Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 108


__ADS_3

Saat makan siang, Tania terus berpikir. Apakah Daniel adalah si GIGOLO PELUNAS HUTANG?


Jika iya, kenapa ia mau memerankan peran ini? Terlebih lagi ia berjanji menjemputku? Bukankah rahasianya akan terungkap?


Jika bukan, kenapa bentuk fisik mereka berdua, punggung dan suaranya sangat mirip?


Saat sedang melamun, sebuah suara lembut mendekat, "Tania, dengar-dengar kamu dipindahkan ke lantai 68? Selamat, ya."


"Terima kasih." Tania mendongakkan kepala, ternyata Yuni.


Tania teringat kejadian Alex yang menusuknya hari itu. Walaupun ia tidak menemukan keanehan, tetapi ia selalu merasa jika Yuni agak aneh dihari itu...


Kejadian itu telah berlalu begitu lama, Tania sudah lupa detail kejadiannya. Tetapi begitu melihat Yuni, hatinya sekarang ada sedikit kewaspadaan.


"Waktu itu, aku benar-benar minta maaf." Yuni membawa makanan dan duduk di dekat Tania, "Saat manajer Alex melukaimu, aku sungguh-sungguh ingin maju untuk menolongmu, tapi aku takut. Aku benar-benar tidak berguna!" Ujarnya dengan rasa bersalah.


"Jangan bicara begitu, kejadian itu tidak ada hubungannya denganmu." Tania buru-buru menjelaskan.


"Untung saja kamu tidak dendam kepadaku, Tania. Apakah kita masih bisa berteman?" Tanya Yuni lembut.


"Tentu saja." Tania tersenyum menganggukkan kepala.


Sebenarnya analisis secara logika, ia sama sekali tidak menemukan bukti keanehan pada Yuni. Mungkin itu hanyalah firasatnya saja. Ia tidak bisa melewatkan orang baik karena hal ini.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu." Yuni tersenyum.


"Aku membawa dua gelas jus, ini untukmu!"


Jus jeruk dalam nampan makanan Yuni diberikan kepada Tania. Ia juga meletakkan sedotan dalam gelas Tania dengan penuh perhatian.


"Terima kasih." Tania lihat Yuni juga ada segelas. Ia tidak banyak berpikir, lalu meminum beberapa teguk jus. Kemudian ia menundukkan kepala untuk makan. Ia sama sekali tidak memperhatikan cahaya dingin di dalam mata Yuni.


Sore hari, Tania terus sibuk bekerja. Setelah kejadian Direktur Toni, sekretaris Yuli akhirnya dipecat!


Sekarang Wina menggantikan Yuli, menjabat sebagai kepala sekretaris. Sore hari harus menyesuaikan kembali masalah kerjaan.


Tania belajar dengan giat, agar dirinya bisa mahir sesegera mungkin.


Entah kenapa, sore itu ia selalu merasa panas dan haus. Ia sudah minum banyak air, sekarang lagi-lagi kepantri mengambil air mineral.


Lift berhenti dilantai 13, para rekan kerja departemen administrasi berjalan masuk. Mereka menyapa Tania dengan ramah. Dan memberinya selamat atas kepindahannya ke lantai 68.


Tania berterima kasih dengan tersenyum, ia berpikir dalam benaknya, dulu saat ia dipindahkan ke departemen satpam. Semua rekan kerja menghindarinya selain Yuni.


Sekarang ia telah di promosikan, lalu mereka mendekatinya lagi.


Ini benar-benar sebuah kenyataan hidup!

__ADS_1


Saat sedang berpikir, telepon Tania berdering. Ia bergegas untuk mengangkat, "Halo, kamu sudah sampai?"


"Sebentar lagi tiba didepan perusahaan."


"Iya, aku masih di dalam lift." Tania sengaja memamerkan kemesraan di depan rekan-rekannya. "Hati-hati dijalan ya, aku segera turun." Tania berbisik.


"Ok!"


"Tania, siapa yang menelponmu? Pacar ya?" Beberapa rekannya mengelilinginya dengan antusias.


"Benar, pacarku datang untuk menjemputku." Wajah Tania malu.


"Tania begitu cantik, pacarnya pasti tinggi, kaya dan tampan... " Para rekan kerja menggunjing antusias.


Di sudut lift, Yuni menatap Tania dengan dalam. Tiba-tiba bertanya, "Tania, sejak kapan kamu punya pacar?"


"Sudah beberapa lama." Jawab Tania dengan tersenyum.


"Sudah punya pacar, seharusnya traktir dong. Benar tidak semuanya?" Yuni menggodanya.


"Benar, benar, seharusnya traktir." Beberapa rekan wanita ikut menggoda, "Terakhir kali, pacar Yanti mentraktir banyak makanan Jepang."


"Pacarku juga memberikan cokelat pada semua orang."

__ADS_1


"Hahaha, Tania, kamu tidak bisa melarikan diri."


__ADS_2