Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 237


__ADS_3

Daniel selalu tidak ramah dan tidak punya hubungan dengan siapa pun, tapi Daniel membuat pengecualian berulang kali hanya demi Tania.


"Ok, aku paham." Tania menoleh kebelakang dengan ekspresi tenang.


Dia tahu betul bahwa hubungan antara Tania dan Daniel adalah hubungan kekasih kontrak. Awalnya adalah permainan. Siapapun yang menganggapnya serius terlebih dahulu akan kalah!


Teguh pada pendirian, dan jika hati tidak tersentuh, maka hati tidak akan merasa sakit!


Ini adalah prinsip yang dia ingatkan berulang kali pada dirinya sekarang, jangan melewati batasan.


Mobil wisata diparkir di dekatnya dan terdengar suara antusias Lea, "Wow, masuk, Daniel. Aku luar biasa!"


"Iya, lumayan!" Daniel sedikit mengangguk.


"Ajari aku lagi, aku belum cukup mahir." Lea bersandar di tubuh Daniel.


"Minta Presdir Sean mengajarimu."


Daniel melemparkan tongkat ke Ryan dan berbalik hendak pergi, tapi melihat Tania dan Wina disebelah mobil wisata.


"Presdir Daniel!" Wina berjalan mendekat sambil membawa dokumen, "Ini dokumen yang Anda minta."


Tania berdiri disana, menundukkan kepalanya dan memberi hormat, lalu melihat kebawah dan terdiam.


Daniel meliriknya dan memerintah Wina, "Berikan kepada Presdir Lea."


"Baik." Wina maju beberapa langkah. "Presdir Lea."


"Terima kasih." Lea mengambil dokumen sambil tersenyum, "Terima kasih sudah jauh-jauh kesini!"


"Tidak masalah, sudah seharusnya." kata Wina cepat.

__ADS_1


"Kebetulan kami akan makan siang, ayo makan siang bersama." Lea menyusul Daniel dan merangkul lengannya, lalu berkata kepada Tania, "Kamu juga ikut saja!"


Nada ajakan itu seolah-olah tulus, tapi....


Tania ingin meneriakinya, tapi dia menahan diri.


"Terima kasih, Presdir Lea." Wina berkata dengan hormat dan sopan, "Kami tidak akan mengganggu Anda dan Presdir Daniel. Masih ada kerjaan di kantor, jadi kami akan kembali dulu."


"Tiba dikantor juga akan makan, kan? Jadi jangan terburu-buru." Lea bersandar pada Daniel dengan erat, "Benar kan, Daniel?"


"Iya." Daniel menjawab, "Ayo makan sama-sama."


"Baik!" Wina tidak berani ber kata-kata lagi, dia menarik Tania ke dalam mobil wisata dan duduk di belakang Daniel dan Lea.


Tania relatif tenang hari ini, tidak bingung seperti sebelumnya yang diluar kendali. Tapi itu hanya penampilan luarnya saja, dalam hati dia mulai mengutuk pria dan wanita bajingan ini.....


Menyumpahi mereka supaya sembelit setiap hari, me ngompol setiap hari, impotensi setiap hari...


"Daniel, aku membeli baju renang baru, ayo mandi di pemandian air panas malam ini. Setelah bertarung selama beberapa hari berturut-turut, kamu pasti lelah, jadi malam ini bersantai saja."


Hati Tania bergetar dan pikirannya kacau balau setelah mendengar kalimat ini.


Terlintas dalam benak Tania tentang adegan mereka yang bertarung diatas ranjang sebanyak 300 ronde....


Raut wajah Tania menjadi buruk, amarah yang membara melonjak dari lubuk hatinya, membakar pikirannya dan hampir meledak...


"Tania, Tania... " Wina menepuk bahu Tania.


"Hah?" Tania kembali sadar dan menyadari bahwa mobil wisata sudah terparkir di depan restoran.


"Kamu kenapa lingkung?" Wina berbisik.

__ADS_1


"Tidak apa-apa." Tania keluar mengikuti Wina dengan cepat.


"Presdir Daniel, Presdir Lea, silahkan lewat sini!"


Wakil presdir Grup Top Sky, Sean, selangkah lebih maju untuk menyambut Daniel dan Lea.


"Permainan golf Direktur Sean sangat bagus. Kamu tampaknya serba bisa, begitu cakap. Apa kamu sudah menikah?" Lea mengobrol dengan Sean.


"Hahaha, aku benar tersanjung Presdir Lea memujiku seperti ini. Aku malu mengatakannya, aku sudah bercerai beberapa tahun yang lalu, dan aku belum menikah lagi."


"Mungkin standarmu yang terlalu tinggi." Lea bercanda, "Gadis seperti apa yang kamu suka?"


"Lembut, cantik dan patuh." Ketika Sean berbicara, matanya tertuju pada Tania, "Siapa ini?"


"Ini sekretaris Grup Sky Well, datang mengantarkan dokumen hanya untuk Daniel. Dan dia juga masih lajang." Lea antusias memperkenalkan.


Tania terkejut, lalu menatap Lea.


"Aku tidak salah kan, Tania?" Lea menatap Tania sambil tersenyum, "Lebih baik pertimbangkan Direktur Sean. Meskipun dia sedikit lebih tua darimu, dia dewasa, stabil, dan memiliki karir yang sukses."


Tania melirik Sean, dan merasa terhina.


Melihat Sean seperti ini, perut buncit dan wajah berkerut. Dia seharusnya seumuran dengan ayahnya. Melihat lelaki tua itu, cukup membuatnya merasa jijik.


"Tania terlihat sangat muda, berapa umurnya?"


Mata Direktur Sean berbinar dan penuh arti saat menatap Tania.


Tania hampir terdiam dan ekspresinya hampir tak tertahankan.


"Presdir Lea benar-benar tahu caranya bercanda. Tania hanyalah seorang anak ingusan, bagaimana bisa layak untuk Direktur Sean." Wina dengan cepat membantu Tania.

__ADS_1


"Kenapa tidak layak... "


"Bukankah kamu bilang kamu lapar?" Daniel berbicara dengan dingin dan menyela perkataan Lea, "Masih bicara sebanyak ini?"


__ADS_2