Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 74


__ADS_3

"Benar Stanley, kamu tidak boleh memperlakukan Alisia seperti ini, kamu lah yang pertama ka... "


"Lupakan saja." Stanley menyela Kety, "Masalah ini sudah berlalu, tidak penting lagi siapa yang salah dan benar, aku tidak ingin membahasnya lagi.


Seperti yang kamu katakan, Alisia adalah istri dan ibu dari putraku. Aku hanya ingin menjalani kehidupan yang normal dan tenang. Aku harap kalian tidak usah menyusahkan Tania lagi."


"Apakah kamu melakukan segalanya untuk Tania?" Alisia bertanya dengan antusias.


"Alisia... " Kety segera menariknya, kemudian berkata pada Stanley sambil tersenyum__


"Stanley kamu salah paham, aku tidak pernah berpikir untuk menyusahkan Tania. Hari ini aku sungguh hanya ingin mengundangnya kesini untuk makan malam bersama, tapi tak disangka menjadi seperti ini. Ini semua salahku karena tidak mengaturnya dengan baik, lain kali aku akan meminta maaf kepadanya secara langsung, dan hubungan kalian suami istri jangan terpengaruh karena kejadian hari ini.... "


"Ok, baiklah." Stanley berbalik badan kemudian kembali ke lantai atas.


"Ma, apa yang kamu lakukan?" Alisia masih kesal, "Jelas-jelas dia tidak ingin membahasnya demi Tania... "


"Kamu yang kenapa?" Kety berbisik, "Selama ada batasan didalam hatinya dan berhenti berhubungan dengan Tania. Maka tujuan kita telah tercapai, jadi alasan apa pun tidak penting."

__ADS_1


"Kenapa?" Alisia tidak mengerti.


"Apakah kamu benar putriku? Kenapa kamu begitu bodoh?" Kety terdiam, "Jangan memikirkan cinta yang sempurna. Kamu tidak bisa memiliki segalanya dari pria manapun, jika dihatinya masih memiliki wanita idamannya. Kamu tidak bisa mengendalikannya, semakin kamu mengekangnya, dia akan semakin kesal. Dan hubungan kalian akan semakin bermasalah. Tapi kalau kamu bertindak lebih murah hati dan lembut, dia malah akan merasa bersalah, dan perasaan bersalah inilah yang akan membuatnya tetap tinggal disini."


"Aku ingin dia mencintaiku." Alisia sangat sedih.


"Jika kamu ingin dia mencintaimu, kamu harus patuh dan pertahankan posisi Nyonya Stanley terlebih dahulu. Tunggu sampai citra Tania benar-benar hancur dihatinya, kemudian dia akan melihat betapa baiknya dirimu, secara alami dia akan mencintaimu.... "


Dani mendorong kursi roda Tania keluar dari vila, mobil keluarga Daniel perlahan melaju dari kejauhan.


Tania berkata kepada Dani, "Dani, kamu masuk dulu saja, aku ingin berbicara dengan paman."


Frank memandang Tania dengan rasa bersalah, "Tania, sakit ya? Temperamen bibimu s#angat buruk, jangan temui dia lagi, nanti akan ku tegur.... "


"Paman." Tania menatapnya, "Bagaimana ayahku meninggal?"


"Hah?" Wajah Frank tiba-tiba membeku dan tatapannya menjadi kacau, "Kamu, kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal ini? Semua orang tahu bahwa ayahmu melompat dari gedung... "

__ADS_1


"Mengapa dia melompat dari gedung?" Tania bertanya, "Bisnis keluarga baik-baik saja, kenapa tiba-tiba bangkrut tanpa tanda-tanda?"


"Kamu tidak mengerti masalah bisnis ini... " Frank tampak bingung, "Aku juga tidak tahu banyak... "


"Lalu kenapa paman tidak menghadiri pemakaman ayahku? Kenapa paman tiba-tiba menghilang saat itu?" Tania terus bertanya, "Pasti ada alasannya, kan?"


"Aku tidak tahu, aku tidak tahu apa-apa." Frank berkata dengan panik, "Jangan tanya lagi, jalani saja hidupmu dengan baik."


Dia mengeluarkan kartu bank dari sakunya kemudian memberikan kepada Tania, "Ini untukmu, kata sandinya adalah hari ulang tahun ayahmu, anggap saja sebagai uang kompensasi untukmu."


Begitu dia selesai berbicara, dia berbalik badan kemudian berlari masuk ke dalam vila...


Tania melihat punggungnya dan dia merasa lebih yakin bahwa ada kejanggalan pada kematian ayahnya.


Mungkinkah itu ada hubungannya dengan Frank dan Kety?


Tapi melihat sikap Frank, sepertinya tidak mungkin. Kety juga tidak memiliki kemampuan untuk membunuh ayahnya...

__ADS_1


Ya Tuhan! Sebenarnya apa yang terjadi?


__ADS_2