Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 187


__ADS_3

"Baik, baik."


Mario merapat Tania pergi, meninggalkan ruangan itu...


Alisia mendesak dari belakang, "Aku sudah menyiapkan hotel untuk kalian. Hotelnya ada di seberang, aku akan mengantar kalian kesana... "


"Sayang sekali!" Alisia menyimpan ponselnya kembali dan tersenyum mengejek, "Malam itu, Stanley tiba di bar lebih cepat. Jadi aku buru-buru pergi menemuinya. Aku meletakkan kamera di dalam vas bunga. Kemudian, tidak tahu mengapa, kamera itu tidak merekam apa-apa. Kalau tidak, sekarang sudah pasti ada adegan yang lebih menghebohkan dan menggairahkan."


"Benar-benar hina!!!" Tania murka, "Alisia, aku begitu baik kepadamu. Kenapa kamu ingin mencelakai ku? Kenapa?"


"Kamu baik kepadaku?" Alisia merasa konyol, "Sejak kecil hingga besar aku adalah pengikut kecilmu, seperti pelayan yang melayani mu. Ini yang dinamakan baik? Kita semua satu keluarga. Ayah kita sama-sama bermarga Smith. Atas dasar apa kamu adalah nona besar yang elegan, sedangkan aku adalah pengikut kecilmu? Atas dasar apa?" Alisia berteriak murka.


"Semua yang aku miliki diberikan ayahku kepadaku. Apa hubungannya denganmu?"


Tania sulit memahami logikanya.


"Benar, jadi ayahmu cepat meninggal!" Alisia berbicara kata perkata seperti pisau yang menusuk jantung Tania, "Mati karena mu!!!"


"Omong kosong!!"

__ADS_1


Tania mendidih hingga tubuhnya gemetar. Ia mengulurkan tangan ingin menampar Alisia, tetapi tangannya berhasil dicekal oleh Kety.


"Coba saja kalau kamu berani menampar Alisia?" Kety mendorong tangannya. Ia memberi Tania peringatan keji, "Sekarang kita punya kelemahanmu, seharusnya cukup membuatmu berlutut memohon bagai anjing. Tapi kamu masih berani sombong?


Percaya atau tidak, sekarang juga aku akan menyebarluaskan video dan foto ini. Kemudian, meminta Mario menjelaskan cerita detail malam itu didepan media... "


"Kamu... " Tania tidak bisa bicara sepatah kata pun. Ia melihat Mario sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "Tidak mungkin, tidak mungkin dia. Mustahil... "


"Aku, benar itu adalah aku." Mario berkata dan menatapnya dengan lemah, "Aku masih ingat bekas luka di pinggangmu."


".... "


Di pinggangnya, memang ada sebuah bekas luka.


Tidak...


Tania tiba-tiba mengingat satu hal penting. Ia langsung melangkah maju mendorong Mario ke dinding. Ia mengulurkan tangan untuk mengangkat baju Mario keatas, ingin memastikan apakah ada tato di pinggang Mario atau tidak.


"Ckckck!" Kety bergegas membalikkan badan. Ia menutup matanya sembari memaki, "Benar-benar tidak tahu malu, berani sekali berbuat hal tidak senonoh di depan kami. Benar-benar menjijikkan!"

__ADS_1


"Benar-benar gila... " Alisia merasa jijik.


Tania mengangkat kemeja Mario. Ia melihat bagian pinggang belakangnya, tidak ada tato...


Bukan dia!!


Tania sangat yakin, pasti bukan dia!


"Tania, aku tidak ada waktu menemani kegilaan mu." Alisia memperingatkannya, "Sekarang aku perintahkan kamu, segera menikah dengan pria ini. Kalau tidak, aku akan menyebarkan video dan foto ini, serta tiga anak haram yang kamu lahirkan dari gigolo Thailand."


"Aku tidak akan menikah dengannya." Tania perlahan tenang, "Dia bukanlah pria malam itu dan juga bukan ayah dari anakku. Kalian sengaja mencari orang lain untuk mencelakai ku."


"Apa ada yang salah dengan otakmu?" Alisia menggoyangkan foto itu sembari bicara, "Aku sudah menunjukkan buktinya kepadamu, dan kamu masih membantah?"


"Aku yakin pria itu bukan dia. Tapi jika kalian berani berbicara sembarangan diluar, aku pasti tidak akan melepaskan kalian." Tania sangat bersikeras.


"Kamu... " Alisia marah.


"Aku ingin lihat bagaimana caramu menghadapi kita." Kety tertawa mengejek, "Mentang-mentang di belakangmu ada Presdir Daniel, kami akan takut denganmu? Ingat baik-baik, jika Presdir Daniel tahu aibmu itu dan tahu kamu punya tiga anak, apakah ia masih mau untuk melindungi mu? Kurasa ia akan mencekik mu sampai mati."

__ADS_1


__ADS_2