
Daniel tidak menjawab, hanya menatap Tania dengan dingin, senyumannya menyeringai.
Sikap seperti ini, membuat Tania kebingungan....
"Apakah benar kamu yang menyelamatkanku?" Tania bertanya kembali dengan hati-hati.
"Siapa yang menyelamatkanmu, kamu sendiri tidak tahu?" Daniel balik bertanya.
"Aku.... "
Tania tadinya ingin mengatakan bahwa ia saat itu dalam pengaruh obat bius, jadi ia tidak tahu apa-apa, namun ia menahannya.
Ini bukan hal yang patut dibicarakan, jika ternyata bukan Daniel yang menyelamatkannya, bukankah sama saja dengan ia sedang membuka aibnya?
"Sudahlah, lupakan saja." Tania mengalihkan topik, "Presdir Daniel, tolong biarkan aku keluar, aku masih harus bekerja."
"Aku yang menyelamatkanmu." Daniel tiba-tiba kembali lagi pada topik ini, "Katakan, bagaimana kamu akan membalasnya?"
"Tidak mungkin, apakah benar kamu?" Tania sangat terkejut, "Tapi kamu, kenapa bisa... "
"Pergi minum-minum, kebetulan bertemu." Daniel menghembuskan asap cerutu, wajahnya dipenuhi ekspresi dingin dan sombong. "Bahkan jika anjing yang ku pelihara di usik orang lain, aku juga akan membantunya, anggap saja seperti berbuat kebaikan."
"Bagaimana mungkin.... " Tania menggelengkan kepala dengan bingung, " Yang menyelamatkanku jelas-jelas adalah.... "
Sosok 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' terlintas di benaknya, apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
"Kamu di bius orang, nafsumu membara, gairahmu seperti api, terus menerus terbenan dalam pelukanku.... " Daniel menggodanya, "Kau yang menggodaku."
"Tidak mungkin.... " Tania buru-buru memotong perkataannya dan berkata, "Hari itu, yang menyelamatkanku jelas-jelas adalah pacarku, dia lah yang ku lihat saat itu, bagaimana mungkin itu kamu.... "
Tania belum selesai berbicara, Daniel langsung menariknya kedalam pelukannya.
Ia ingin memberontak, namun Daniel memeluknya sangat erat, Tania tidak dapat bergerak sama sekali....
"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku."
Tania kebingungan ingin memutar tubuhnya, namun semakin Tania bergerak, itu semakin membangkitkan Daniel untuk menaklukkannya.
"Hari itu, kamu tidak seperti ini... "
Daniel mencubit dagu Tania, melihat wajahnya yang begitu cantik, sepasang mata yang pandai memilukan orang lain. Daniel tidak dapat menahan darahnya yang mendidih....
"Hari itu, kamu berinisiatif untuk menciumku, seperti ini.... " Daniel bergumam, dengan lembut dia menggigit daun telinga Tania dan mulai menciumnya.
Tania terpaku, seluruh tubuhnya kaku, ia bersuara kecil seperti nyamuk, "Jangan.... "
"Lalu seperti ini.... "
Ciuman Daniel lambat laun berpindah, seperti percikan api dia mencium pipinya, lehernya, dagunya, lalu bibirnya yang lembut seperti kelopak bunga. Daniel tidak dapat menahan hasratnya.
Ciuman Daniel menyapu dirinya seperti kobaran api, benar-benar membuatnya hilang kesadaran.
__ADS_1
"Daniel, jangan. Uh.... "
Tubuh rapuh Tania gemetaran seperti anak kucing yang tidak berdaya.
Tubuhnya perlahan melemas, seakan meleleh didalam pelukan Daniel. Perlahan tapi pasti, dengan lembut Daniel mencium bibir Tania lagi, mencoba untuk menerobos lebih dalam. Tanpa sadar, Tania membalas ******* yang lembut itu.
Melihat Tania yang terpejam dan membalas ******* itu, Daniel yang masih ******* bibir Tania, membuka mata dengan tersenyum puas.
Daniel sangat menyukai Tania yang begitu lembut, gerakannya semakin intens dan dalam. Tangannya kini perlahan masuk kedalam rok Tania__ __
"Uh~ ~" Seketika Tania tersadar, ia buru-buru mendorong Daniel.
Tania tidak dapat mendorongnya, ia mengeluarkan seluruh tenaga hingga melukai bahunya yang terluka, dalam sekejap ia kesakitan sampai seluruh wajahnya pucat, keringat bercucuran.....
Daniel dengan tidak rela segera melepaskannya, ia menjilati bibirnya, matanya masih penuh dengan harapan seperti api membara.
Tania langsung melangkah mundur, ia buru-buru merapikan bajunya.
Daniel melihat raut wajah Tania, ia sadar telah melukai bahunya, ia bergegas ingin memeriksa bekas lukanya.
"Jangan mendekat." Tania melangkah mundur.
Daniel mengernyitkan dahi, namun masih menganggukkan kepala, "Ok!"
Daniel segera menjentikkan jarinya, kunci pintu ruangannya otomatis terbuka.
__ADS_1
Dengan panik, Tania langsung meninggalkan ruangan, seperti pergi meninggalkan iblis yang sangat menakutkan....