Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 36


__ADS_3

Tania menoleh kebelakang, rupanya Stanley!


Dia memeluknya dengan erat, seperti seorang dewa pelindung.


Terpancar kesedihan dari matanya yang penuh kasih sayang itu.


Seketika, hati Tania bergejolak, seolah-olah kembali ke masa lalu...


"Pak, Pak Stanley.. " Ibu Kepala Sekolah Lucy membelalakan matanya dengan heran, dan masih mengira dirinya salah lihat.


"Tanganmu..... "


Melihat luka di tangan Tania, Stanley mengerutkan kening dan berteriak marah kepada Bu Lucy, "Kau berani menyentuhnya??"


"Uh... "Ibu Kepala Sekolah Lucy ketakutan sampai seluruh tubuhnya bergetar.


"Pak Stanley, Nyonya dan tuan muda baru saja keluar." Guru Anita mengingatkannya dengan lembut, dia mengira Stanley salah mengenali Tania menjadi Alisia.


Mendengar hal itu Tania langsung tersadar, benar sekali sekarang Stanley sudah menikah dengan Alisia, dan mereka sudah memiliki anak, tidak seharusnya dia terus berkhayal.


Berpikir akan hal itu, Tania langsung mendorong Stanley, dan menjauh selangkah demi selangkah.


"Aku tahu, aku yang menyuruh mereka pulang terlebih dahulu." Stanley kembali dengan tingkah lembut dan elegant seperti biasanya.

__ADS_1


Ia menatap kedua anak yang berdiri di dekat Tania, dengan pikiran rumit yang terpancar dari matanya......


Saat Tania dan Bu Lucy saling berdekatan, Carlos dan Carles sudah bersiap-siap untuk melindungi Maminya. Tetapi, Stanley sudah lebih dulu mengambil posisi itu.


Pada saat itu, mereka berjaga di depan Tania. Mengepalkan tangan dengan erat, dan menatap Stanley seperti singa kecil.


"Mami!"


Di sudut ruangan, Carla yang sedang dilindungi bibi Juli, menatap ruangan ini dengan mata yang dipenuhi air mata dan kecemasan.


"Mereka semua anak-anak kamu?" Stanley menatap Tania dengan penuh perasaan.


"Ya!" Jawab Tania yang tidak berani menatap matanya, apakah Stanley akan membencinya? Membenci tingkahnya yang tidak masuk akal waktu itu......


Setelah hening beberapa saat, ia berkata kepada Ibu Kepala Sekolah Lucy, "Bu Lucy, aku sudah melihat rekaman CCTV, dan memang benar anakku lah yang bersalah."


"Iya, iya." Bu Lucy tidak bisa membedakan situasinya dengan jelas, dia hanya bisa mengangguk menyetujui apa yang dikatakan Stanley.


Stanley berlutut dan bertanya pada Carla dengan lembut, "Gadis kecil, apakah Kristian menaruh cat di rambutmu?"


"Betul!" Carla cemberut dan menjawabnya dengan marah, "Dia yang menindas ku terlebih dahulu, kedua kakakku datang untuk memperingatkannya. Kedua kakakku tidak memukulnya, dia sendiri yang kehilangan kesabaran dan melemparkan bola kristal itu keluar jendela.... "


"Iya, aku tahu." Stanley dengan tulus meminta maaf kepada ketiga anak itu, "Atas nama putraku Kristian, aku meminta maaf kepada kalian dan juga ibu kalian!"

__ADS_1


Melihat situasi ini Ibu Kepala Sekolah Lucy benar-benar tercengang, guru Anita pun sangat terkejut.


Tetapi bibi Juli merasa lebih tenang dan lega, Tuan muda Stanley tidak berubah!


Tania menatapnya dalam, dia masih tetap tampan seperti dulu, seorang pria terhormat....


"Mami.... " Carlos menarik baju Tania, "Apakah kita perlu memaafkan ayahnya Kristian?" Bisiknya.


Saat Tania hendak berbicara, Stanley menambahkan, "Sesampainya dirumah, aku akan menghukum Kristian. Serta membicarakan hal ini dengan ibunya, meminta ibunya datang ke sekolah untuk meminta maaf secara langsung kepada kalian!"


"Uhhm... " Ibu Lucy benar-benar terkejut, kepalanya terus berdengung. Dia berpikir, apakah Tania memiliki layar belakang yang lebih kuat, atau ketiga anak ini merupakan anak haram Stanley?


"Selain itu.... " Stanley menoleh kearah Bu Lucy, "Aku sudah menelpon manajer sekolah kalian, Ibu Lucy tidak cocok menjadi Kepala Sekolah, lebih baik Ibu mencari pekerjaan lain saja."


"Pak Stanley... "


"Ibu Kepala Sekolah Lucy!!" Stanley memotong pembicaraannya, "Aku sudah mendengar semua yang Ibu katakan kepada Nona Tania. Ya betul, aku memang dapat merubah masa depan seseorang dengan satu kata, tapi orang itu bukan Nona Tania, tetapi kamu!"


"......... "


"Sebaiknya kamu meminta maaf dengan tulus kepada mereka, lalu pergi dengan tenang, lalu aku akan membiarkanmu tetap hidup." Stanley memperingatkan nya.


Hai Readers ku🙋‍♀️othor ucapkan selamat tahun baru🙏semoga di tahun baru ini kita selalu diberikan kesehatan, keselamatan, lancar usaha dan rezeki kita, dan selalu di lindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa Aamiin ya robbal alamin🤲

__ADS_1


Jangan lupa selalu like❤ dan berikan komentar dinovelku🥰tambah favorite dan follow😍🥰🥰


__ADS_2