Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 102


__ADS_3

Sepanjang hari, Tania mempelajari tigas-tugas diposisi barunya. Jam 4 sore baru ia bisa bernapas.


Wina membawanya mengantar dokumen ke ruang rapat. Selama perjalanan, ia mendengar saran serius dari Wina.


"Letakkan dokumen lalu pergi, jangan mengganggu dewan direksi rapat."


"Harus lincah melakukan tugas, jangan membuat kegaduhan."


"Beberapa hari ini mood Presdir tidak baik. Jangan membuatnya marah, kalau tidak, seluruh perusahaan akan menderita!"


"Iya, iya." Tania mengikuti dari belakang dengan satu kotak dokumen ditangan.


Wina mengetuk pintu, setelah diizinkan masuk, ia baru masuk kedalam ruang rapat bersama Tania.


Setelah membuka pintu, Tania tercengang melihat pemandangan di depannya. Ruangan dengan ketinggian 6 meter yang didekorasi dengan nuansa dingin, khusyuk dan khidmat. Memberikan rasa pertindasan yang menyesakkan!


Dewan direksi duduk di kedua sisi sebuah meja panjang dengan setelan rapi. Kebanyakan mereka sudah berumur, tetapi ada dua orang yang tampak lebih muda.


Mereka semua tampak serius, ada yang sedang fokus melihat dokumen ditangan, ada yang sedang berbisik berkomunikasi dengan orang disebelahnya.


Semua orang telah tiba, hanya posisi Presdir yang kosong...


Daniel belum datang!

__ADS_1


Tania dan Wina bersama-sama meletakkan dokumen diatas meja. Sekretaris senior lain bertanggung jawab. Membagikan dokumen baru kepada para direktur.


Seorang sekretaris senior memerintah Tania membersihkan dokumen tak berguna dan sampah-sampah diatas meja rapat. Ia juga meminta Wina membagikan dokumen.


Saat Tania sedang bersih-bersih, tiba-tiba seorang direktur berbicara dari belakangnya, "Jika chip X masih tidak ditemukan, peluncuran teknologi baru akan ditunda."


"Bukankah sudah bekerja sama dengan pihak polisi mencari chip itu di pesisiran pantai Baron? Belum ada kabar, kah?" Tanya direktur lain.


"Fyuh, betapa bagusnya jika ada kabar... " Direktur berambut uban menghela napas, "Biaya pencarian, sehari puluhan milyar, ini sudah 7 hari. Sama sekali tidak ada kabar..."


Mendengar pembicaraan mereka, Tania sangat terkejut. Ya ampun, biaya untuk sehari saja sudah puluhan milyar, bukankah ini berarti sudah menghabiskan triliunan?


"Direktur Gilang, Direktur Benny, kalian tidak usah cemas. Presdir sudah turun tangan sendiri, ia pasti menemukan chip itu." Seorang direktur muda duduk disamping menenangkan mereka.


"Anak kecil? Apa maksudnya?"


Tania tidak sanggup mendengar pembicaraan selanjutnya, ia sudah gemetar ketakutan. Jika Daniel menemukan rumahnya maka tamatlah riwayatnya...


Tidak bisa, hari ini ia harus mengembalikan chip itu!


"Tania, Tania!"


Suara Wina mengagetkan Tania, ia tidak sengaja menjatuhkan gelas teh ke lantai.

__ADS_1


'Prang' Sebuah suara garing terdengar.


"Maaf, maaf... " Tania buru-buru berlutut membersihkan pecahan gelas.


Beberapa direktur melihat, mengerutkan alis tidak senang.


"Apa yang kamu lakukan?" Seorang kepala sekretaris berumur 50 tahun bergumam marah, "Keluar!"


"Maaf, bu Yuli, ia adalah pendatang baru. Aku akan membimbingnya dengan baik."


Wina buru-buru minta maaf, kemudian menarik Tania meninggalkan ruangan.


Tania membungkuk meminta maaf kepada semua orang, kemudian dengan cepat mengikuti Wina dari belakang.


Kedua kaki mereka baru saja berhenti didepan pintu, pintu utama ruang rapat tiba-tiba terbuka...


Dua pengawal membuka jalan, Daniel bersetelan hitam masuk ke dalam. Tubuh tinggi dan auranya membuat orang tegang!


Tania melihatnya, hatinya langsung gelisah dan merasa bersalah....


"Presdir!" Wina menyapanya dengan hormat, kemudian menarik Tania mundur ke pinggir.


Jantung Tania berdegup kencang, dan tak berhenti. Mengangkat matanya diam-diam mengintip Daniel. Ia berspekulasi dalam hatinya, kurasa Daniel belum menyelidiki ke tempat tinggalnya.

__ADS_1


Ekspresi Daniel tegas, pandangan matanya lurus. Sedikitpun tidak melihat Tania. Ia langsung jalan menuju kursi Presdir.


__ADS_2