
Ryan sebagai seorang eksekutif senior perusahaan memerintahkan pegawai rendahan untuk membersihkan ruangan, bukankah ini hal yang normal?
Kenapa Daniel memperingatkannya dengan keras?
Terlebih lagi, sekarang dia sangat sibuk seperti sedang berperang, tapi dai masih memperhatikan hal kecil ini?
Perkataannya barusan tampak seperti menganggapnya sebagai wanitanya, jadi bawahannya tidak boleh menyinggung perasaan
wanitanya!
Sudut bibir Tania tanpa sadar terangkat, dilindungi oleh pria yang begitu kuat, suasana hatinya benar-benar... Tidak bisa digambarkan.
Tunggu...
Tenang!
Pria ini adalah iblis!!
Tania bergidik, memperingatkan dirinya untuk tidak seperti ini...
Peliharaan binatang buas, meskipun memiliki cahaya yang mempesona. Tapi jika tidak hati-hati pasti akan dimakan sampai ke tulangnya!
Jangan anggap enteng...
"Tania, cepat ikut aku." Dengan cepat Wina memanggilnya.
"Kemana?" Tania mengikutinya masuk kedalam lift.
__ADS_1
"Konferensi pers akan segera dimulai, sistem perusahaan telah di retas, Presdir mengendalikan segalanya dari belakang, dan Direktur Toni diminta untuk memimpin konferensi pers.
Direktur Toni sempat bertengkar dengan Presdir sebelumnya dan akhir-akhir ini kesehatannya tidak terlalu baik. Aku khawatir akan emosinya. Kamu pernah menyelamatkannya dan tolong bujuk beliau."
"Paham." Tania mengangguk dengan berat.
"Konferensi pers hari ini sangat penting untuk Grup Sky Well." Wina melihat nomor-nomor pada tombol lift. Mengerutkan kening dengan gugup, "Bekerjalah dengan baik, agar kamu bisa segera menjadi karyawan tetap."
"Benarkah? Bagus sekali!" Tania sangat gembira
"Kring." Ponsel Wina bergetar dan dia segera mengangkat telepon.
"Halo."
"Apa?"
"Apa yang terjadi?" Tania buru-buru mengikutinya.
"Terjadi sesuatu pada Direktur Toni."
Wina menuju ke dek observasi, menyalakan teleskop, dan memeriksa jalan-jalan di dekat kantor menggunakan sistem komputer.
Layar komputer segera menampilkan realitas jalanan__
Sebuah Rolls Royce Phantom melaju kencang menuju gedung Sku Well, seperti kilat melesat menembus lalu lintas.
Ada beberapa mobil hitam dibelakang yang mengejar dan mencegat Rolls Royce Phantom, bahkan langsung menabrak mobil itu.
__ADS_1
Terlihat, tujuannya adalah ingin mencegat mobil itu.
"Apakah Direktur Toni ada di mobil itu?" Tania sekilas mengenali mobil Daniel itu.
"Ya." Wina mengerutkan kening, "Seseorang dengan sengaja menghambat konferensi pers kita hari ini, pertama menyerang sistem dan sekarang mencegat mobil Direktur Toni."
"Bagaimana ini? Apa yang bisa kita lakukan?" Tania sangat cemas.
"Kita tidak bisa apa-apa. Thomas dan Ryan akan menanganinya." Wina mengoperasikan komputer layar sentuh dan memeriksa peta jalan dengan serius, "Masih ada 7 menit lagi, dan konferensi pers akan dimulai... "
"Apa itu?"
Tania tiba-tiba melihat mobil jeep menyalip dari samping, menghentikan mobil hitam itu dan melindungi mobil Rolls Royce Phantom sekuat tenaga.
"Seharusnya ini perintah dari Presdir Daniel." Wina sangat gembira, "Tidak heran, 18 pengawal semuanya tidak ada disini, mereka semua pergi untuk melindungi Direktur Toni."
"Presdir Daniel benar-benar cerdik, semuanya ada dibawah kendalinya."
Tania ingat strategi yang Daniel susun di ruangannya barusan. Dia tidak bisa memahaminya saat itu, tapi sekarang dia mengerti, sungguh luar biasa!
"Sepertinya kita tidak perlu khawatir tentang itu, ayo kerjakan bagian kita."
Ketika Wina sedang berbicara, ada yang menelponnya lagi dan dia langsung menyalakan pengeras suara__
"Pak Thomas!"
"Ada yang mencurigakan, menyamar sebagai media untuk menyelinap masuk, ini dapat mengganggu ketertiban konferensi pers dan materi produk baru. Kamu harus segera kembali kelantai 66, memimpin tim sekretariat Presdir, dan jaga materi baik-baik. Jangan membuat kesalahan!"
__ADS_1