Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 216


__ADS_3

Ada cahaya dan harapan dalam mata Daniel, berharap ketiga anak itu adalah miliknya. Ia berharap mendapatkan jawaban yang pasti.


Karena gugup, tangan Daniel agak gemetar. Matanya terus menatap bibir Tania, ia sangat takut akan jawabannya salah!


"Bukan! Tentu saja bukan."Tania lekas membantah, "Bagaimana mungkin!"


Ia merasa Daniel adalah iblis yang sikapnya selalu berubah-ubah. Mungkin sudah banyak nyawa yang mati ditangannya. Jika anaknya dan ia saling mengenal di saat ini, maka akan mengerikan sekali.


"Bukan... milikku?" Daniel mencubit pipi Tania dan bertanya balik, "Jadi, milik siapa anak itu?"


'Tok tok tok'


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar dan terdengar suara Ryan, "Tuan Daniel, keluarga Viktor kemari!"


Tania kesakitan hingga gemetar, ia mendorong tangannya dengan panik. Tania merasa tatapan Daniel semakin lama semakin berbahaya. Cubitan di pipinya juga semakin kuat, rasanya ingin membelah tulangnya.


"Sakit~~" Tania berseru lemas.


"Masih tahu tentang sakit?" Daniel menatapnya dingin, "Tiga anak itu jangan-jangan.... milik Viktor?"


Keluarga Viktor yang rendah hati dan elegan berinisiatif memohon demi wanita ini? Jika wanita ini tidak ada hubungan dekat dengan Viktor, siapa yang percaya?


Tania tertegun, ia tercengang melihat Daniel yang beranggapan seperti itu.


Pikiran Tania kacau...


sesaat, dirinya menyimpan rahasia anaknya secara mati-matian, rasanya alasan ini bisa dimaafkan.

__ADS_1


"Tampaknya, tebakanku benar?" Tangan Daniel gemetar, di dalam matanya ada emosi rumit yang sulit dikatakan.


Tania sedang berpikir, apakah akan melibatkan Viktor. Tiba-tiba terdengar suara Ryan dari luar, "Tuan Daniel, Tuan Viktor menelepon... "


"Enyahlah!!!"


Daniel berteriak seperti singa mengamuk. Auranya semakin suram dan menakutkan.


"Tania Smith!!" rasanya ini adalah pertama kalinya Daniel memanggil nama lengkapnya.


"Bagus sekali, bagus sekali!" Daniel menggertakkan gigi. Kata per kata keluar dari celah giginya.


"Kau, berani-beraninya menipuku!"


"Menipuku dengan mengatakan telah keguguran, menipuku bahwa ini pertama kalinya bagimu. Menipuku laki-laki mu cuma aku seorang dan menjadikanku gigolo serta membayar kompensasi untukmu... "


"Tutup mulutmu!" Tania berteriak dan marah, "Kau tidak boleh mengatai anak-anakku!"


Dan juga anakmu.


Itu adalah darah dagingmu sendiri, bagaimana bisa kamu mengatakan mereka anak haram?


"Aku ingin mengatakannya, kenapa?" Daniel menggunakan punggung tangannya menampar pipi Tania, "Tania, ternyata aku terlalu meremehkan mu. Aku kira kamu polos seperti salju, ternyata yang dikatakan ibu dan anak itu benar. Kamu adalah wanita yang tidur dengan semua lelaki!!"


"Kamu... "


"Pertama Viktor, kedua Stanley, ada siapa lagi, heh? Ada berapa pria yang kau milikki?"

__ADS_1


Tamparan Daniel semakin kuat hingga membuat pipi Tania merah.


"Apa hubungannya denganmu?" Tania terprovokasi, ia mendorong tangan Daniel dan marah, "Dari awal aku hanya ingin kamu memberiku kompensasi, tidak pernah ada niat berhubungan denganmu. Aku selalu bilang padamu, aku sudah punya pacar. Kamu sendiri yang tak percaya.... "


Ucapannya belum selesai, tapi Daniel sudah terlebih dahulu meraih lehernya dan menekannya diatas ranjang. Ia seperti binatang buas yang mengamuk, menggertakkan gigi dan seperti ingin mencekiknya...


"Kamu kira dengan mendekati Viktor, kamu bisa menyingkirkan ku? Jangan lupa, kamu sudah tanda tangan perjanjian denganku. Sekarang kamu ini milikku. Di dalam dan Di luar semuanya milikku!"


"Lepaskan aku, dasar gila!" Tania berjuang melawannya.


"Ingin pergi? Tidak semudah itu." semakin dipikirkan Daniel semakin marah. Sepasang mata hitamnya berubah menjadi merah darah, "Mulai hari ini, kamu adalah budak terhina. Terserah aku bagaimana mempermainkan mu!"


Setelah berbicara, ia merobek kain sprei dan mengikatnya diatas ranjang. Lalu ia pergi meninggalkan Tania.


"Lepaskan brengsek, bajingan, bedebah, ugh... "


Tania belum selesai mengutuk, mulutnya telah di sumpal. Tania hanya bisa memelototi Daniel dengan marah.


"Teruslah pelototi aku, aku akan mengorek bola matamu keluar!" Daniel menunjuknya dengan murka.


Tania sedih, air matanya mengalir...


Daniel menendang p**tat Tania dengan bengis, lalu pergi meninggalkannya.


### up malam ini, 3 bab dulu! next disambung.


Komen jika ada kesalahan dalam kata/typo.

__ADS_1


__ADS_2