaya, memancarkan aura misterius yang familiar bagi Tania.


Tania mempercepat langkah kakinya. Di kesempatan ini, ia ingin memeriksa pinggang belakang Daniel ada tato itu atau tidak...


Tetapi setelah ia mendekati kolam, ia baru sadar kolam renang begitu besar. Sedangkan Daniel berada di tengah-tengah kolam. Tania sama sekali tidak tidak bisa melihat jelas tato di pinggangnya. Ia hanya melihat warna hijau dan yakin di pinggangnya ada tato!


Hati Tania gelisah, ia mempercepat langkah kakinya ke sisi lain kolam renang.


Tania ingin dekat dengannya, dengan begitu dapat melihat tato tersebut dengan jelas...

__ADS_1


Tetapi saat ia baru mendekat, Daniel malah berenang ke sisi lain. Lagi-lagi kaki kecilnya harus pergi mengejar tubuh Daniel.


Mengejar kesana kemari, memutari satu kolam renang besar.


Daniel keluar dari kolam, ia menyeka air di wajahnya lalu menatap Tania dengan tatapan mengejek.


Seolah melihat seorang idiot!


"Kamu sengaja?" Tania membungkukkan badan, terengah-engah karena kelelahan.


Bibir Daniel menyunggingkan senyuman lalu menyelam ke dasar kolam melanjutkan berenang.


Di bawah pantulan cahaya lampu, tato di pinggang Daniel tampak kabur. Tato itu seolah setengah menggoda Tania.


Tania kesal, ia membalikkan badan dan pergi. Tetapi ia berhenti....


Tidak, jika hari ini tidak mengetahui identitasnya, entah kapan lagi ada kesempatan.


Jika di dalam kolam renang, di sekitar ada banyak orang. Memangnya Daniel bisa berbuat apa padanya?


Memikirkan hal ini, lagi-lagi Tania membalikkan badan dan masuk ke dalam. Di pinggir kolam, ada sebuah meja dan kursi santai. Di meja ada alkohol anggur, es batu dan snack...


Tania mengambil es batu, membuangnya ke arah Daniel.


Es batu mendarat di samping Daniel. Daniel yang sedang menyelam bergerak-gerak lalu lanjut berenang.


Tania melempar satu es batu lagi, melemparnya tepat ke tubuh Daniel.


Daniel bergerak-gerak lalu muncul dari permukaan air, dan memelototi Tania.

__ADS_1


Kali ini lagi-lagi Tania melempar kepingan es batu kesana.


Kali ini es batu mengenai punggung, pantat dan kepala Daniel...


Akhirnya Daniel marah, ia membalikkan badan berenang ke arah Tania.


Tania merasa menang, dia berdiri tepat di tepi kolam. Ia menjinjitkan kakinya, menjulurkan lehernya agar dapat melihat pinggang belakang Daniel.


Kali ini, ia harus memastikan identitasnya...


Daniel berenang seperti ikan todak. Dalam sekejap ia sudah berada didepan mata Tania.


Tania mengamati tato di pinggang belakangnya. Cahaya lampu biru bersinar diatasnya, warna hijau samar-samar mulai terlihat...


Tepat ketika tato akan terlihat jelas, sebuah tangan tiba-tiba memegang kakinya dan menariknya dengan kuat.


'Byurrrrrrr..... '


Tania tercebur ke dalam kolam renang, kedua tangannya awut-awutan, mulutnya tidak berhenti menelan air. Ia benar-benar mirip seperti katak yang sedang sekarat.


Daniel mengamatinya dari samping, sudut bibirnya terangkat menunjukkan senyuman mengejek.


Melihat Tania yang akan tenggelam ke dasar kolam, Daniel mengulurkan tangannya untuk mengangkat keatas.


'Pufff'


Tania memuntahkan air kolam dari mulutnya. Tepat terciprat di wajah Daniel.


Daniel memejamkan matanya, "Tania, habislah kamu!" Deham Daniel dengan jengkel.

__ADS_1


Tania bernapas terengah-engah, akhirnya ia sadar kembali. Ia bergegas melewati Daniel, meregangkan leher melihat bagian pinggang belakangnya.


__ADS_2