Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 213


__ADS_3

Tania mengacuhkannya, malah menatap Alisia, "Kamu tidak serius mengirim orang untuk menculik anak-anak ku, 'kan?"


"Apa?" mata Kety membelalak, "Alisia, kamu mengutus orang untuk menculik tiga anak itu?"


Alisia menghindari kontak mata, ia menundukkan kepala tak bicara.


"Apa kamu sudah gila?" Kety memarahinya dengan suara kecil, "Itu adalah anak Daniel. Jika dia tahu hal ini, hidup kita berakhir."


"Siapa yang tahu itu anaknya atau bukan?" Alisia menatap Tania dingin, "Jika tiga anak haram itu milik Daniel, seharusnya sudah dari awal ia membiarkan mereka saling mengenal. Kenapa masih menyimpan rahasia itu sampai sekarang?"


"Aku juga merasa aneh." Frank bertanya dengan bingung, "Tania, anak itu sungguh milik Daniel?"


Tania mengabaikan mereka, melainkan buru-buru mengambil ponselnya. Ia ingin menelepon Viktor memastikan keamanan anak-anak nya.


Tetapi, ponsel menunjukkan tidak ada sinyal. Ia sama sekali tidak bisa menelepon.


"Ini ruang rahasia. Semua sinyal terputus, tidak ada jaringan sama sekali." Kety maju menarik Tania, "Beritahu aku dengan jujur, anak itu milik Daniel atau bukan?"


"Apa urusannya denganmu!" Tania mendorongnya.


Kety menggertakkan gigi kesal, di saat bersamaan ia memarahi Alisia, "Kamu ini, aku sudah bilang jangan gegabah. Kenapa kamu selalu melakukan hal bodoh tanpa berpikir dulu?"


Hati Kety benar-benar ruwet sekarang. Ia berharap anak itu milik Daniel, tetapi ia juga berharap bukan milik Daniel.


Jika anak itu milik Daniel, maka Daniel tidak akan melampiaskan amarah kepada mereka, karena mereka membantu Tania menyimpan rahasia itu.

__ADS_1


Tetapi, jika orang suruhan Alisia menculik anak itu dan terjadi sesuatu dengan anak-anak itu, maka hidup mereka sekeluarga akan berakhir....


Jika anak itu bukan milik Daniel, Daniel akan berpikir mereka bertiga sengaja mempermainkan dia, kemudian mereka sekeluarga juga akan berada dalam masalah.


Tetapi, jika anak itu bukan milik Daniel dan terjadi sesuatu dengan anak-anak itu, setidaknya Daniel tidak akan membunuh mereka sekeluarga...


Jadi, pilihan kedua lebih beresiko kecil. Mereka berharap anak-anak itu bukan milik Daniel.


............


Di dalam mobil, Ryan bertanya dengan hati-hati, "Benar akan mengurung Nona Tania di sana?"


"Ia tidak bersedia bicara, teruslah kurung."


Ekspresi Daniel dingin, tidak ada ruang untuk bernegosiasi.


Daniel tidak bicara, ia menoleh melihat jendela luar. Telapak tangannya terus memutar-memutar ponsel ultra tipis.


Ia tampak berpikir sesuatu....


Cahaya gemerlap berkedip-berkedip di luar mobil menyinari wajahnya. Ekspresinya terus berubah-ubah dan sukar dipahami.


Ryan melihatnya dari samping, tidak berani mengganggunya.


Beberapa lama kemudian, Daniel bersuara, "Biarkan ia sendiri yang bicara."

__ADS_1


"Baik." Ryan menganggukkan kepala.


...........


Tania tidak percaya, Daniel sungguh mengurungnya didalam sini. Ia merasa Daniel hanya menakutinya saja. Lalu segera menjemputnya kembali. Bagaimanapun, mereka masih dibayang-bayangi oleh kehangatan semalam....


Tetapi, setelah lewat satu malam, tetap tidak ada pergerakan di depan pintu.


Tania tertidur karena mengantuk. Tidak tahu ia sudah tidur berapa lama. Ia terbangun lagi dan diluar tetap tidak ada pergerakan.


Ketenangannya dari awal mulai berubah menjadi kecemasan...


Mental Alisia mulai hilang kendali. Sebentar-sebentar ia menangis tak berdaya dan mengeluh tentang Stanley, sebentar-sebentar ia menuduh Tania tidak tahu malu. Beberapa kali ia ingin maju memukul Tania, tetapi ia ditahan oleh Frank dan Kety.


Tania menghabiskan satu hari satu malam dilingkungan berisik dan menyedihkan. Ia menderita luka mental dan fisik.


Ia khawatir akan keamanan anaknya. Ia berjalan ke pintu mengetuk pintu besi dan memanggil nama Daniel, tetapi tidak ada yang menghiraukannya.


Ia berteriak ke arah CCTV disudut dinding, namun tetap tidak ada orang yang datang. Kemudian, lagi-lagi ia melewati satu hari. Alisia pingsan karena fisik tubuhnya lemah.


Kety dan Frank panik, mereka membujuk Tania untuk memikirkan cara.


Awalnya bahu Tania memang terluka dan belum diobati. Ia ditarik-tarik oleh mereka, darah segar dari luka itu mengalir keluar...


Di tambah lagi, ia sudah tidak makan tidak minum selama dua hari satu malam. Belum istirahat dengan baik, dan berulang kali di siksa Alisia. Ia kelelahan dan pusing. Sekujur tubuhnya berkeringat dingin, lalu pingsan di sofa.

__ADS_1


Akhirnya setengah jam kemudian, pintu besi di buka.


__ADS_2