Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 177


__ADS_3

Sejak kecil ia tahu, bahwa ayahnya memiliki sebuah kotak kayu berwarna merah. Di dalam kotak itu berisi dokumen penting dan juga poto ibunya...


Sekalipun ia belum pernah melihat ibunya, tetapi ayahnya selalu bilang padanya bahwa ibunya adalah seorang malaikat, seorang wanita sempurna!


Ayah bekerja keras, berusaha agar bisnisnya naik ke puncak agar dapat cepat bertemu ibunya.


Meskipun saat itu Tania sama sekali tidak mengerti apa-apa, tetapi ia tahu, ayahnya sangat mencintai ibunya.


Jadi, meskipun ia tidak pernah di rawat ibunya, di dalam hatinya tetap tidak ada kebencian, hanya ada kerinduan yang dalam.


Setelah insiden itu terjadi, Tania pernah ingin mencari kotak kayu merah itu. Tetapi ia tidak pernah menemukannya, ia mengira telah di sita. Sekarang ia tahu, ayahnya telah memindahkannya ke Makam Akiyama...


Jadi, ayahnya telah ber firasat akan terjadi sesuatu kepada dirinya, jadi ia sudah membuat persiapan terlebih dahulu untuk Tania.


"Paman Paul, kenapa kamu tidak memberitahuku dari awal?" Tania menerima kunci itu, hatinya penuh emosional, "Empat tahun lalu, aku mencari kotak ini kemana-mana."


"Uh... " Paul berbicara dengan suara rendah, "Jika empat tahun lalu di berikan kepadamu, pasti ada banyak orang yang ingin merebutnya. Saat itu, banyak orang yang memperhatikanmu. Kamu seperti anak domba yang tak berdaya, yang siap di sembelih tanpa kekuatan melawan.


Ayahmu sejak awal sudah menduga hal ini, jadi ia memintaku menyerahkannya kepadamu setelah lima tahun. Tak ku sangka kamu datang satu tahun lebih awal."


"Ternyata sejak awal ayah sudah mempersiapkan nya untukku." Tania menghela napas, lalu mengatur suasana hatinya, "Apa yang sebenarnya terjadi di tahun itu? Dapatkah kamu menceritakannya kepadaku? Aku ingin tahu kebenarannya."

__ADS_1


"Nona, jangan tanya lagi." Alis Paul berkerut, ia tampak kesulitan, "Aku hanya bisa bilang, Presdir memiliki putri berharga sepertimu yang harus dijaga dan juga istri yang sangat ia cintai yang belum di temukan. Bagaimana mungkin ia bunuh diri? Ia dicelakai oleh orang lain."


Emosi Paul mulai naik saat membicarakan topik ini. Gelas di tangannya gemetar...


"Siapa?" Tanya Tania dengan cepat, "Siapa yang mencelakai ayahku?"


"Orang itu sangat kuat, kamu tidak akan bisa melawannya." Paul mengeratkan kepalan tangannya mencoba menahan diri, "Sekarang semuanya telah berubah, tidak baik bagimu untuk tahu lebih banyak. Lebih baik jaga dirimu baik-baik... "


"Tetapi... "


"Nona, aku masih ada urusan pekerjaan, aku pergi dulu."


"Paman Paul... "


Tania ingin menghentikannya, tetapi ia berjalan semakin cepat. Setelah jalan beberapa langkah, ia teringat sesuatu. Ia menoleh dan berkata kepadanya, "Oy, ya. Nona, hati-hati dengan Frank sekeluarga."


Setelah meninggalkan ucapan itu, Paul pergi...


Tania melihat belakang punggungnya, hatinya ruwet. Apa maksud ucapannya tadi? Pihak lawan sangat kuat, kemudian ia memintaku berhati-hati dari Frank sekeluarga, ini jelas sekali menunjukkan...


Orang yang mencelakai ayah bukanlah Frank!

__ADS_1


Jangan-jangan benar Daniel?


Beribu-ribu pikiran melintas di benak Tania. Ia melihat kunci hitam di tangannya, ia ragu apakah harus ke Makam Akiyama mencari kotak kayu merah itu sekarang...


Sekarang keluarganya dalam bahaya, tidak bisa membawa kotak kayu merah itu ke tempat Daniel.


Karena kotak kayu merah itu telah dipindahkan, lebih baik tetap dibiarkan di Makam Akiyama saja biar tetap aman.


Setelah merenung, Tania memutuskan kembali ke tempat Daniel.


Ia berjalan keluar dari kafe. Saat sedang bersiap memanggil taksi, ia baru sadar tidak tahu alamat vila Daniel.


Saat ini, sebuah mobil Maybach mendekatinya. Sopir turun dari mobil dan membuka pintu untuknya, "Nona Tania, silahkan!" Katanya dengan hormat.


"Kenapa kamu bisa disini?" Tanya Tania dengan aneh.


"Tuan Daniel memerintah, harus membawa Nona kembali dengan aman. Jadi saya menunggu Nona dari kejauhan, semoga tidak mengganggu Nona!"


Sopir menjelaskan dengan hormat dan rendah hati.


Tania merasa seram. Ia tiba-tiba merasa seluruh pergerakannya berada dalam pengawasan Daniel. Ia sama sekali tidak bisa lepas dari Daniel...

__ADS_1


__ADS_2