Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 159


__ADS_3

Mendengar kalimat ini, hati Daniel langsung tersentuh, jari-jarinya masih mengetik di keyboard, tapi mata menatapnya dengan ambigu, "Mengkhawatirkan ku?"


Tania tahu bahwa mulutnya bocor, wajahnya memerah, dia menggigit bibir bawahnya dan tidak berani bicara.


Melihatnya yang malu-malu, Daniel tidak bisa menahan diri, "Kemarilah!"


"Apa... "


Tania melirik nya dengan ekspresi takut, lalu membuang muka, jantungnya berdegup kencang.


"Cepatlah!" Perintah Daniel.


Tania perlahan bergerak kearahnya, hanya jarak beberapa langkah, tapi tampak seperti ribuan kilometer jauhnya.


Ryan sangat cemas karena ini adalah saat yang kritis. Mereka berdua masih saja bermesraan???


"Ah~~"


Bersamaan dengan seruan Tania, Daniel tiba-tiba menariknya ke dalam pelukannya.


Tania duduk di atas pangkuannya, tubuhnya lemas. Saat ingin melawan, Daniel berbisik, "Jangan bergerak", lalu melingkarkan lengan di pinggangnya lalu mengetik keyboard.


Tania tidak berani bergerak lagi...


Sebuah proyek besar puluhan milyar dollar, masa depan sebuah perusahaan, dikendalikan oleh pinggang rampingnya. Jika dia bergerak lagi, bukankah akan mempengaruhi rotasi bumi?


Dosa keji!!


Ryan memutar matanya, tangannya mengepal, dan hatinya tergelitik kesal...

__ADS_1


Pada saat ini, dia baru ingat Direktur Toni yang minum obat pencahar selama empat hari berturut-turut, dan tiba-tiba dia bisa memahami suasana hati lelaki tua itu...


Pantas saja!!!


Para prajurit membunuh musuh dan darah memercik dimedan pertempuran. Tapi Tuan Daniel mengendalikan dunia, sambil menjalin hubungannya yang menggairahkan itu...


Meskipun tidak ada yang berani mempertanyakan kemampuan Tuan Daniel, mereka sangat percaya bahwa dia pasti akan menang.


Tapi siapa yang bisa memahami kecemasan yang membara seperti api?


Puluhan ribu kuda lumut rumput melesat melewati hatinya, ia tidak bisa menahan rasa sakit dihatinya!!!


"Lepaskan aku, kau bekerjalah dengan benar. Pada saat kritis seperti ini, bagaimana kamu bisa..."


Tania dengan lembut mendorong Daniel.


Direktur Toni telah memperkenalkan presdir dan mulai memperkenalkan fungsi produk baru...


Orang tua malang itu menyeka keringatnya dan hampir kehabisan kata-kata, dia hanya berharap presdir dilantai atas dapat memperbaiki sistem sesegera mungkin, agar produk baru dapat segera dirilis secara resmi.


Disisi lain, Daniel dengan mata tertuju pada layar, mengoperasikan keyboard, tapi dagunya bergesekan dengan dada Tania...


Tania ingin bergerak tapi tidak berani bergerak, ingin mendorong tapi tidak berani mendorong.


Dia merasa dia sekarang adalah keindahan dari bencana, merayu raja untuk melakukan kejahatan, dan secara tidak sengaja menguasai dunia...


Ryan sangat cemas, dia ingin bergegas dan menarik Tania pergi, tapi dia tidak berani.


"Bruk!" Tiba-tiba terdengar suara benturan dari luar.

__ADS_1


"Seseorang menerobos lagi." Ryan berbalik dengan waspada.


"Tahan!"


Daniel tidak mengangkat kelopak matanya dan mengambil kesempatan untuk menggigit dada Tania.


Meskipun ditutupi oleh kemeja, dia masih bisa merasakan kenikmatannya....


"Ah~~" Tania berseru, "Apa yang kamu lakukan?"


Mulut Ryan berkedut, dan wajahnya memucat, tapi dia hanya bisa mengambil tongkat golf disebelahnya dan pergi keluar untuk bertarung....


Pintu terbuka, beberapa pembunuh mendobrak dengan pisau, Ryan menggertakkan gigi dan berjuang sekuat tenaga...


"Lepaskan aku, aku bantu."


Tania melihat luka Ryan masih berdarah, dan merasa sangat bersalah, dia mendorong Daniel untuk membantu sebisa dia...


Daniel memeluknya lebih erat, bibirnya yang dingin dan tipis dengan lembut menggosok tulang selangkanya, dan tangannya masih mengoperasikan komputer.


Tania sangat cemas: "Jangan membuat masalah, semua orang menunggumu sekarang.... Ahh... "


Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, dia berseru lagi, tubuhnya gemetar.


Daniel, bajingan ini menyentuhnya lagi.


Meskipun ditutupi pakaian, dia sudah gemetar seperti tersengat listrik.


Mendengar suara ini, Ryan yang bertarung didepan pintu, gemetar dan ditikam....

__ADS_1


__ADS_2